IMG-LOGO
Humor
BULAN GUS DUR

Gus Dur dan Tiga Jenis Setan

Sabtu 8 Desember 2018 7:0 WIB
Bagikan:
Gus Dur dan Tiga Jenis Setan
Dalam sebuah obrolan santai, Gus Dur kala itu mengungkapkan kesadarannya ternyata di dunia ini ada tiga jenis setan. Sahabat-sahabat ngobrolnya penasaran menunggu penjelasan Gus Dur.

Pertama, kata Gus Dur ialah setan yang sejenis jin, cara mengusirnya cukup dibacakan ayat kursi, maka kaburlah mereka!

Kedua, yang jenisnya tidak jelas, tetapi jika dilempar kursi, pasti kabur juga.

Dan yang ketiga, menurut Gus Dur, jenis setan ini tidak takut dilempar kursi. Justru mereka berebut kursi.

“Setan Senayan namanya,” seloroh Gus Dur. (Ahmad)


*) Diriwayatkan dari Nuruddin Hidayat, santri Gus Dur asal Kudus, Jawa Tengah
Tags:
Bagikan:
Jumat 7 Desember 2018 8:0 WIB
BULAN GUS DUR
Gus Dur Hafal 1000 Nomor Telepon
Gus Dur Hafal 1000 Nomor Telepon
Gus Dur (Dok. Pojok Gus Dur)
Setiap kali bersua dan berbincang-bincang dengan Gus Dur, seseorang selalu menantikan joke-joke segar selain ilmu dan pengetahuan dari Gus Dur.

Saat berbincang dengan sahabatnya, Ben Subrata dan beberapa teman, Gus Dur pernah mengeluh soal tidak ingat lagi nomor telepon.

“Dulu saya ingat seribu nomor telepon. Sekarang, sepuluh nomor saja susah,” kata Gus Dur.

Salah seorang sahabat Subrata menimpali, “Mungkin karena sampean sering capek, Gus. Jadi gampang lupa,” ujarnya.

“Apanya yang capek, wong saya sudah stroke dua kali,” seloroh Gus Dur disambut tawa rombongan. (Fathoni)


*) Disarikan dari buku "Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa" (2017)
Rabu 5 Desember 2018 9:0 WIB
Tulisan Wartawan dan Dokter
Tulisan Wartawan dan Dokter
Ilustrasi (via Binpers)
Seorang aktivis wartawan pada suatu hari sedang mengisi pelatihan menulis di sebuah Madrasah Aliyah di Pemalang, Jawa Tengah.

Dalam pemaparannya terkait prinsip-prinsip menulis, si wartawan menegaskan bahwa untuk bisa meningkatkan keterampilan menulis dengan baik, maka seseorang harus terus menulis.

“Jadi, kalian harus terus menulis agar bisa menghasilkan tulisan yang bagus,” kata si wartawan.

Di tengah pemaparan tersebut, salah seorang siswa mengacungkan tangan dan bertanya, “Tapi kak, kenapa dokter tulisannya nggak pernah bagus, padahal ia sering menulis (resep)?” (Fathoni)

Senin 3 Desember 2018 14:35 WIB
Bermaksud Pergi Bela Tauhid
Bermaksud Pergi Bela Tauhid
Ilustrasi (ist)
Di hari yang cerah dan berawan saat itu, seorang murid pamitan kepada kiainya mau pergi membela tauhid.

“Saya pamit kiai untuk membela tauhid, kalimat Allah,” katanya menggebu.

"Bagus. Kamu tahu hakikat tauhid?" tanya kiainya.

"Hmm...belum kiai," jawabnya.

"Sono...belajar dulu, khatamkan dulu kitab tauhid," tegasnya.

"Lalu, nanti kalau sudah khatam bagimana kiai?" tanya sang murid.

"Amalkan dulu tauhidmu," jawab sang kiai.

"Cara mengamalkannya?" tanyanya lagi.

"Belajar saja belum, sudah tanya cara mengamalkannya," seloroh kiai. (Ahmad)


*) Disarikan dari Tweet Tasawuf KH M. Luqman Hakim, Direktur Sufi Center Jakarta
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG