IMG-LOGO
Daerah

Edufair Langkah Taktis Kenalkan Siswa ke Perguruan Tinggi

Ahad 9 Desember 2018 10:0 WIB
Bagikan:
Edufair Langkah Taktis Kenalkan Siswa ke Perguruan Tinggi
Edufair di MA Al-Asror Semarang
Semarang, NU Online
Untuk memberikan informasi yang cukup tentang perguruan tinggi di Semaang, Lembaga Pendidikan NU Madrasah Aliyah (MA) Al-Asror Semarang menghelat Pagelaran dan Edufair 2018 yang diikuti sebanyak 12 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Semarang dan sekitarnya dengan dihadiri ratusan siswa – siswi empat lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al–Asror.

Ke-12 PTS itu terdiri Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang, Universitas Islam Sultan Agung (Unisula), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas PGRI (Upgris), Universitas Semarang (USM).

Kemudian Universitas Pandanaran (Unpand), Universitas Muhammadiyah (Unimus), Universitas Perbankan (Unisbank), STIE Cendekia Karya Utama, Unversitas Ngudi Waluyo, Alfbank dan Univesrsitas Wahid Hasyim (Unwahas).

Kegiatan yang mengusung tema ‘Mengembangkan Minat Dan Menggali Bakat Menjadi Pribadi Yang Bermartabat’ itu digelar di komplek Madrasah Aliyah Al–Asror Jalan Petermon Pasekaran, Gunungpati, Semarang. 

Pameran edufair ini didedikasikan untuk memfasilitasi para siswa-siswi SMA/SMK dalam mencari perguruan tinggi yang terbaik untuk melanjutkan jenjang pendidikannya, sekaligus untuk menggali bidang seni bagi siswa-siswinya.

Dalam rilis yang diterima NU Online, Sabtu (8/12) Ketua Panitia Kegiatan Jamiatun mengatakan, edufair digelar selain untuk memberikan informasi kepada calon mahasiswa, khususnya pelajar Sekolah Menengah Atas maupun Sekolah Menengah Kejuruan mengenai produk – produk pendidikan tinggi.

"Informasi meliputi program pendidikan berjenjang Diploma, S1,S2, S3, profesi, kelas paralel, kelas international maupun program pelatihan hingga para siswa SMA/SMK akan mengetahui mana pilihan mereka sesuai yang diinginkan," ungkapnya.

Kegiatan itu, lanjutnya, diharapkan agar nantinya siswa-siswi yang telah lulus tataran SMA sederajat dapat memilih pendidikan tinggi dan jurusan sesuai bakat dan minatnya, mengingat hampir 60% siswa-siswi SMA/SMK Madrasah Aliyah Al–Asror bakal melanjutkan studi pada jenjang perguruan tinggi.

“Pameran Edufair perguruan tinggi ini banyak manfaat bagi siswa, terutama mereka yang sudah kelas akhir bisa memilih sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bahkan dengan adanya pameran ini,  para siswa-siswi bisa menimbang dan memilah perguruan tinggi mana yang akan menjadi tujuannya setelah lulus SMA/SMK  nanti,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kegiatan itu tidak hanya digelar pameran perguruan tinggi, namun juga diramaikan  berbagai macam seni budaya, pameran kuliner, live musik band dan presentasi perguruan tinggi peserta stand edufair.

Jamiatun yang juga sebagai guru BK Madrasah Al Asror itu menuturkan, pameran ini merupakan sebuah langkah yang mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama Yayasan Madrasah Aliyah Al–Asror dan kalangan perguruan tinggi untuk dijadikan peluang hingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. (Red: Muiz)
Bagikan:
Ahad 9 Desember 2018 23:45 WIB
Profesionalisme Dosen Harus Menyasar Tri Dharma Perguruan Tinggi
Profesionalisme Dosen Harus Menyasar Tri Dharma Perguruan Tinggi
Temanggung, NU Online
Melalui Program Kadang Peduli 2018, Kadang Temanggungan bekerjasama dengan STAINU Temanggung menggelar seminar Manajemen Peningkatan Profesionalisme Dosen. Kegiatan ini berlangsung Sabtu (8/12) di STAINU Temanggung, Jawa Tengah, diikuti puluhan dosen dan pejabat kampus. Kadang Temanggungan memilih STAINU Temanggung sebagai objek kemajuan perguruan tinggi di wilayah eks-Karesidenan Kedu.

Dalam sambutannya, Ketua STAINU Temanggung H Muh Baehaqi, menyampaikan bahwa kegiatan itu menjadi langkah awal untuk bersinergi memajukan STAINU Temanggung.

"Mimpi saya, tahun 2019 ini kita beralih status dari sekolah tinggi menjadi institut. Dari STAINU menjadi INISNU. Karena syarat minimal sudah kita penuhi, yaitu enam Prodi, dan enam dosen tetap ber-NIDN di masing-masing Prodi," katanya.

Pihaknya mengatakan langsung menyambut Kadang Temanggungan karena melihat beberapa bulan lalu, banyak warga Temanggung meraih sukses di tingkat nasional.

"Banyak kalangan Dirjen, ada juga di Polri, dan lainnya. Nah, mimpi saya ini, kalau nanti STAINU jadi universitas harus punya enam profesor atau guru besar," beber doktor jebolan UII Yogyakarta tersebut.

Eli Mantofani, ketua Forum Ikatan Kadang Temanggungan (FIKT) mengatakan bahwa kegiatan itu menjadi salah satu kegiatan yang digelar bersamaan selain di Pendopo Pengayoman, Kledung, dan Kaloran.

"Langkah ini menjadi awal, untuk membesarkan STAINU Temanggung ini. "Kalau infrastruktur nanti gampang kita usahakan. Yang paling penting SDM dosen kita genjot untuk melesat agar ke depan lebih baik," beber dia.

Kadang Temanggung adalah forum silaturahim yang berisi orang-orang yang asli dan pernah belajar, hidup di Temanggung. "Kami rindu Temanggung akan jadi kota indah, bersih, dan maju," beber dia.

Dalam kesempatan itu, Endah Nuraini, ketua Program Pascasarjana PPM School of Management Jakarta mengatakan pembelajaran dan kurikulum harus sesuai dengan visi misi. "Profil lulusan harus menggambarkan visi dan misi," katanya.

Selain itu, semua dosen harus Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mendidik dan mengajar, meneliti, dan pengabdian kepada masyarakat. "Kalau yang namanya profesionalisme, profesional, bergantung definisinya sekarang. Profesional wajib karena zaman dulu dengan sekarang beda. Jika dulu ada anak nilainya jelek, bapak ibu tidak marah pada guru, tapi sekarang mendatangi gurunya," ujarnya.

Sifat kegiatan, sambungnya, harus dilakukan dengan mengikuti sistem, bukan tuntutan. Profesionalisme salah satunya tingkah laku, kepakaran, atau kualitas dari soerang yang profesional.

Menurutnya ada tiga keahlian yang wajib dikuasai, yakni teknik, dan hubungan antarpersonal. "Seorang dosen tidak hanya dituntut pintar, tapi harus lihai berkomunikasi, dan menghadapi kompleksitas," lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, doktor yang akrab disapa Nunik itu menjelaskan profesionalisme dari tiga aspek. Mulai dari mendidik atau mengajar, meneliti dan mengabdi. "Ada beberapa teknik mengajar yang baik. Pertama, adalah penampilan. Kedua, ruangan. Ketiga, analisis mahasiswa. Keempat, materi. Kelima, peralatan presentasi. Keenam, harapkan yang tidak diharapkan," sambungnya.

Untuk sesi awal mengajar atau perkuliahan, kata dia, pertama adalah introduksi yang harus singkat, hindari diskon diri, dan antusias. Kemudian, lanjut dia, awal kali pembukaan harus menarik dan berkesan.

Dalam kesempatan itu, selain Ketua dan Pembantu Ketua STAINU Temanggung, Moh Syafi Kepala LP3M; Effi Wahyuningsih, kepala Lembaga Bahasa; Luluk Ifadah, kaprodi PAI; Sumarjoko, kaprodi Hukum Keluarga Islam, Fatmawati Sungkawaningrum, sekprodi Ekonomi Syariah; Lina Indra Kartika, Kaprodi PIAUD; M Ridho Muttaqin, kaprodi MPI dan puluhan dosen STAINU Temanggung. (Hamidulloh Ibda/Kendi Setiawan)
Ahad 9 Desember 2018 23:30 WIB
Rapimcab IPPNU untuk Evaluasi dan Perencanaan Program
Rapimcab IPPNU untuk Evaluasi dan Perencanaan Program
Pengurus PC IPPNU Kota Pekalongan, Jateng
Pekalongan, NU Online
Setelah menjalani satu tahun periode kepengurusan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pekalongan menggelar kegiatan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) untuk membahas program di tahun berikutnya.  Kegiatan rapimcab diselenggarakan pada Ahad (9/12) di Aula Museum Batik Pekalongan.

Ketua PC IPPNU Kota Pekalongan, Arie Fitriyani menuturkan, rapimcab diselenggarakan sebagai wadah untuk mengevaluasi kinerja pengurus cabang yang telah dilaksanakan serta membahas program kerja ke depan. 

"Rapimcab yang mengusung tema Pelajar Bermartabat, NKRI Hebat, kita manfaatkan untuk mengevaluasi kekurangan apa saja dari program kerja yang telah kami laksanakan, dan membahas hal-hal apa saja yang harus kita laksanakan ke depan," ujarnya kepada NU Online.

Dikatakan, kegiatan rapimcab yang dimulai pada pukul 13.00 WIB diikuti ketua dan sekretaris dari Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK), dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Kota Pekalongan. 

"Ada 100 anggota IPPNU dari 47 ranting, komisariat, dan anak cabang turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut, Alhamdulillah rapimcab berjalan dengan lancar, dan para peserta aktif dalam menyampaikan kritik dan masukannya," jelanya. 

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini program IPPNU ke depan bisa berjalan dengan lebih baik lagi, dalam kesempatan tersebut Arie juga mengajak seluruh anggota IPPNU Kota Pekalongan untuk peduli terhadap isu-isu yang menyangkut perempuan, baik di Pekalongan maupun luar kota. 

Menurutnya, kepedulian tersebut akan membentuk pribadi perempuan yang lebih peka dan kuat. "Anggota IPPNU sebagai pelajar putri NU harus lebih peka dengan isu-isu sosial saat ini yang menyangkut tentang perempuan. Karena itu bagian dari kita, yang juga adalah seorang perempuan, agar ke depan perempuan bisa semakin berdaya," pungkasnya. (Nisa/Muiz)

Ahad 9 Desember 2018 23:15 WIB
Kopri PMII Banjar Deklarasi Antikekerasan pada Perempuan
Kopri PMII Banjar Deklarasi Antikekerasan pada Perempuan
Banjar, NU Online
Korps PMII Putri (Kopri) Cabang Kota Banjar menggelar kampanye 16 hari antikekerasan terhadap perempuan dan peringatan hari antikorupsi di Alun-alun Kota Banjar, Jawa Barat, Ahad (9/12) siang. 

Kegiatan ini merupakan suatu aplikasi dari surat perintah deklarasi antikekerasan terhadap perempuan dari Kopri PKC Jawa Barat. Kegiatan diwarnai dengan pembagian seribu bunga untuk masyarakat Kota Banjar. Puluhan anggota dan kader Kopri turun ke jalan dalam kegiatan tersebut. 

Ary Anggraini, ketua Kopri Cabang Kota Banjar mengatakan bunga mawar merah merupakan tanda bagi seorang perempuan. "Dia mempunyai duri untuk melindungi dirinya. Jangan campakkan bunga jika telah memetiknya," katanya. 

Ia menjelaskan makna dari kata-kata tersebut adalah agar siapa pun jangan melakukan kekerasan terhadap perempuan.

Selain itu, Ary mengatakan adanya kegiatan tersebut juga bermanfaat untuk mengasah keterampilan para anggota dan kader Kopri Kota Banjar. "Jadi, otak kanan dan otak kiri berjalan. Otak kiri sudah biasa terasah dengan kajian dan diskusi. Dan sekarang, bagian otak kanan lah yang bekerja," ujarnya. 

Sementara itu Bendahara Kopri Cabang Kota Banjar, Hanifatul Khoiroh mengatakan pembuatan bunga-bunga tersebut membutuhkan waktu satu minggu. Bahan yang digunakan hanya dengan kain panel untuk bunga dan daun, dan kawat untuk tangkai. "Jangan lupa lem untuk merapetkan," kata dia.

Aksi bagi-bagi bunga tersebut dapat membuat senyuman bagi yang memberi dan menerimanya. (Siti Aisyah/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG