IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Negara Bangsa Satukan Kerajaan di Nusantara

Kamis 20 Desember 2018 16:30 WIB
Negara Bangsa Satukan Kerajaan di Nusantara
TGB Zainul Majdi (tengah)
Tangerang Selatan, NU Online
Runtuhnya Khilafah Turki Utsmani membuat bangsa Arab menjadi terbagi ke beberapa negara. Lahirnya negara bangsa itu memecah belah kekuatan umat di Arab. TGB Muhammad Zainul Majdi mengatakan bahwa hal itu berbeda konteksnya dengan di Indonesia.

"Di Indonesia justru menyatukan, sebelumnya kerajaan-kerajaan kecil," katanya saat Kajian Membumikan Al-Qur'an (KMQ) di Pusat Studi Al-Qur'an, Jalan Kertamukti, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis (20/12).

Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OAAI) cabang Indonesia itu menjelaskan bahwa sebelum ada Indonesia, banyak kerajaan yang berkuasa di pulau-pulau di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku.

"Ketika lahir negara bangsa, maka kekuatan kecil itu menyatu," terangnya pada diskusi yang mengangkat tema Dari Ideologi Khilafah ke Manusia Khalifah: Al-Qur'an, Kontestasi Ideologi dan Pragmatisme Politik itu.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menyatakan bahwa nasionalisme Timur Tengah itu nasionalisme artifisial, sedang nasionalisme di Indonesia merupakan nasionalisme perjuangan.

Oleh karena itu, ia meminta kepada para peserta agar dalam membaca naskah itu tidak melepaskan konteksnya. Karya para ulama Arab tidak sepenuhnya cocok diterapkan di Indonesia mengingat konteksnya yang berbeda. "Karya harus dilihat konteksnya, jangan kita baca satu tulisan lepas dari konteksnya," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur PSQ KH Quraish Shihab dan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama Muchlis Muhammad Hanafi. (Syakir NF/Muiz)
Bagikan:
IMG
IMG