IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Atlet Disabilitas Ini Akhirnya Bisa Umrah Bersama Ibunya

Senin 17 Desember 2018 20:30 WIB
Bagikan:
Atlet Disabilitas Ini Akhirnya Bisa Umrah Bersama Ibunya
Surabaya, NU Online
Masih ingat pembukaan Asian Para Games 2018 Oktober lalu? Ada perempuan dengan kursi roda dan dihampiri Presiden RI Joko Widodo. Dia adalah Bulan Kurnia Rudianti, atlet panahan.

Bulan, sapaan akrabnya adalah siswi kelas IV SDN 88 Kota Pekanbaru, Riau, bungsu dari pasangan Rudi Arifin-Purwanti. Namanya juga jadi sorotan pada Maret 2018 setelah menulis surat ke presiden dan meminta kursi roda. Surat itu direkam dan videonya jadi viral di media sosial. Presiden tersentuh lalu memberikan apa yang diinginkan bocah manis itu. 

Adalah H Echwan Siswadi, Direktur Ikhwan Berkah Sejahtera (IBS) Tour and Trevel Umrah mengaku tersentuh ada anak berusia sebelas tahun bisa menginspirasi banyak orang. 

“Awalanya saya melihat anak itu di televisi nasional menjelang shalat dhuha. Di rakaat keempat berikutnya saya menangis melihat anak yang begitu tegar menghadapi segala kekurangan,” kata Abah Echwan, di kantornya, jalan Kanginan Surabaya, Senin (17/12).

Dari sinilah Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur ini ingin mengajak Bulan umrah pada liburan sekolah. Senyum Bulan tak henti-henti tersungging saat berada di kantor IBS sebelum berangkat. Ia sumringah karena impian umrah bersama ibunya ke Tanah Suci terkabul. Kendati penuh keterbatasan fisik, Bulan mengaku semangat menyongsong ibadah di tanah kelahiran Islam. Dia berjanji akan mencium Hajar Aswad. 

Bulan mengaku sudah lama ingin umrah. Bahkan, dalam doa dia meminta kepada Tuhan agar diberangkatkan bersama sang ibu. “Alhamdulillah senang banget bisa umrah bersama mama,” katanya dengan manja. 

Dia mengaku tidak hilang semangat saat menjalani ibadah umrah, meski kondisi fisik terbatas. "Nanti pakai kursi roda bersama papa dan mama. Bulan juga mau jalan sendiri, dan ingin mencium Hajar Aswad," ungkapnya. 

Ibu Bulan, Purwanti, mengatakan bahwa putrinya sering menyampaikan keinginan untuk umrah. "Dia sering kali bilang, 'mama, Bulan ingin sekali mengumrahkan mama. Sebelum viral dia selalu ngomong gitu. Setiap habis shalat Maghrib saya selalu tanya, 'Kamu doa apa tadi?' Dia bilang doanya pengin umrahkan mama," cerita dia. 

Purwanti mengaku terharu keinginan anaknya terkabul. "Alhamdulillah sama sekali kami tidak menyangka dapat hadiah umrah gratis dari Abah Echwan. Saya sangat terharu,” pungkasnya. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 17 Desember 2018 23:30 WIB
Wali Kota Bekasi: NU Harus Ada Perbaikan Program
Wali Kota Bekasi: NU Harus Ada Perbaikan Program
Konfercab NU Kota Bekasi, Jabar
Bekasi, NU Online
Wali Kota Bekasi, H Rahmat Effendi berpesan dan berharap, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi Jawa Barat dapat melakukan evaluasi dan perbaikan program dalam lima tahun ke depan.

Demikian diungkapkan pria yang juga sebagai Mustasyar PCNU Kota Bekasi itu dalam teks yang disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kabag Kessos) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, H Ahmad Yani pada pembukaan Konfercab IV, di Asrama Haji Bekasi, Margajaya, Bekasi Selatan, Ahad (16/12).

"Program yang selama ini berjalan baik agar terus dilanjutkan, sementara yang kurang baik, maka harus segera diperbaiki," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan, PCNU Kota Bekasi diharapkan turut andil dalam memikirkan solusi untuk memperbaiki keadaan negeri.

"Ajang konfercab ini, jangan hanya berhenti pada pemilihan ketua saja, tapi juga PCNU Kota Bekasi harus ikut memperbaiki dan memikirkan berbagai solusi untuk bangsa Indonesia," katanya.  

Dalam proses pemilihan rais dan ketua, KH Mir'an Syamsuri terpilih kembali sebagai Rais PCNU Kota Bekasi masa khidmat 2018-2023. Dengan begitu, Kiai Mir'an sudah tiga periode menjabat sebagai pimpinan tertinggi NU di Kota Bekasi.

Sedangkan yang terpilih sebagai Ketua PCNU Kota Bekasi adalah KH Madinah dari Majelis Wakil Cabang (MWC) Jatiasih. Sebelumnya, Kiai Madinah menjabat sebagai Bendahara PCNU Kota Bekasi. Kiai Mir'an terpilih berdasarkan pertimbangan dan keputusan dari Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sedangkan Kiai Madinah melalui voting.

Dari 10 MWC yang punya hak suara sekaligus ditambah dengan suara dari Ketua PCNU Kota Bekasi demisioner yakni KH Zamakhsyari Abdul Majid, sebanyak 10 suara memilih Kiai Madinah. Sedangkan satu suara lainnya memilih KH Abu Bakar, seorang calon Ketua PCNU Kota Bekasi dari Kecamatan Pondokgede. (Aru Elgete/Muiz)
Senin 17 Desember 2018 22:30 WIB
Wabup Bantul Dukung Santriversitas Persiapkan Kader Muda NU Kompeten
Wabup Bantul Dukung Santriversitas Persiapkan Kader Muda NU Kompeten
Jakarta, NU Online
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendukung langkah yang diambil oleh Santriversitas untuk ikut terlibat dalam menyiapkan generasi muda NU yang kompeten di bidangnya masing-masing.

"Saya melihat program Santriversitas ini sangat strategis untuk menyiapkan kader NU di masa depan, karena saat ini kita memerlukan sumberdaya manusia yang profesional untuk mengisi kekosongan NU yang masih kita rasakan masih banyak," ungkap Abdul Halim, Senin (17/12).

Menurut Abdul Halim, keberadaan Santriversitas akan sangat banyak berkontribusi dalam membesarkan Nahdlatul Ulama dan memajukan Indonesia

"Nah, Santriversitas ini harapannya bisa menyiapkan lebih dini kader NU utamanya santri untuk lebih menguasai disiplin ilmu yang selama ini kita kekurangan di sana, sehingga NU di masa depan bisa membawa Indonesia ini negara yang maju dan kompetitif melalui perjuangan kader-kader NU," paparnya.

Lebih lanjut, Abdul Halim berharap Santriversitas melakukan pendampingan sejak dini terhadap para santri dan kader muda NU sejak ia masuk MA/SMA/SMK.

"Kita harus mengambil langkah ini sejak dini melalui memotivasi anak-anak kita, para santri kita yang saat ini belajar utamanya dimadrasah Aliyah, SMK, SMA agar memiliki motivasi yang kuat dalam belajar di perguruan tinggi sehingga bisa menjadi ahli di bidangnya masing-masing," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Umum Santriversitas, Kumaedi menyambut baik dukungan dari wakil Bupati Bantul. Kumaedi mengatakan Santriversitas akan selalu selalu aktif terlibat dalam mengembangkan kader muda NU, utamanya dalam bidang Pendidikan.

"Kita saat ini memang sedang concern dalam pendampingan dan pengembangan santri dan kader muda NU, terutama pada bidang pendidikan," kata Kumaedi

"Hal tersebut kita lakukan dengan cara membuat pendampingan kepada santri dan kader muda NU agar bisa lolos perguruan tinggi yang ternama di Indonesia," tandasnya. (Ucok Al Ayubi/Kendi Setiawan)
Senin 17 Desember 2018 21:0 WIB
'Lamban Maslahats', Komitmen Jihad Banser Lampung
'Lamban Maslahats', Komitmen Jihad Banser Lampung
Lmban Maslahats Lampung
Bandar Lampung, NU Online
Satuan Khusus Wilayah (Satsuswil) Banser Husada (Basada) Lampung meluncurkan rumah kesehatan di tiga kabupaten/kota untuk membantu masyarakat dan mendorong tercapainya lingkungan hidup bersih.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim didampingi Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri, di Bandar Lampung, Senin (17/12) menyambut baik program tersebut dan berharap secara bertahap bisa berada di seluruh kabupaten/kota di daerah itu.

Lamban dalam bahasa Lampung berarti rumah, adapun maslahat berarti bermanfaat dan ATS merupakan kependekan dari Aji Tapak Sesontengan, metode penyembuhan penyakit medis nonmedis leluhur nusantara. Upaya tersebut untuk menegaskan Islam yang ramah, bukan Islam marah, sebagaimana video pengeroyokan dalam masjid yang baru saja viral di media sosial.

Pelaksana Tugas Kepala Satsuswil Basada Lampung Gatot Arifianto menambahkan, Lamban Maslahats ialah lokasi penyembuhan tetap menggunakan metode ATS. Layanan tersebut diberikan secara gratis serta tanpa modus jual obat.

Program tersebut merupakan sinergi dan energi cinta Satsuswil Banser Husada Lampung, Gusdurian Lampung, PC GP Ansor Way Kanan serta Yayasan ATS Global Indonesia Swarna Raya yang menaungi wilayah Sumatera hingga Malaysia untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan dan menuju lingkungan hidup bersih.

"Gus Dur sebagai guru bangsa telah mengajarkan yang lebih penting dari politik ialah kemanusiaan. Dalam Islam, jihad itu antara saling membantu sesama, bukan menebar teror dan kebencian. Termasuk bagaimana bergerak untuk menjaga lingkungan hidup tetap bersih, tidak rusak juga merupakan bentuk jihad," paparnya.

Ia melanjutkan, ATS telah teruji menangani beragam penyakit seperti asma, jantung, vertigo, migrain, diabetes, urat kejepit, asam urat, wasir, stres, kista, asam lambung, sakit gigi, mata minus dan lain-lain tanpa obat, tanpa rasa sakit hanya dengan sentuhan lembut.

"Mengulang-ulang kebaikan berangkat dari fakta di lapangan ialah pilihan bagi kami semua yang terlibat dalam program ini. Di Jawa dan Bali, komunitas ATS biasa berkumpul untuk bakti sosial bersama. Karena di Sumatera geografis dan infrastuktur beda, kami belum bisa berkumpul rutin. Maka satu cara ialah mendorong kader Ansor Banser yang telah memiliki ATS untuk membuka pelayanan di rumahnya," ujarnya.

Alasan lain ATS juga berkali-kali terbukti efektif. Pada Baksos di gelar pada Ahad (16/12) di Kasui, misalnya, Nasib Irawanto, kader Banser Kasui baru dua hari aktivasi ATS mampu membantu 84 masyarakat dalam tempo empat jam dengan tingkat kesembuhan di tempat 80 persen.

Masyarakat di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Tengah dan Way Kanan bisa mendatangi Lamban Maslahats dengan membawa sampah anorganik dapat didaur ulang (botol/gelas air mineral, kardus, buku bekas) tidak digunakan sebagai sedekah sampah.

Sedekah Sampah anorganik tersebut nantinya akan uangkan dan disalurkan dalam bentuk Sedekah Oksigen (tanaman produktif) bagi pihak membutuhkan. Namun tanpa membawa sampah anorganik pun, tetap bisa terapi, berikhtiar menyembuhkan penyakit tanpa perlu mengeluarkan biaya.

"Kami bekerjasama untuk berjuang, berusaha menjadi lebih baik bermartabat. Kedamaian dan saling menghormati harus selalu dijaga bersama," kata Kamitua (master) ATS itu lagi.

Di Bandar Lampung, pelayanan Lamban Maslahats berada di Kantor PW GP Ansor Lampung, jalan Raden Gunawan II, Rajabasa, Bandar Lampung. Setiap hari Minggu. Pukul 10.00-12.00 WIB. Informasi Agus Solikhin di nomor 0897-4240-386.

Di Lampung Tengah, lokasi Lamban Maslahats berada di Desa Lingga Pura, Kecamatan Selagai Lingga. Pelayanan setiap hari, pukul 19.30-21.00 WIB. Informasi Mashar Fanani di nomor 0856-0976-7600.

Di Way Kanan, Lamban Maslahats berada di tiga titik. Pertama, di Dusun Gajah Sakti, Kampung Tanjung Kurung Lama, Kecamatan Kasui. Setiap hari, mulai pukul 13.00 WIB. Informasi Nasib Irawanto di nomor 0853-5741-5627.

Selanjutnya di Dusun Sidorejo, Kampung Tegal Mukti, Kecamatan Negeri Besar. Setiap hari Minggu, pukul 10.00-12.00 WIB. Informasia Aan Setyawan di nomor 0823-7574-4133.

Kemudian di jalan Jendral Sudirman Km1 no 83, kelurahan dan kecamatan Blambangan Umpu. Setiap Kamis, pukul 15.30-17.00 WIB. Informasi Susana Ekawati di nomor 0853-6655-4868. (Syuhud Tsaqafi/Muiz).
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG