IMG-LOGO
Nasional
HAUL GUS DUR 2018

Inilah Nama-nama Tokoh yang Bakal Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur

Senin 17 Desember 2018 16:20 WIB
Bagikan:
Inilah Nama-nama Tokoh yang Bakal Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur
Jakarta, NU Online
Haul KH Abdurrahman Wahid atau Haul Gus Dur yang ke-9 yang akan diperingati di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan pada Jumat 21 Desember 2018 diprediksi akan dihadiri ribuan pengunjung. Sederet nama tokoh nasional mulai dari ulama, habib, seniman, hingga penulis juga dikonfirmasi akan hadir pada acara tersebut 

“Peringatan tahunan yang biasanya dihadiri ribuan orang ini rencananya akan dihadiri sejumlah tamu undangan seperti Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH Maimoen Zubair; Pengasuh Pengajian di Kota Depok Habib Abu Bakar Al-Attas; mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD; seniman Ebiet G Ade; penulis dan tokoh perempuan Tuti Herati Nurhadi; tokoh jurnalis Aritides Katoppo,” sebut undangan Alissa Wahid seperti yang diterima NU Online Senin, (17/12).

Haul Gus Dur kali ini akan digelar di Kediaman Almarhum Gus Dur di Jalan Warung Sila Ciganjur Jakarta Selatan bertajuk, "Yang Lebih Penting dari Politik adalah Kemanusiaan". Dalam acara ini, terdapat sejumlah kegiatan yang digelar dalam acara tersebut mulai doa lintas agama, pidato keagamaan, pementasan seni, dan acara lain. 
 
Walaupun puncak acara haul akan ramai pada malam hari, namun rangkaian acara ini akan dimulai pagi hari dengan hataman Al-Qur’an. 

Acara semacam ini tidak hanya digelar di Ciganjur saja, namun di tempat-tempat lain acara peringatan serupa juga digelar dengan berbagai acara yang beraneka ragam. Acara Haul Ke-9 Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, digelar Ahad (16/12).

Dalam acara tersebut terdapat beberapa tokoh nasional termasuk Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Menko Perekonomian era Gus Dur Kwik Kian Gie, Menteri Sekretaris Negara kabinet Gus Dur Bondan Gunawan, dan Kepala Protokoler Istana Negara era Gus Dur Wahyu Muryadi. (Ahmad Rozali)
Bagikan:
Senin 17 Desember 2018 23:0 WIB
KONGRES IPNU IPPNU
Songsong Bonus Demografi, IPNU Harus Perkuat Kemampuan Kader
Songsong Bonus Demografi, IPNU Harus Perkuat Kemampuan Kader
Ketua PW IPNU Jateng, Ferial Farkhan
Jakarta, NU Online
Indonesia bakal menghadapi bonus demografi pada tahun 2030-2040 mendatang dengan mayoritas penduduknya berusia produktif. Bappenas mencatat bahwa dominasi mereka mencapai 64 persen atau sekitar 297 juta jiwa.

Hal tersebut tentu bakal berdampak pada banyak hal. Daya kompetitif akan semakin sengit sehingga menuntut masyarakat untuk lebih berkualitas agar mampu bersaing. 

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah Ferial Farkhan melihat IPNU harus mempersiapkan hal itu dimulai dengan penguatan terhadap kadernya melalui program kaderisasi yang modern dan inovatif.

"Mulai dari penataan sistem kaderisasi IPNU yang lebih modern dan inovatif sehingga IPNU  bisa bergerak memperlebar sayap organisasinya kepada semua pelajar," katanya kepada NU Online pada Senin (17/12).

Upaya penguatan kader itu juga harus diimbangi dengan hal lainnya, yakni penguatan sistem menajemen organisasi di seluruh tingkat kepengurusan IPNU. Dengan begitu, menurutnya, kuantitas kader yang sedemikian banyak dapat terkoordinasi dengan baik.  "Dengan penataan organisasi yang baik, maka peran IPNU akan lebih terasa oleh masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Feri juga menegaskan bahwa dua hal itu perlu dikokohkan dengan keluasan jaringan. Ia menekankan pentingnya memperlebar akses jaringan untuk menjadi mitra kolaborasi.

"Dengan luasnya jaringan yang dimiliki IPNU, maka IPNU bisa membuat program inovasi yang bisa mengembangkan potensi dari semua kader IPNU. Khususnya program yang berbasis digital namun masih tetap menjaga nilai-nilali tradisi yang bernuansa Aswaja," katanya.

Feri menjelaskan bahwa Jawa Tengah telah melakukan tiga hal itu dengan membuat kaderisasi di sekolah umum. Islamic Student Patriotism Training adalah salah satu program unggulannya, yakni model pengkaderan kita di sekolah negeri. 

"Di situ kontennya adalah penguatan kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan pelatihan media sosial," pungkasnya. (Syakir NF/Muiz)
Senin 17 Desember 2018 22:0 WIB
Memperbaiki Citra Islami Indonesia di Mata Dunia
Memperbaiki Citra Islami Indonesia di Mata Dunia
Ulil Abshar Abdalla di Banyumas
Banyumas,NU Online
Dalam satu kesempatan Ulil Abshar Abdalla bertemu dengan salah seorang warga negara Perancis. Pertemuan yang berlangsung di sebuah toko roti, saat itu Gus Ulil sedang bersantai sebelum menghadiri sebuah acara.  

Melihat dirinya berpakaian berbeda dari masyarakat Perancis pada umumnya memakai blangkon, orang tersebut mendatangi Gus Ulil seraya menanyakan asal negara Gus Ulil.  "Saya dari Indonesia," jawab Gus Ulil.

Setelah saling berkenalan dan ngobrol banyak tentang hal di akhir pembicaraan orang Perancis tersebut mengatakan suatu hal yang bikin Ulil Abshar merasa miris dan kaget. "Saya cinta Indonesia, tetapi saya benci Islam," katanya. 

Perkataan itu sontak membuat dirinya merenung panjang, ia merasa ada yang salah dengan citra Islam yang berkembang di masyarakat. Citra Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan yang penuh dengan kasih sayang seolah sudah berubah menjadi Islam yang menakutkan. 

Citra Islam rahmah telah dibangun selama berabad-abad lamanya, sekarang berubah drastis karena hanya ulah segelintir orang. 

"Tantangan kita saat ini sebagian muslim ialah mengembalikan citra Islam ke aslinya. Kita sebagai umat Islam punya tanggung jawab untuk mengembalikan citra Islam ke Rahmatan Lil Alamin seperti yang diajarkan oleh Kanjeng Nabi," jelas Ulil di acara Kopdar Ngaji Ihya Ulumuddin di Banyumas, Kamis 13/12) kemarin. 

Dikatakan, umat Islam saat ini merasa dituduh gara-gara citra Islam yang buruk, lalu banyak orang  yang terkena kesan yang buruk mengenai Islam. Padahal, orang yang melakukan kesalahan jumlahnya kecil, tetapi bisa menutup kebaikan mayoritas. 

Gus Ulil kembali melanjutkan ceritanya saat di luar negeri, kali ini berasal dari Negara Swedia. Ia mengatakan bahwa ia memiliki seorang teman asal Aceh yang kini telah berkeluarga dan tinggal di sebuah komplek perumahan di Swedia. 

Swedia merupakan negara yang paling makmur di dunia, sehingga kehidupan warganya dibiayai oleh negara. Namun, tingkat individualisme di Swedia jauh lebih tinggi daripada di Indonesia, sehingga banyak orang yang merasa sendirian dan kesepian. 

Suatu hari, temannya yang datang dari Aceh tersebut berusaha memecah kebuntuan yang terjadi di sana. Ia nekat mengirimkan mie instan ke semua tetangganya yang tinggal di komplek tersebut. Dan tetangganya pun merasa kaget, karena baru seumur-umur mereka mendapat kiriman dari tetangganya. 

"Usai kejadian itu, kini suasana di komplek itu menjadi sedikit berubah, terasa lebih hangat dari sebelumnya," kata Gus Ulil menirukan ucapan temannya. 

Dari dua cerita di atas, lanjut menantu Gus Mus itu membuktikan bahwa tindakan-tindakan kecil apapun yang kita lakukan bisa merubah citra Islam yang berkembang di masyarakat.  "Itu adalah sebuah cerita yang bisa mengembalikan citra Islam yang sesungguhnya, Islam yang rahmah dan penuh kasih sayang," pungkas Gus Ulil. (Kifayatul Ahyar/Muiz
Senin 17 Desember 2018 21:45 WIB
NU PEDULI NTB
Pemulihan Anak Terdampak Bencana di NTB Kembalikan Semangat Belajar
Pemulihan Anak Terdampak Bencana di NTB Kembalikan Semangat Belajar
Jakarta, NU Online
Bencana gempa bumi yang terjadi pada Juli kemarin di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyisakan trauma bagi sebagian masyarakat setempat, termasuk anak-anak.

Untuk mengetahui perkembangan mental atau emosi siswa-siswa terkait semangatnya dalam belajar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Lembaga Dakwah PBNU mengadakan pendampingan psikososial. Kegiatan ini berlagsung selama dua hari, 8-10 Desember 2018 di Sumbawa, NTB.

"Ini bertujuan untuk me-recoveri perkembangan anak korban pasca bencana gempa yang telah mereka hadapi selama ini," kata Pengurus LD PBNU Saepullah melalui rilis yang diterima NU Online, Senin (17/12).

Pendampingan psikososial diisi dengan aneka kegiatan, seperti edutaiment, mitigasi dan rileksasi, motivasi pendidikan, dan asesmen.

"Dari rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat diketahui bagaiamana kesiapan mental mereka dalam meneruskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)," ucap Saepullah.

Labih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan dapat memulihkan kembali semangat dan rasa percaya dirinya meskipun dalam KBM masih terdapat beberapa sekolah yang tetap diadakan di tenda darurat.

"Harapan baru agar bisa survive dalam menjalankan kehidupan di masa yang akan datang," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut LD PBNU mengirimkan timnya yang terdiri atas Abdus Saleh, Saepullah, Abdul Qodir, dan Indah Kurnia. Selain itu, turut dalam tim ini dua pesulap nasional, yakni Brian dan Nanang. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG