::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kerja Sama dengan NU Perkuat Hubungan Indonesia dan Tiongkok

Kamis, 06 Desember 2018 22:30 Nasional

Bagikan

Kerja Sama dengan NU Perkuat Hubungan Indonesia dan Tiongkok
Peresmian fasilitas MCK oleh Dubes Tiongkok Xiao Qian
Cirebon, NU Online
Hubungan baik antara negaraTiongkok dan Indonesia yang sudah berjalan sekian lama, semakin dipererat oleh hubungan Tiongkok dengan NU. Hal itu dibuktikan pada pertemuan peringatan lima tahun kerja sama strategi pembangunan lima tahun antara Tiongkok dan Indonesia, NU paling dipercaya oleh Tiongkok untuk dalam pengembangan kerja sama aspek sosial budaya.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU, H Maksum Mahfoedz di Pesantren Khas Kempek Cirebon, Jawa Barat, pada kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, Kamis (6/12).

Menurut Maksum, pada pertemuan peringatan lima tahun kerja sama tersebut, H Imam Azis, salah satu Ketua PBNU memaparkan kerja sama bidang sosial budaya antara NU dengan Tiongkok.

"Karena kerja sama sendiri sudah lama terjalin baik di bidang politik, pendidikan, dan teknologi," kata pria yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). 

Dalam bidang pendidikan, lanjutnya, saat ini ada belasan dosen Unusia yang tengah meneruskan belajar di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok.

Waketum juga mengatakan NU dengan pesantrennya sangat spesial karena para santri adalah Nahdliyin yang setia dan konsisten menyangga hubungan strategis Indonesia dan Tiongkok. "Karena keberadaan Indonesia juga terletak pada pada konsistensi NU untuk menjaga negara," ujarnya.

Kerja sama dengan Tiongkok dalam bidang pendidikan menjadi sangat penting. Pasalnya Nahdliyin juga berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, tidak hanya dalam pengetahuan keislaman. Dengan belajar ke Tiongkok, Nahdliyin dan santri dapat belajar tentang bahasa dan berbagai keilmuan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kekokohan agama.

Ia menyebutkan Tiongkok dengan Islam bukanlah hal asing, karena ada lebih dari 50 juta penduduk Tiongkok yang beragama Islam.

"Kita berharap kerja sama terus dijalin dan ditingkatkan dalam membangun pesantren dan budaya," imbuhnya.

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok Xiao Qian berkunjung ke Pesantren Kempek untuk meresemikan fasilitas mandi, mencuci dan kakus (MCK) di Pesantren Khas Kempek tersebut. Pembangunan fasilitas MCK kerja sama Tiongkok dan NU juga dilakukan di empat wilayah lainnya di Kabupaten Karawang dan Indramayu.

Pada kesempatan yang sama Dubes Tiongkok juga menyerahkan bantuan buku untuk Pesantren Khas Kempek. Hal itu menjadi bukti bahwa hubungan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia dapat memberikan kemanfaatan. (Kendi Setiawan)