::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

TWEET TASAWUF

Riya’ adalah Syirik Samar, Ini Tandanya

Jumat, 07 Desember 2018 07:13 Nasional

Bagikan

Riya’ adalah Syirik Samar, Ini Tandanya
KH M. Luqman Hakim (istimewa)
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim menyatakan bahwa riya’ merupakan syirik samar. Sedangkan syirik salah satu dosa yang tak terampuni.

“Riya' itu syirik samar. Seperti apa? Jika anda berbuat baik karena disorot publik, berbuat baik untuk status, beribadah untuk dunia,” ungkap Kiai Luqman dikutip NU Online, Jumat (7/12) lewat twitternya.

Direktur Sufi Center Jakarta itu juga mengatakan, syirik samar terjadi pada diri seseorang ketika dia mau berbuat baik hanya saat disaksikan makhluk.

“Artinya, ia berhenti berbuat baik jika tidak ada satu pun makhluk,” jelasnya.

Manusia juga bisa terjebak pada syirik samar jika bergantung pada alam dan manusia lain. Ia memandang bahwa alam dan makhluk bisa memberi, mencegah, membahayakan, dan menguntungkan.

“Syirik samar bisa menjangkit bila alam, makhluk dipandang bisa memberi, mencegah, membahayakan, menguntungkan,” tandas Kiai Luqman. (Fathoni)