::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

GP Ansor Apresiasi Respon Cepat Menlu soal Twit Dubes Saudi

Selasa, 04 Desember 2018 09:35 Nasional

Bagikan

GP Ansor Apresiasi Respon Cepat Menlu soal Twit Dubes Saudi
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Jakarta, NU Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengapresiasi gerak cepat Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam merespon twit Duta Besar Arab Saudi Osamah Muhammad al-Suaibi yang menyebutnya sebagai organisasi sesat.

“Angkat kopyah atas respon cepat @Menlu_RI,” tulis Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, melalui akun Twitternya @GPAnsor_Satu, Selasa (4/12).

Meskipun demikian, Gus Yaqut, sapaan akrabnya, tetap menunggu respon Dubes tersebut. “Namun tetap kita  tunggu respon @Os_alshuibi,” lanjutnya.

GP Ansor, sebelumnya, melalui keterangan tertulis meminta Osamah mengklarifikasi atas twitnya itu dan memohon maaf. Hal ini juga disampaikan langsung oleh orang nomor satu di organisasi pemuda NU itu melalui akun Twitternya sembari menyebut akun Osamah.

“Mas @Os_alshuibi hati2 kalau bersikap yaa. Ini negeri beradab. Anda offside terlalu jauh. Urusan negeri kami, sampean nggak perlu lah ikut2. Apalagi berstatemen dgn kebencian semacam itu. Sekarang, kami tunggu permintaan maafmu. Oke yaa?” tulis Gus Yaqut, Senin (3/12) malam.

Sebelumnya, menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmy Faishal Zaini, Menlu Retno telah memanggil Osamah. Namun, yang bersangkutan tengah berada di negaranya.

“Tadi disampaikan juga oleh Bu Menlu, bahwa pihak Kemenlu telah secara resmi memanggil dan yang bersangkutan masih berada di Saudi Arabia,” ujar Helmi saat konferensi pers di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (3/12) sore.

Sebagaimana diketahui, Dubes Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Muhammad al-Suaibi menyatakan bahwa pertemuan massa di Monas, Ahad (2/12) lalu adalah reaksi atas pembakaran bendera yang terjadi di Garut sekitar sebulan lalu. (Syakir NF/Fathoni)