::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sosok Ulul Albab Harus Jadi Ciri Khas Kader PMII

Jumat, 07 Desember 2018 07:30 Daerah

Bagikan

Sosok Ulul Albab Harus Jadi Ciri Khas Kader PMII
Pontianak, NU Online
Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) sukses menggelar silaturahim alumni dan kader PMII serta simposium nasional. Kegiatan  yang diselenggarakan di kantor Wali Kota Pontianak tersebut mengambil tema Penguatan Ideologi Pancasila untuk Membentuk Kader Ulil Albab sebagai Pemersatu Bangsa, Kamis (6/12).

Silaturahim alumni dan kader PMII dihadiri antara lain Wakil Rektor 3 IAIN Pontianak Abdul Mukti, Ketua Pimpinan Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kalimantan Barat, Zainudin. Juga sejumlah dosen IAIN Pontianak kepolisian daerah Kalbar, senior serta kader dan alumni PMII lain.

Acara dikemas dengan pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Raya Pengurus Komisariat IAIN Pontianak yang dilaksanakan Kamis hingga Ahad (6-9/12) di pantai Kura-kura Singkawang. 

“Tema Pancasila wajib disampaikan ketika berada di tahapan PKD. Karena peserta diharapkan paham tentang arti ideologi Pancasila yang berasas keislaman,” kata Abdul Mukti.

Ia menyampaikan tentang sejarah penetapan hari lahir Pancasila yang kemudian karena ada dua pandangan menjadi sebuh polemik yang diperdebatkan. “Masalah tersebut dapat diatasai dengan mudah lantaran ada sosok kiai,” ungkapnya.

Dirinya juga menyinggung pentingnya belajar sejarah, karena diskusi mengenai ini sangat sepi. Apalagi di era teknologi ini, anak muda lebih menyukai membaca tulisan di media sosial secara sekilas. “Terkadang dengan pemahaman yang belum luas, tulisan sepintas yang ada di medi sosial menjadi masalah yang diperdebatkan yang akhirnya menimbulkan konflik,” urainya.

Sangat penting menyatukan antara ideologi kebangsaan dan keindonesiaan. “Di dalam keduanya mengandung suatu maqasid atau tujuan yang dapat mewakili permasalahan tentang ekonomi, politik, sosial, budaya dan seterusnya,” katanya.

Mujiyono selaku perwakilan Kepolisian Daerah Kalbar menyampaikan tentang pengalaman yang berhubungan dengan Pancasila. “Kita harus bersyukur dengan ideologi Pancasila karena di dalamnya merupakan kalimatun sawa yaitu titik temu kesepakatan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa di Kalbar yang isinya beragam, patut disyukuri karena kondisi menjadi damai. Menurutnya di daerah lain sudah terdapat oknum yang berkampanye tantang daulah Islam.” Padahal di dalam Pancasila, nilai-nilai religius sudah terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Baihaqi menyampaikan potret kader ulul albab yang harus jadi ciri khas kader PMII, “Justru jargon PMII yakni zikir, pikir dan amal shaleh sangat sesuai dengan misi ulul albab yang terdapat dalam al-Qur'an,” tandasnya. (Siti/Ibnu Nawawi)