IMG-LOGO
Daerah

Pergunu Siap Adakan Madrasah Kader untuk Guru-guru Jawa Barat

Rabu 12 Desember 2018 23:0 WIB
Bagikan:
Pergunu Siap Adakan Madrasah Kader untuk Guru-guru Jawa Barat
Eman Suryaman (kiri) dan Saepuloh
Jakarta, NU Online 
Guru merupakan salah satu kunci terwujudnya generasi penerus bangsa yang mempunyai karakter kebangsaan, mencintai agama dan bangsanya sendiri. Oleh karena itu, guru-guru NU harus dibentuk menjadi kader Pergunu yang militan dengan kemampuan dan wawasan yang luas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh kepada Ketua PBNU KH Dr Eman Suryaman di Rumah Makan Senyum Indonesia Jl. Jalan Teluk Betung No.45 Jakarta Pusat, Rabu (12/12).

Lebih lanjut Saepuloh menjelaskan, bahwa salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, maka Pergunu Jawa Barat akan menyelenggarakan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) di Jawa Barat yang akan diikuti oleh pengurus Pergunu dan guru-guru NU di daerah.

"Dengan MKNU ini, diharapkan guru-guru NU tidak hanya menjadi Aswaja An-Nahdliyah sebagai ideologi, melainkan menjadi sebuah gerakan untuk mempertahankan NKRI dari faham-faham yang merongrong keutuhan negara yang pada saat ini mulai menjalar di lembaga Pendidikan," tutur Saepuloh.

Sementara itu, Ketua PBNU Eman Suryaman menyambut baik dan akan memberikan support pada kegiatan Madrasah Kader yang akan diselenggarakan oleh Pergunu di Jawa Barat.

"Ini sangat baik, kalau bisa jangan hanya satu angkatan, dibuat menjadi beberapa angkatan dengan membuat zonasi kegiatan tersebut. Saya akan bantu dan akan komunikasikan sama tim instruktur MKN Pusat," tutur Eman Suryaman yang juga merupakan ketua Jokma Pusat.

Lebih lanjut, Eman Suryaman berharap dengan Madrasah Kader NU yang akan diselenggarakan oleh Pergunu bisa menjadikan guru-guru NU sebagai agen untuk mensyiarkan Aswaja An-Nahdliyah sebagai sebuah ideologi dan ruh pergerakan kebangsaan kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. (Red: Abdullah Alawi)

Bagikan:
Rabu 12 Desember 2018 20:15 WIB
Meriahnya Saat Ketua IPNU Sumenep Naik Pelaminan
Meriahnya Saat Ketua IPNU Sumenep Naik Pelaminan
Sumenep, NU Online
Akad Pernikahan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep, Jawa Timur, Musyfikurrahman berjalan khidmat. Dan suasana berubah menjadi suka cita saat sejumlah kader IPNU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) hadir di lokasi resepsi.

Akad nikah berlangsung di kediaman mempelai putri, Muzayyana yang berada di Dusun Ares Tengah Desa Tarogan, Kecamata Lenteng, Rabu (12/12)

Sejak awal pasangan telah bersepakat kalau saat resepsi menonjolkan nuansa IPNU dan IPPNU karena memang Musyfik, sapaan akrabnya merupakan Ketua PC IPNU Sumenep. Sehingga konsep acara agak berbeda dengan kegiatan resepsi pada umumnya. Yakni lebih menonjolkan nuansa NU.

Resepsi dihadiri kader IPNU IPPNU dan majelis alumni. Tampak pula sejumlah pengurus Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Sumenep serta Ketua PC IPNU se-Madura dan dari Lamongan, Tuban, hingga Magetan.

Achmad Fauzi yang hadir memberikan sambutan mengucapkan selamat kepada pasangan ini. “Selamat menempuh hidup baru, semoga pasangan bahagia," katanya.

Wakil Bupati Sumenep ini juga mendoakan agar pengantin baru diberikan kekuatan dalam mengarungi mahligai rumah tangga. "Sehingga menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah wa rahmah," pesannya. Lebih lanjut dirinya menyindir sejumlah pengurus IPNU maupun IPPNU untuk segara menikah.

Majelis Alumni IPNU Sumenep yang diwakili Wasil menyampaikan pesan dan kesan kepada kedua mempelai bahwa tanggung jawab Ketua PC IPNU Sumenep sekarang bertambah "Jika dulu hanya mengayomi kader IPNU saja, maka sekarang akan mengayomi istri," katanya disambut tawa hadirin. (Mahrus/Ibnu Nawawi)
Rabu 12 Desember 2018 19:30 WIB
Madin Mambaul Maarif Minta LFNU Bekali Pelajar Ilmu Falak
Madin Mambaul Maarif Minta LFNU Bekali Pelajar Ilmu Falak
Siswa Madin Mambaul Maarif Jombang belajar ilmu falak
Jombang, NU Online
Madrasah Diniyah (Madin) Mambaul Maarif, Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jombang menyelenggarakan Diklat Ilmu Falak, Rabu (12/12) di kawasan Pesantren Mambaul Maarif.

Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih dari 120 siswa dan siswi Madrasah Diniyah kelas akhir ini untuk membekali mereka terkait ilmu falak. Pasalnya, keberadaan ilmu falak tersebut dinilai penting dimiliki kalangan siswa atau pelajar, terlebih mereka dari latar belakang pesantren.

"Pengurus madrasah, terutama kepala madrasah menganggap bahwa santri Denanyar perlu dibekali ilmu falak. Apalagi di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar sendiri menyediakan Markaz Rukyatul Hilal," kata Ketua PC LFNU Jombang, Moh Mujazun.

Diakui Mujazun, ilmu falak merupakan ilmu yang masih asing didengar di tengah masyarakat. "Masyarakat hanya tahu penetapan Bulan Ramadhan tanggal sekian, Hari raya pada tanggal sekian, juga hanya tahu bahwa jam sekian merupakan waktu masuknya shalat wajib dan seterusnya," ucapnya.

"Di balik itu ada sebuah ilmu falak yang mendasarinya. Oleh karena saya menganggap penting, ilmu falak itu harus mulai dikenalkan dan diajarkan kepada para santri juga pelajar," ujarnya.

Sejumlah unsur madrasah diniyah menurutnya sangat mengapresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Para siswa dan siswi setidaknya dapat mengenal dan memahami tentang ilmu falak. Mereka nanti bisa menerapkannya baik di pesantren maupun di masing-masing daerahnya saat pulang kampung.

"Kerja sama ini bisa dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya sebagai bekal untuk para santri yang akan terjun di masyarakat atau meneruskan jenjang perguruan tinggi," jelas Mujazun.

Adapaun beberapa materi yang disampaikan di antaranya teori hisab kalender masehi dan hijriyah, teknik peghitungan arah kiblat dan rasdul kiblat, kemudian materi hisab awal bulan sistem ephemris serta materi-materi falak yang lainnya.

Diklat ini akan berlangsung selama dua hari sejak hari ini, Rabu (12/12) hingga besok, Kamis (13/12). Kegiatan menjadi menarik, sebab wajib diikuti oleh siswa dan siswi Madrasah Diniyah Mambaul Maarif kelas akhir sebagai persyaratan mengikuti ujian kelulusan.

Selama diklat berlangsung, tampak para peserta memperhatikan pemaparan yang disampaikan pemateri sambil mengoperasikan kalkulator sebagai alat hitung yang digunakan untuk menunjang materi-materi ilmu falak. Di akhir sesi, para peserta juga melemparkan beberapa pertanyaan. Mereka tampak antusias mengikuti diklat falak. (Syamsul Arifin/Muiz)
Rabu 12 Desember 2018 17:30 WIB
Di Expo ISEF, Pesantren Bahrul Ulum Sediakan Buku Sejarah dan Kaligrafi Santri
Di Expo ISEF, Pesantren Bahrul Ulum Sediakan Buku Sejarah dan Kaligrafi Santri
Stand Pesantren Bahrul Ulum Jombang di ISEF Surabaya
Jombang, NU Online
Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ikut berpartisipasi pada kegiatan Expo ke-5 Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF). Expo yang dipusatkan di Grand City Convention dan Exhibition Surabaya itu, berlangsung sejak Selasa hingga Jumat, (11-14/12) mendatang.

Ketua Umum (Ketum) Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KHM Wafiyul Ahdi memaparkan, Pesantren Bahrul Ulum menyediakan buku-buku sejarah seputar Tambakberas, perjuangan kiai dan ulama NU serta sejarah pesantren di Tambakberas. Selain itu disediakan juga beberapa karya seni kaligrafi yang dibuat oleh santrinya.

"Expo kali ini kita mengambil tema buku sejarah dan seni kaligrafi, dengan membawa langsung santri Tambakberas yang baru saja mendapat juara kompetisi kaligrafi di Singapura dan Maroko," katanya, Rabu (12/12).

Untuk pemesanan karya seni kaligrafi, para pengunjung bisa langsung pesan di tempat sesuai model yang dikehendaki. Santri Tambakberas, kata dia, siap memberikan pelayanan yang baik untuk setiap pengunjung yang pesan. "Pengunjung bisa langsung pesan tulisan kaligrafi yang ditulis di tempat dalam media kertas seukuran kartu pos," jelas kiai muda ini.

Gus Wafi demikian ia disapa menambahkan, stand Expo yang didirikan telah dikunjungi Menko Perekonomian Darmin Nasution,  Gubernur Bank Indonesia dan Gubernur Jatim. Tiga orang tersebut merupakan tamu inti pada acara ISEF.

Dirinya juga mengaku sempat memberi oleh-oleh yang memang disiapkan kepada tiga orang tersebut. "Souvenir kaligrafi buat beliau-beliau yang sudah disiapkan akhirnya bisa tersampaikan," ujarnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG