IMG-LOGO
Nasional

KH Quraish Shihab: Jangan Bertakbir Menimbulkan Emosi


Jumat 21 Desember 2018 13:00 WIB
Bagikan:
KH Quraish Shihab: Jangan Bertakbir Menimbulkan Emosi
KH Quraish Shihab (kiri)
Tangerang Selatan, NU Online
Takbir seringkali diteriakkan oleh sekelompok orang dalam suatu perkumpulan. Hal ini menuai komentar dari pakar tafsir Indonesia KH Quraish Shihab.

"Jangan bertakbir yang menimbulkan emosi yang bisa membuat orang terpecah belah," tegasnya pada acara Kajian Membumikan Al-Qur'an (KMQ) di Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ), Jalan Kertamukti, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (20/12).

Ucapan itu disampaikannya dengan penuh tekanan, hal itu langsung menuai tepuk tangan dari para peserta tanda setuju. Pasalnya, sebelumnya ada anggota eks-HTI berbicara menyampaikan argumen dan pertanyaan pada sesi tanya jawab. Saat ia berbicara itu, ada yang meneriakkan takbir.

Direktur PSQ itu berpesan agar Muslim tidak mengotori asma-Nya, tapi menyucikan-Nya. Hal ini bisa dilakukan dengan tidak menyebutkannya di kamar mandi, misalnya.

"Sucikanlah nama-Nya, jangan bertasbih di kamar mandi," katanya pada diskusi bertema Dari Ideologi Khilafah ke Manusia Khalifah: Al-Qur'an, Kontestasi Ideologi dan Pragmatisme Politik itu.

Lebih lanjut, mengutip Imam Malik, ia meminta agar tidak mengatakan Semoga Allah memberi saat tidak mampu memberi peminta-minta. Hal ini, menurutnya, bisa menimbulkan kesan Allah tidak memberikannya.

Kegiatan dwimingguan ini menghadirkan Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OAAI) cabang Indonesia TGB Muhammad Zainul Majdi dan Kepala Lembaga Pentashihan Al-Qur'an Kementerian Agama Muchlis Muhammad Hanafi. (Syakir NF/Muiz)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG