::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ulama Lebanon Puji Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj

Jumat, 07 Desember 2018 16:20 Nasional

Bagikan

Ulama Lebanon Puji Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj
Jakarta, NU Online 
Ulama asal Lebanon yaitu Syekh Zuhar Utsman Al-Zua'id memuji cara bicara dan materi yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada Seminar Internasional yang digelar Lembaga Dakwah PBNU bertema Peran Umat Islam Indonesia dalam Membangun Peradaban Dunia di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (7/12).  

“Penyampaiannya (Kiai Said) lugas, serius, tapi ada juga yang bercanda tawa, dan itu tidak ada pada saya. saya akan serius kaku, dan bosan mendengarkannya,” katanya melalui bahasa Arab yang diterjemahkan penerjemah dari LD PBNU. 

Ketua Jabhat Al-A’mal Islami di Lebanon ini mengatakan, apa yang akan disampaikannya, tidak akan sebanding dengan yang disampaikan Kiai Said. Ia juga mengatakan penyampaiannya tidak akan panjang lebar.

“Ketika saya menyampaikan materi, mungkin ada yang tidak suka. Saya tidak bisa seperti Kiai Said karena saya butuh terjemah. Bisa jadi pemikiran-pemikiran saya dipotong terjemah,” katanya disambut tawa hadirin, “Bahasa Arab begitu kaya. Kalau tidak sampai pesan-pesan saya, maka tanya kepada penerjemah,” lanjutnya. 

Selanjutnya ia menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Ahmad Chozin Chumaidi yang menyampaikan pesan-pesan NU di Lebanon dengan sangat baik. 

Menurut dia, pemikiran yang akan disampaikannya bisa jadi ada yang disepakati oleh forum dan ada yang tidak. Namun, ada banyak hal yang sepakat. 

“Yang penting Islam mengajak kepada kebersamaan,” katanya. 

Sebelumnya, KH Said Aqil Siroj memaparkan peran ulama-ulama moderat dalam sejarah Islam yang dimulai dengan mengutip ayat Al-Qur’an. Ia menyampaikan hal itu dengan bahasa Arab yang fasih. 

Saat berita ini ditulis, seminar tersebut masih berlangsung. (Abdullah Alawi)