IMG-LOGO
Nasional

PBNU Rancang Fikih Kesenian untuk Forum Munas 2019

Jumat 21 Desember 2018 16:11 WIB
Bagikan:
PBNU Rancang Fikih Kesenian untuk Forum Munas 2019
Jakarta, NU Online
Pengurus Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) memasukkan sejumlah masalah kesenian ke dalam inventarisasi persoalan yang akan dibahas di Forum Munas NU 2019 mendatang. Mereka akan membahas secara rinci jenis-jenis kesenian pada forum Munas NU 2019 di Kota Banjar, Jawa Barat.

Sekretaris LBM PBNU Ustadz H Sarmidi Husna mengatakan bahwa fiqih kesenian ini cukup penting karena hampir setiap hari masyarakat menikmati pelbagai jenis kesenian. Kesenian sudah menjadi bagian keseharian masyarakat.

“Masalah ini kita angkat untuk mendudukan persoalan kesenian dalam hukum Islam,” kata Ustadz H Sarmidi dalam rapat inventarisasi masalah persiapan Munas NU 2019 di Jakarta, Kamis (20/12).

Pengurus LBM PBNU akan membuat draf pembahasan seni musik, seni tari, seni tarik suara, seni pertunjukan, seni perfilman, dan sejumlah jenis kesenian lainnya. Mereka sedang mengumpulkan sejumlah bahan materi yang diperlukan dalam penyusunan draf.

“Sebelumnya banyak sekali pertanyaan masyarakat yang masuk ke kantor kita perihal pelbagai jenis kesenian. Sementara masalah ini juga menjadi diskusi di tengah masyarakat,” kata Usadz H Sarmidi.

Menurutnya, pembahasan kesenian dalam konteks bahtsul masail ini sangat penting. Masalah ini sebenarnya telah lama menjadi keresahan pengurus LBM PBNU. Hanya saja baru pada kesempatan Munas NU 2019 ini pengurus LBM PBNU berkesempatan memasukkan tema kesenian ini ke dalam daftar pembahasan.

LBM PBNU membentuk tim kecil untuk menindaklanjuti hasil rapat berupa rancangan materi kesenian. Selain kesenian, LBM PBNU juga membahas masalah perlindungan hak konsumen, soal ekspresi kebudayaan, soal pengelolaan sampah, ekstraksi sumber daya mineral.

“Ini sejumlah masalah yang terpikir oleh kami. Kami juga masih menunggu usulan tema dari pengurus wilayah NU di daerah-daerah,” kata H Sarmidi. (Alhafiz K)
Tags:
Bagikan:
Jumat 21 Desember 2018 23:0 WIB
NU PEDULI SULTENG
NU Peduli Resmikan Masjid Annahdliyah di Sigi Biromaru
NU Peduli Resmikan Masjid Annahdliyah di Sigi Biromaru
Sigi, NU Online
Usai Syukuran dan penyerahan secara simbolis kunci hunian sementara (Huntara) di Pos Pengungsian Petobo, kini giliran Masjid Annahdliyah Lolu Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi Biromaru diresmikan oleh PCNU Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Jumat (21/12) siang.

Manager NU Care-LAZISNU Sidoarjo A'at Choiruddin mengungkapan, dibangunnya mesjid hasil kerja sama NU Sidoarjo dan warga yang sudah berdonasi melalui NU Care-LAZISNU Sidoarjo. Kehadiran masjid diharapkan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt serta sebagai sarana berkumpulnya warga bermusyawarah, menjadi tempat munculnya inspirasi bagi warga.

"Alhamdulilah peresmian ini berlangsung khidmat, sederhana dan penuh makna. Semoga manfaat, menjadi simbol kebangkitan korban gempa tsunami Palu, bangkit iman dan takwanya,  bangkit harapannya, bangkit ekonominya,  bangkit semangatnya. Aamiin ya rabbal alamin," ucap Gus A'at sapaan karibnya.

Sekretaris Koordinator NU Peduli, Handrianto WSA menyampaikan dengan adanya fasilitas masjid bisa dimanfaatkan sebagai situasi untuk bangkit dari keterpurukan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan, bangkit dari keterpurukan sesuai maknanya 'Annahdliyah'.

"Di tengah-tengah bencana kita harus tak henti- hentinya bersyukur, dan menikmati fasilitas rumah ibadah yang telah dibangun atas kerja sama, tenaga Sahabat-sahabat  PCNU Sidoarjo melalui NU Peduli. Tentunya tak lupa kita patut bersyukur kepada nikmat-Nya diberikan rezeki melalui NU Sidoarjo," kata dia.

Persemian masjid juga dihadiri masyarakat dan tokoh setempat. (Ibrahim/Kendi Setiawan)
Jumat 21 Desember 2018 22:45 WIB
Pesan Ketua MPR RI kepada Kader IPPNU untuk Kedaulatan Bangsa
Pesan Ketua MPR RI kepada Kader IPPNU untuk Kedaulatan Bangsa
Cirebon, NU Online
Temu Tokoh Nasional Kebangsaan adalah rangkaian kegiatan Kongres  XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Bekerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dihadiri oleh Ketua MPR RI H Zulkifli Hasan sebagai narasumber. Bertempat di aula al-Ghadier dan dihadiri oleh sebagian peserta kongres IPPNU yang sudah datang dari berbagai daerah. 
 
Acara dimulai dengan penampilan hadrah oleh tim dari Pondok Pesantren KHAS Kempek sebagai pembuka yang melantunkan Syubbanul Wathan, Mars IPNU dan Mars IPPNU. Dilanjutkan sambutan oleh KH Muhammad Bin Ja’far, selaku pengasuh. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan kepada para anggota IPPNU.

"Pemuda dan pemudi sekarang adalah calon pemimpin di masa mendatang," katanya.

Ketua MPR RI H Zulkifli Hasan menyampaikan tantangan yang dihadapi oleh pemuda pemudi di era millinial saat ini. "Orang yang peradabannya maju, merupakan kemajuan sebuah bangsa," katanya.

Ia menceritakan sejarah bagaimana Islam pernah mencapai puncak kejayaannya, serta bagaimana Indonesia dapat merdeka melalui perjuangan para ulama yang saat ini lebih kita kenal dengan Resolusi Jihad.

Tolok ukur kemajuan peradaban dilihat melalui tiga aspek utama yang pertama, ilmu pengetahuan dan teknologi, yang kedua kemampuan membaca buku-buku ilmiah dan terakhir kemampuan matematika.

Ia menegaskan prestasi bisa dicapai dengan perjuangan, kerja keras dan sungguh-sungguh. "Janganlah kita menyia-nyiakan waktu. Kita harus punya nilai lebih yaitu dengan cara menambah ilmu, lalu upgrade diri dengan belajar, observasi bagaimana cara sukses dan hindari cara orang yang gagal. Karena hidup adalah pilihan. Cari inspirasi dan segera tentukan target untuk meraih sukse," pesannya. (Marleni/Kendi Setiawan)

Jumat 21 Desember 2018 22:30 WIB
LPBI NU Perkuat Pemuda Tanggap Bencana
LPBI NU Perkuat Pemuda Tanggap Bencana
Mamuju, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menggelar Pelatihan Relawan Pemuda Tanggap Bencana di Hotel Pantai Indah Mamuju.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kasubdit Pengembangan Desa pada Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Dzikro, Sekretaris Umum LPBI NU Yayah Ruchyati, Perwakilan Dispora Sulbar, Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mamuju Ashari Rauf dan Kasatkorcab Banser Mamuju Muh. Ikhsan Hidayah.

Sementara, peserta dalam kegiatan ini terdiri dari kader GP Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), IPNU dan IPPNU. Para peserta akan mengikuti pelatihan selama 3 hari, 21-24 Desember 2018.

Sekretaris LPBI NU, Yayah Ruchyati mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mengembangkan potensi pemuda agar dapat berpartispasi dan berkontribusi dalam penanggulangan bencana, dan mengembangkan kompetensi pemuda dalam penanggulangan bencana.

“Sebagai daerah yang sering gempa di Sulbar ini, tentu kita harus mempunyai pengetahuan terkait kebencanaan. Paling tidak kita bisa meminimalisir korban saat terjadi bencana,” kata Yayah dalam sambutannya, Jumat (21/12).

“LPBI NU ini bekerjasama dengan Kemenpora. Ini bukti bahwa NU sendiri punya LPBI nya yang menanggulangi bencana,” tambahnya.

Menurut Yayah, ada tiga isu yang menjadi fokus LPBI NU, yakni tentang penanggulangan bencana, perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.

“Kita satu-satunya NGO (Non Governmental Organization) yang menyatukan tiga isu ini. Jadi tanggap bencana hanya NU yang menyatukan isu ini. Dan selama ini LPBI NU sudah bersinergi dengan IPPNU dan IPNU, kemudian LAZIS NU,” sebut Yayah.

Melalui kegiatan tersebut, Yayah yang juga pengurus Muslimat NU ini berharap, agar kedepan LPBI NU dapat terbentuk di Sulawesi Barat.

“Harapannya di Sulbar nanti segera terbentuk, karena memang selama ini belum ada. Jadi ketika teman-teman sudah dibekali dengan kebencanaan, semoga PWNU bisa membentuk dan semua yang hadir bisa bergabung nantinya,” ucapnya.

Ia juga berharap, melaui kegiatan tersebut lahir kompetensi dan kepeloporan pemuda di Sulbar dalam penanggulangan bencana.

“Juga kita harapkan dapat meningkatnya pengetahuan tentang penanggulangan bencana. Kemudian nanti, ilmu yang diperoleh dari acara ini dapat disebarluaskan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” simpulnya.

Sekadar diketahui, dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan sejumlah Narasumber, seperti Kepala BPBD Sulbar Darno Madjid, perwakilan Kemenpora, Dispora Sulbar, pakar dan ahli penanggulangan bencana serta tim fasilitator dari pusat. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG