IMG-LOGO
Nasional

183 Mahasiswa Ikuti Tes Tertulis Beasiswa LAZISNU

Kamis 20 Desember 2018 20:0 WIB
Bagikan:
183 Mahasiswa Ikuti Tes Tertulis Beasiswa LAZISNU
Jakarta, NU Online
NU Care-LAZISNU mengadakan tes tertulis bagi calon penerima beasiswa NU Care Scholarship 2018. Sebanyak 183 mahasiswamengikuti ujian yang bertempat di Masjid Annahdlah PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, Kamis (20/12).

Penanggugjawab seleksi, Slamet Tuhari mengatakan para peserta yang mengikuti ujian pada hari ini diseleksi dari 1.370 peserta yang mendafatarkan diri dan lolos seleksi berkas.

“Mereka berasal dari 17 perguruan tinggi se-Jabodetabek baik negeri maupun swasta,” kata Slamet.

Ia menambahkan ada tiga tahapan untuk seleksi beasiswa ini. Tahapan pertama adalah tahapan administrasi yang dilakukan secara online diselenggarakan tanggal 1-12 Desember 2018. Tahapan yang kedua adalah tahapan tes tertulis yang berupa tes potensi akademik, BTA, dan ke-NU an.

“Bagi yang lolos pada tahap kedua akan masuk pada tahap ketiga yaitu tes PPI dan wawancara. Setelah melakukan tiga tahapan tersebut akan diumumkan siapa saja yang mendapat beasiswa dan hanya diambil 50 orang saja,” terangnya.

Menurut Slamet setiap tahun NU Care- LAZISNU rutin mengadakan program beasiswa serupa. Tujuan diberikannya beasiswa untuk membantu mahasiswa mendapatkan akses kebutuhan dalam pendidikan dengan membantu pembiayaan setiap semesternya. 

Salah satu peserta ujian, Ilmi Firdausi, mahasiswa UIN Syarih Hidatullah mengatakan mengikuti ujian ini karena ingin memanfaatkan peluang. Adapun Ahmad Ardiansyah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPBI Jurusan Teknologi dan Manajemen Ternak, mengatakan ikut serta dalam ujian beasiswa ini karena sebagai mahasiswa dengan harapan dapat membantu dalam segi belajar yang lebih baik lagi. 

“Bila saya diterima yang pasti bersyukur kepada Allah SWT, saya akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan membawa nama baik NU,” ujarnya optimis. (Kendi Setiawan)

Bagikan:
Kamis 20 Desember 2018 22:30 WIB
Wapres Jusuf Kalla dijadwalkan Luncurkan Pembangunan UIM
Wapres Jusuf Kalla dijadwalkan Luncurkan Pembangunan UIM
Rektor UIM Makassar temui Wapres di Jakata
Makassar, NU Online
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla dijadwalkan meluncurkan pembangunan infrastruktur Universitas Islam Makassar (UIM) di Auditorium KH Muhyiddin Zain pada Sabtu (22/11).

Hal ini diungkapkan Rektor UIM, Majdah Agus Arifin Nu'mang saat ditemui di kampus UIM saat memantau persiapan kehadiran RI 2 di UIM, Kamis (20/12)

"Insyaallah beliau siap hadir, setelah kami audiensi di Istana Wakil Presiden beberapa hari lalu," ujarnya kepada NU Online.

Tak hanya itu, kedatangan Ketua Dewan Penyantun UIM ini, diawali silaturahim Trimatra yang terdiri dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulsel, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, dan sivitas akademika UIM, kemudian dilanjutkan peluncuran pembangunan infrastruktur UIM berupa gedung Rektorat, gedung Perpustakaan,  ruang serba guna, student centre, fasilitas olahraga, dan menara UIM.  

Kedatangan Wapres ke UIM juga sekaligus untuk meresmikan Laboratorium Fakultas Teknik yang juga merupakan bantuan kemasyarakatan Wakil Presiden tahun anggaran 2017.

Universitas Islam Makassar adalah salah satu perguruan tinggi Islam di Kota Makassar. UIM merupakan merger dari dua sekolah tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Gazali. 

Pada tahun 2000 atas izin dari Dikti, maka didirikanlah Universitas Islam Makassar dengan delapan fakultas, yaitu Fakultas Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Sastra dan Humaniora, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. (Andy Muhammad Idris/Muiz)
Kamis 20 Desember 2018 17:0 WIB
KONGRES IPNU IPPNU
Besok, Presiden Jokowi Buka Kongres IPNU-IPPNU di Istana Negara
Besok, Presiden Jokowi Buka Kongres IPNU-IPPNU di Istana Negara
Kongres IPNU IPPNU di Cirebon, Jabar
Jakarta, NU Online
Presiden H Joko Widodo direncanakan memberikan pengarahan sekaligus membuka Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama XIX dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama XVIII di Istana Negara, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/12). Kongres kali ini mengangkat tema besar Pelajar Hebat, NKRI Bermartabat.

"Insyaallah Pak Jokowi akan memberikan arahan sekaligus membuka Kongres IPNU-IPPNU nanti, mohon doa restunya, semoga acara kongres ini berjalan dengan lancar,” kata Ketua Umum IPPNU, Puti Hasni kepada NU Online, Senin (20/12).

Puti berharap, Presiden Jokowi bisa membawa visi misi pelajar NU dan lebih pro aktif terhadap pelajar. Sebab, menurutnya, pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan.

“Maka pelajar yang masih terpinggirkan dan dianggap sebelah mata saat ini bisa selangkah lebih maju,” jelasnya.

Pada pembukaan ini, sejumlah tokoh juga direncanakan hadir, seperti Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan sejumlah menteri kabinet kerja.

Seusai pembukaan, para peserta langsung bertolak ke Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, untuk melanjutkan rangkai pembukaan kongres. Forum tertinggi di lingkungan pelajar NU ini sendiri berlangsung hingga Senin (24/12). 

Nantinya, pada forum ini, para peserta membahas lima agenda utama, yakni pembahasan dan pengesahan tata tertib Kongres XIX IPNU dan Kongres XVIII IPPNU.

Selanjutnya, laporan pertanggungjawaban PP IPNU-PP IPPNU masa khidmat 2015-2018 dan pandangan umum, pengesahan hasil sidang komisi, persidangan tata tertib pemilihan ketua umum, dan pemilihan ketua umum PP IPNU-PP IPPNU masa khidmat 2018-2021. (Husni Sahal/Muiz)
Kamis 20 Desember 2018 16:30 WIB
Negara Bangsa Satukan Kerajaan di Nusantara
Negara Bangsa Satukan Kerajaan di Nusantara
TGB Zainul Majdi (tengah)
Tangerang Selatan, NU Online
Runtuhnya Khilafah Turki Utsmani membuat bangsa Arab menjadi terbagi ke beberapa negara. Lahirnya negara bangsa itu memecah belah kekuatan umat di Arab. TGB Muhammad Zainul Majdi mengatakan bahwa hal itu berbeda konteksnya dengan di Indonesia.

"Di Indonesia justru menyatukan, sebelumnya kerajaan-kerajaan kecil," katanya saat Kajian Membumikan Al-Qur'an (KMQ) di Pusat Studi Al-Qur'an, Jalan Kertamukti, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis (20/12).

Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OAAI) cabang Indonesia itu menjelaskan bahwa sebelum ada Indonesia, banyak kerajaan yang berkuasa di pulau-pulau di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku.

"Ketika lahir negara bangsa, maka kekuatan kecil itu menyatu," terangnya pada diskusi yang mengangkat tema Dari Ideologi Khilafah ke Manusia Khalifah: Al-Qur'an, Kontestasi Ideologi dan Pragmatisme Politik itu.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menyatakan bahwa nasionalisme Timur Tengah itu nasionalisme artifisial, sedang nasionalisme di Indonesia merupakan nasionalisme perjuangan.

Oleh karena itu, ia meminta kepada para peserta agar dalam membaca naskah itu tidak melepaskan konteksnya. Karya para ulama Arab tidak sepenuhnya cocok diterapkan di Indonesia mengingat konteksnya yang berbeda. "Karya harus dilihat konteksnya, jangan kita baca satu tulisan lepas dari konteksnya," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur PSQ KH Quraish Shihab dan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama Muchlis Muhammad Hanafi. (Syakir NF/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG