IMG-LOGO
Daerah

Profesionalisme Dosen Harus Menyasar Tri Dharma Perguruan Tinggi

Ahad 9 Desember 2018 23:45 WIB
Bagikan:
Profesionalisme Dosen Harus Menyasar Tri Dharma Perguruan Tinggi
Temanggung, NU Online
Melalui Program Kadang Peduli 2018, Kadang Temanggungan bekerjasama dengan STAINU Temanggung menggelar seminar Manajemen Peningkatan Profesionalisme Dosen. Kegiatan ini berlangsung Sabtu (8/12) di STAINU Temanggung, Jawa Tengah, diikuti puluhan dosen dan pejabat kampus. Kadang Temanggungan memilih STAINU Temanggung sebagai objek kemajuan perguruan tinggi di wilayah eks-Karesidenan Kedu.

Dalam sambutannya, Ketua STAINU Temanggung H Muh Baehaqi, menyampaikan bahwa kegiatan itu menjadi langkah awal untuk bersinergi memajukan STAINU Temanggung.

"Mimpi saya, tahun 2019 ini kita beralih status dari sekolah tinggi menjadi institut. Dari STAINU menjadi INISNU. Karena syarat minimal sudah kita penuhi, yaitu enam Prodi, dan enam dosen tetap ber-NIDN di masing-masing Prodi," katanya.

Pihaknya mengatakan langsung menyambut Kadang Temanggungan karena melihat beberapa bulan lalu, banyak warga Temanggung meraih sukses di tingkat nasional.

"Banyak kalangan Dirjen, ada juga di Polri, dan lainnya. Nah, mimpi saya ini, kalau nanti STAINU jadi universitas harus punya enam profesor atau guru besar," beber doktor jebolan UII Yogyakarta tersebut.

Eli Mantofani, ketua Forum Ikatan Kadang Temanggungan (FIKT) mengatakan bahwa kegiatan itu menjadi salah satu kegiatan yang digelar bersamaan selain di Pendopo Pengayoman, Kledung, dan Kaloran.

"Langkah ini menjadi awal, untuk membesarkan STAINU Temanggung ini. "Kalau infrastruktur nanti gampang kita usahakan. Yang paling penting SDM dosen kita genjot untuk melesat agar ke depan lebih baik," beber dia.

Kadang Temanggung adalah forum silaturahim yang berisi orang-orang yang asli dan pernah belajar, hidup di Temanggung. "Kami rindu Temanggung akan jadi kota indah, bersih, dan maju," beber dia.

Dalam kesempatan itu, Endah Nuraini, ketua Program Pascasarjana PPM School of Management Jakarta mengatakan pembelajaran dan kurikulum harus sesuai dengan visi misi. "Profil lulusan harus menggambarkan visi dan misi," katanya.

Selain itu, semua dosen harus Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mendidik dan mengajar, meneliti, dan pengabdian kepada masyarakat. "Kalau yang namanya profesionalisme, profesional, bergantung definisinya sekarang. Profesional wajib karena zaman dulu dengan sekarang beda. Jika dulu ada anak nilainya jelek, bapak ibu tidak marah pada guru, tapi sekarang mendatangi gurunya," ujarnya.

Sifat kegiatan, sambungnya, harus dilakukan dengan mengikuti sistem, bukan tuntutan. Profesionalisme salah satunya tingkah laku, kepakaran, atau kualitas dari soerang yang profesional.

Menurutnya ada tiga keahlian yang wajib dikuasai, yakni teknik, dan hubungan antarpersonal. "Seorang dosen tidak hanya dituntut pintar, tapi harus lihai berkomunikasi, dan menghadapi kompleksitas," lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, doktor yang akrab disapa Nunik itu menjelaskan profesionalisme dari tiga aspek. Mulai dari mendidik atau mengajar, meneliti dan mengabdi. "Ada beberapa teknik mengajar yang baik. Pertama, adalah penampilan. Kedua, ruangan. Ketiga, analisis mahasiswa. Keempat, materi. Kelima, peralatan presentasi. Keenam, harapkan yang tidak diharapkan," sambungnya.

Untuk sesi awal mengajar atau perkuliahan, kata dia, pertama adalah introduksi yang harus singkat, hindari diskon diri, dan antusias. Kemudian, lanjut dia, awal kali pembukaan harus menarik dan berkesan.

Dalam kesempatan itu, selain Ketua dan Pembantu Ketua STAINU Temanggung, Moh Syafi Kepala LP3M; Effi Wahyuningsih, kepala Lembaga Bahasa; Luluk Ifadah, kaprodi PAI; Sumarjoko, kaprodi Hukum Keluarga Islam, Fatmawati Sungkawaningrum, sekprodi Ekonomi Syariah; Lina Indra Kartika, Kaprodi PIAUD; M Ridho Muttaqin, kaprodi MPI dan puluhan dosen STAINU Temanggung. (Hamidulloh Ibda/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Ahad 9 Desember 2018 23:30 WIB
Rapimcab IPPNU untuk Evaluasi dan Perencanaan Program
Rapimcab IPPNU untuk Evaluasi dan Perencanaan Program
Pengurus PC IPPNU Kota Pekalongan, Jateng
Pekalongan, NU Online
Setelah menjalani satu tahun periode kepengurusan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pekalongan menggelar kegiatan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) untuk membahas program di tahun berikutnya.  Kegiatan rapimcab diselenggarakan pada Ahad (9/12) di Aula Museum Batik Pekalongan.

Ketua PC IPPNU Kota Pekalongan, Arie Fitriyani menuturkan, rapimcab diselenggarakan sebagai wadah untuk mengevaluasi kinerja pengurus cabang yang telah dilaksanakan serta membahas program kerja ke depan. 

"Rapimcab yang mengusung tema Pelajar Bermartabat, NKRI Hebat, kita manfaatkan untuk mengevaluasi kekurangan apa saja dari program kerja yang telah kami laksanakan, dan membahas hal-hal apa saja yang harus kita laksanakan ke depan," ujarnya kepada NU Online.

Dikatakan, kegiatan rapimcab yang dimulai pada pukul 13.00 WIB diikuti ketua dan sekretaris dari Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK), dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Kota Pekalongan. 

"Ada 100 anggota IPPNU dari 47 ranting, komisariat, dan anak cabang turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut, Alhamdulillah rapimcab berjalan dengan lancar, dan para peserta aktif dalam menyampaikan kritik dan masukannya," jelanya. 

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini program IPPNU ke depan bisa berjalan dengan lebih baik lagi, dalam kesempatan tersebut Arie juga mengajak seluruh anggota IPPNU Kota Pekalongan untuk peduli terhadap isu-isu yang menyangkut perempuan, baik di Pekalongan maupun luar kota. 

Menurutnya, kepedulian tersebut akan membentuk pribadi perempuan yang lebih peka dan kuat. "Anggota IPPNU sebagai pelajar putri NU harus lebih peka dengan isu-isu sosial saat ini yang menyangkut tentang perempuan. Karena itu bagian dari kita, yang juga adalah seorang perempuan, agar ke depan perempuan bisa semakin berdaya," pungkasnya. (Nisa/Muiz)

Ahad 9 Desember 2018 23:15 WIB
Kopri PMII Banjar Deklarasi Antikekerasan pada Perempuan
Kopri PMII Banjar Deklarasi Antikekerasan pada Perempuan
Banjar, NU Online
Korps PMII Putri (Kopri) Cabang Kota Banjar menggelar kampanye 16 hari antikekerasan terhadap perempuan dan peringatan hari antikorupsi di Alun-alun Kota Banjar, Jawa Barat, Ahad (9/12) siang. 

Kegiatan ini merupakan suatu aplikasi dari surat perintah deklarasi antikekerasan terhadap perempuan dari Kopri PKC Jawa Barat. Kegiatan diwarnai dengan pembagian seribu bunga untuk masyarakat Kota Banjar. Puluhan anggota dan kader Kopri turun ke jalan dalam kegiatan tersebut. 

Ary Anggraini, ketua Kopri Cabang Kota Banjar mengatakan bunga mawar merah merupakan tanda bagi seorang perempuan. "Dia mempunyai duri untuk melindungi dirinya. Jangan campakkan bunga jika telah memetiknya," katanya. 

Ia menjelaskan makna dari kata-kata tersebut adalah agar siapa pun jangan melakukan kekerasan terhadap perempuan.

Selain itu, Ary mengatakan adanya kegiatan tersebut juga bermanfaat untuk mengasah keterampilan para anggota dan kader Kopri Kota Banjar. "Jadi, otak kanan dan otak kiri berjalan. Otak kiri sudah biasa terasah dengan kajian dan diskusi. Dan sekarang, bagian otak kanan lah yang bekerja," ujarnya. 

Sementara itu Bendahara Kopri Cabang Kota Banjar, Hanifatul Khoiroh mengatakan pembuatan bunga-bunga tersebut membutuhkan waktu satu minggu. Bahan yang digunakan hanya dengan kain panel untuk bunga dan daun, dan kawat untuk tangkai. "Jangan lupa lem untuk merapetkan," kata dia.

Aksi bagi-bagi bunga tersebut dapat membuat senyuman bagi yang memberi dan menerimanya. (Siti Aisyah/Kendi Setiawan)
Ahad 9 Desember 2018 22:30 WIB
Santri Diminta Aktif dalam Bidang Kesehatan dan Ekonomi
Santri Diminta Aktif dalam Bidang Kesehatan dan Ekonomi
Santri Bahrul Ulum peduli kesehatan di Depok
Depok, NU Online
Himpunan Mahasiswa Alumni Bahrul Ulum Ibu Kota (Himabi) mengadakan acara penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Muhtadin Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat. Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari yakni pada Sabtu-Ahad (8-9/12).

Kegiatan ini dilaksanakan melalui cara berkolaborasi dengan pengurus ranting Nahdlatul Ulama (NU) Cipayung dengan nama 'santri peduli'. Panitia juga mendatangkan para ahli kesehatan dengan harapan bisa membantu kebutuhan dasar santri berupa kesehatan.

"Semoga acara santri peduli ini bisa memantik semangat santri yang lain dalam berjuang dan mengabdi, di mana santri tidak hanya berjuang dalam perihal keagamaan, namun semua aspek termasuk ekonomi, lingkungan, dan kesehatan juga perlu diperhatikan," kata Ketua pelaksana, Ainul Ghurri, Ahad (09/12).

Menurutnya, Himabi sudah beberapa kali mengadakan acara santri peduli dan kali ini merupakan agenda ke empat kalinya. Setiap setahun sekali pengurus Himabi mengagendakan kegiatan ini mengingat besarnya manfaat dan permintaan dari masyarakat sekitar.

"Ini rutin, sudah empat tahun berjalan, hingga kini respon masyarakat sangat positif sekali," tambahnya.

Pria asal Lamongan ini menjelaskan, untuk menyukseskan acara ini anggota Himabi melakukan iuran pribadi. Ada juga beberapa alumni dan bantuan yang tak mengikat, namun lebih banyak dari iuran anggota Himabi. "Sejak di Pesantren Bahrul Ulum dulu kita sudah diajari bakti sosial lewat organisasi daerah dan organisasi intra sekolah. Dulu juga kayak gini, datang ke masyarakat," tandas Ainul. (Syarif Abdurrahman/Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG