IMG-LOGO
Daerah

Pesilat Pagar Nusa Tak Boleh Sombong

Ahad 16 Desember 2018 10:30 WIB
Bagikan:
Pesilat Pagar Nusa  Tak Boleh Sombong

Jember, NU Online
Para pendekar dan pesilat Pagar Nusa tidak boleh lepas dari  nilai-nilai ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Sebab salah satu tujuan didirikannya  Pagar Nusa adalah untuk  mengawal dan menjaga  kelestarian Aswaja.  Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Bidang Advokasi Warga PC LDNU  Jember, Jawa Timur, Moch. Kholili saat  memberikan pembekalan pada 100-an pelatih dan pesilat Pagar Nusa di masjid kompleks Pondok Pesantren ASHTRA, Talangsari, Jember, Sabtu (15/12).

Menurutnya, pesilat Pagar Nusa  tidak hanya dituntut untuk terampil dalam menguasai jurus-jurus, tapi juga wajib mengisi jiwanya dengan nilai-nilai agama. Sehingga dalam bergerak senantiasa tak lepas dari koridor agama.

“Nilai Aswaja harus menginternalisasi pada setiap pesilat, baik dari aspek ibadah, syariah maupun tashawwuf,” tukasnya.

Ia berharap agar belajar silat dan bergabung dengan Pagar Nusa bukan untuk kesombongan atau gagah-gagahan tapi sebagai benteng untuk diri sendiri dan orang lain serta amar ma’ruf  nahi mungkar.

“Eksistensi pendekar  terletak seberapa berguna untuk menolong yang lemah,” lanjutnya.

Di bagian  lain, Kholili mewanti-wanti agar pesilat Pagar Nusa tidak mengabaikan munculnya gerakan radikal. Sebab diam-diam kelompok tersebut selalu  bergerak di tengah-tengah masyarakat,  menebar propaganda dan mengiming-imingi surga bagi yang mengikutinya.

“Radikalisme adalah bagian persoalan yang harus dihadapi kita semua. Sedetikpun kita tak boleh lengah.  Ingat, sesuatu yang kecil  jika dibiarkan terus akan menjadi besar,” ungkapnya (Red: Aryudi AR).

Tags:
Bagikan:
Ahad 16 Desember 2018 23:45 WIB
PMII STIT dan Akper Buntet Pesantren Resmi Dibentuk
PMII STIT dan Akper Buntet Pesantren Resmi Dibentuk
PMII STIT dan Akper Cirebon, Jabar
Cirebon, NU Online
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan Akademi Keperawatan (Akper) Buntet Pesantren secara resmi membentuk komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada Ahad (16/12).

Pembentukan komisariat di dua kampus ini penting mengingat belum banyak komisariat di kampus yang segmentasinya fokus terhadap keperawatan dan kampus yang berbasis kitab kuning dan tahfidz.

"Segmentasi komisariat perawat masih jarang di PMII dan STIT segmentasi komisariat berbasis kitab kuning dan tahfidz," kata M Abdullah Syukri, salah satu anggota Pengurus Besar PMII, kepada NU Online.

Pembentukan ini dilakukan selepas kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang diikuti oleh 50 mahasiswa STIT Buntet Pesantren dan 25 mahasiswa Akper Buntet Pesantren.

Kehadiran PMII di dua kampus ini disambut baik oleh Ketua STIT Buntet Pesantren KH Fahad A Sadat. Kandidat doktor Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung itu sangat mendukung produktifitas anak muda dan mahasiswa.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang PMII Cirebon Zaki Mubarok dan Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Cirebon Fadlun Nisa. (Syakir NF/Muiz)

Ahad 16 Desember 2018 23:30 WIB
LAZISNU Banyuwangi Gelar Madrasah Amil di Dua Tempat
LAZISNU Banyuwangi Gelar Madrasah Amil di Dua Tempat
Madrasah Amil, LAZISNU Banyuwangi, Jatim
Banyuwangi, NU Online
Sebagai langkah nyata dalam mewujudkan komitmen terwujudnya kemaslahatan umat, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Banyuwangi selengarakan 'Madrasah Amil'. 

PC LAZISNU Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan "Madrasah Amil di dua tempat, yakni di MWCNU Kabat dan di MWC NU Licin Banyuwangi pada Ahad (16/12) pagi.

Dalam kegiatan ini, seluruh peserta diberikan beberapa materi antara lain kelazisnuan, Tata kelola Kotak Infaq (KOIN NU) peduli umat,  dan pelaporan. Madrasah amil adalah forum pendidikan dan pelatihan para pengurus NU dalam bidang teknis manajemen pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah.

Dalam sambutan pembukaan, Wakil Ketua PCNU Slamet menegaskan kepada puluhan peserta yang hadir, NU itu kaya. "Secara swadaya NU bisa membangun dan merawat ribuan lembaga pendidikan. Madrasah Amil adalah program langkah PC NU Banyuwangi untuk memenej/mengorganisir kekayaan NU untuk lebih didayagunakan demi kemandirian Umat," urainya.

Ia menjelaskan, sudah saatnya NU berbenah menjadi lebih baik. "Sekali lagi saya tegaskan madrasah amil adalah langkah nyata untuk mewujudkannya," terangnya.

Ketua PC Lazisnu Kabupaten Banyuwangi Irfan Afandi menambahkan, tujuannya pembentukan pengurus UPZIS Lazisnu di akar rumput untuk memudahkan pengurus mengakumulasikan, mengedukasi, dan melaporkan sumber potensi di akar rumput. 

"Sejauh ini, meski sudah berjalan namun masih belum secara maksimal. Perlunya wawasan manajemen itu diupgrade sesuai dengan tantangan jamannya," terang Irfan. (M Sholeh Kurniawan/Muiz)
Ahad 16 Desember 2018 23:15 WIB
Santri Dayah Mahyal Ulum Sibreh Bersih-bersih Lingkungan
Santri Dayah Mahyal Ulum Sibreh Bersih-bersih Lingkungan
Bakti sosial santri Dayah Mahyal Ulum, Ahad (16/12).
Aceh Besar, NU Online
Bidang Gotongroyong Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah menggelar bakti sosial. Acara yang dilaksanakan Ahad (16/12) ini merupakan rangkaian dari kegiatan pengabdian santri kepada masyarakat yang diselenggarakan setiap bulannya.

Bakti sosial tersebut berupa kegiatan kerja bakti pada sarana prasarana umum seperti masjid, mushala dan meunasah di Kecamatan Sukamakmur. Bakti sosial itu  dilaksanakan oleh para santri yang berasal di SMK Mahyal Ulum, mahasiswa STISNU Aceh dan Santri Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Sibreh Aceh Besar. 

Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Tgk H Faisal Ali mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk pengabdian dayah kepada masyarakat, terutama lingkungan di sekitar Sukamakmur.

"Kegiatan ini sebagai sarana latihan bagi para santri baik jenjang siswa maupun mahasiswa untuk menumbuhkan rasa empati atau peduli terhadap kondisi masyarakat dan pembentuk kepribadian yang baik," ujar  Tgk Faisal yang juga Wakil Ketua MPU Aceh

Kegiatan yang dilakukan yaitu membantu membersihkan perkarangan masjid (fasilitas umum), penimbunan halaman mesjid, dan lain-lain.

"Program ini insyaallah akan menjadi kegiatan rutinitas santri kami setiap bulan dan untuk bulan depan kita upayakan untuk beberapa mesjid dalam wilayah Kecamatan Sukamakmur," tutup Abu Sibreh, sapaan akrab Tgk H Faisal.

Bakti sosial itu  mendapat respons positif dari para pengurus masjid maupun warga di sekitar masjid. "Kegiatan bakti sosial ini sangat baik dan bernilai positif. Selain itu dapat menumbuhkan softskill santri dan mahasiswa," tutur salah satu pengurus Masjid Sukamakmur. (Tgk Muslim Hamdani/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG