IMG-LOGO
Pemberdayaan

UKM LPNU Blitar Siap Penuhi Pasar Singapura

Ahad 23 Desember 2018 13:0 WIB
Bagikan:
UKM LPNU Blitar Siap Penuhi Pasar Singapura
Kru UKM Blitar pameran di Singapura
Singapura, NU Online
Niat Pengurus Cabang Lembaga Pereknomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Blitar Jawa Timur melakukan pengiriman produk peternakan dan perikanan ke pasar Singapura mendapat sambutan luar biasa dari semua pihak.

Setelah didukung oleh Pemkab Blitar dan Bank Indonesia (BI) Kediri, dalam hal ini Bupati Rijanto dan Duta Besar Indonesia Singapura.

"Yang terbaru kita dapat dukungan dari Bank Indonesia perwakilan di Singapura," ujar Abdul Azis Ketua Lembaga Perekonomian NU Kabupaten Blitar, Ahad (23/12)," ujarnya kepada NU Online.

Dikatakan, selama ini kita selalu bekerja sama dengan BI. Maka begitu kami berencana mensuplai produk unggulan wirausaha UKM Nahdlatul Ulama), Kubli (Koperasi UKM Blitar Raya), dan kampung cokelat ke Singapura mereka sangat antusias membantu. 

"Kami minta doa semua pihak agar rencana ini bisa berjalan lancar dan sukses," tambahnya.

Sebagaimana diketahui Lembaga Perekonomian NU Kabupaten Blitar bersama dengan 17 UKM dari Indonesia ikut ambil bagian dalam RI SING Design Bazaar yang merupakan kerja sama KBRI Singapura, National Design Centre, dan Asian Civilisation Museum.

Mereka  menawarkan beragam produknya yang terdiri dari fashion, jewelry, handicraft, light-furniture, kopi, hingga makanan, dan minuman ringan. Pameran Produk UKM berlangsung mulai tanggal 21 lalu hingga 23 Desember  2018 hari ini.

"Selama tiga hari pameran banyak hasil yang kita dapat dengan banyaknya penawaran untuk mengajak kerjasama. Kesempatan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk pertumbuhan ekonomi anggota UKM di lingkungan NU Kabupateen Blitar. Karena ke depan prospeknya sangat bagus," ujar Ketua IKA PMII Blitar Raya itu. (Imam Kusnin Ahmad/Muiz)
Bagikan:
Sabtu 22 Desember 2018 23:30 WIB
Jajaki Pasar Internasional, UKM LPNU Blitar Pameran di Singapura
Jajaki Pasar Internasional, UKM LPNU Blitar Pameran di Singapura
LPNU Blitar gelar pameran di Singapura
Singapura, NU Online
Sebanyak 18 kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari Indonesia mengikuti SING Design Bazaar di pelataran Empress Place, Asian Civilisation Museum, Singapura. 

Lembaga Perekonomian Nahdlatul Uama (LPNU) Kabupaten Blitar Jawa Timur ikut ambil bagian dalam kegitan itu dengan memamerkan produk Wiranu (wirausaja UKM Nahdlatul Ulama), Kubli (koperasi UKM Blitar Raya), dan kampung cokelat.

Sementara 17 UKM (exhibitors) lain  menawarkan beragam produknya yang terdiri dari fashion, jewelry, handicraft, light-furniture, kopi, hingga makanan dan minuman ringan.

Pameran Produk UKM asal Indonesia ini berlangsung dari tanggal 21-23 Desember 2018 merupakan komitmen Dubes RI Singapura, Ngurah Swajaya untuk mendorong akses pasar di Singapura bagi produk UKM binaan Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan.

RI SING Design Bazaar adalah kerja sama KBRI Singapura, National Design Centre, dan Asian Civilisation Museum. Kegiatan serupa diselenggarakan akhir tahun 2017 di National Design Centre. 

Pada tahun 2018 RI SING Design Bazaar berpindah tempat setelah Asian Civilisation Museum menawarkan kawasan bergengsi Empress Place yang berada di pusat Kota Singapura. Lokasi itu di desain khusus dalam tenda kontemporer yang berada di tengah-tengah bangunan pencakar langit pusat keuangan Singapura.

Dalam sambutanya, Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah kongkrit KBRI Singapura untuk membuka akses Pasar Singapura dan Global bagi pelaku UMKM. 

“Tiga kunci sukses yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha UKM, yaitu, pemanfaatan teknologi, inovasi dan kualitas, serta jaringan kerja sama, dan ketiga hal inilah yang ditawarkan di RI SING Design Bazaar,” ucapnya.

Ia juga mengharapkan bazar ini tidak berhenti pada sekedar pameran dan penjualan langsung untuk memanfaatkan hari raya di akhir tahun, tetapi juga dapat dipergunakan untuk menjalin interaksi dan kerja sama berkelanjutan. 

“Tujuan kita adalah memanfaatkan kontak menjadi kontrak, dan sekaligus memanfaatkan Singapura sebagai hubungan untuk menembus pasar di luar Singapura, termasuk dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” ujar Dubes Ngurah.

Pada hari pertama RI SING Bazaar, terdapat beberapa inquiries dari pelaku usaha Singapura, antara lain berupa kopi dan teh hitam. Salah satu peserta juga menawarkan produk peternakan, seperti telur dan ikan dari Blitar, Jawa Timur. Mereka bahkan menyampaikan kesiapannya untuk mensuplai telur produksi Blitar ke Singapura.

"Kami siap dan mengamini apa yang disampaikan pak Dubes asal harga telurnya nanti berpihak kepada peternak ayam yang selama ini harganya selalu dipermainkan secara kartel," ujar Ketua LPNU Kabupaten Blitar Abdul Aziz.

Ia mengatakan, selama ini Singapura untuk kebutuhan tersebut disuplai Malaysia dan saat ini kedua negara tersebut nampaknya kurang harmonis dan negeri Ringgit memutuskan menghentikan suplai kebutuhan itu.

"Kalau itu terjadi, Indonesia khususnya LPNU Blitar menyatakan siap ambil alih kebutuhan telur dan ikan ke Singapura, kalau malaysia benar menyetop kebutuhan bahan pokok negara Singapura," kata Aziz. 

Dikatakan, ikan yang dimaksud adalah Ikan lele, Nila Merah, dan Fillet ikan patin frozen. Bahkan kebutuhan buah tropis, lanjut Azis  Blitar juga siap akan memenuhi kebutuhan Singapura. Jumlah ayam petelur blitar sebanyak 20 juta ekor lebih. Sedangkan jumlah penduduk Singapura hanya 4.5 juta orang. 

"Kami sudah koordinasi dengan Pak Bupati Blitar dan BI Kediri dan mereka berdua sangat mendukungnya," pungkasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Muiz)
Selasa 11 Desember 2018 9:45 WIB
Rasakke dan Khinza, Produk PRNU Pacarpeluk yang Pas Buat Oleh-oleh
Rasakke dan Khinza, Produk PRNU Pacarpeluk yang Pas Buat Oleh-oleh
Makanan ringan buatan PRNU Pacarpeluk, Jombang
Jombang, NU Online
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur melalui Kelompok Usaha Bersamanya (KUBe) memproduksi kripik pisang dengan merek 'Rasakke dan Khinza'. Dua merek tersebut terbuat dari pisang yang memang dikelola oleh warga NU setempat. 

Sejak unit usaha dirintis, tepatnya sekitar pertengahan November 2018 lalu, PRNU gencar memperkenalkannya kepada sejumlah lapisan masyarakat di berbagai kesempatan. Setelah masyarakat banyak mengenal, PRNU kemudian memasarkannya, baik melalui jalur online maupun offline atau langsung.

"NU Pacarpeluk mulai memasarkan produk-produk binaannya. 'Rasakke dan Khinza' adalah dua merek dagang yang dipasarkan melalui jalur online dan jejaring media sosia juga dikenalkan kepada masyarakat langsung," kata Ketua PRNU Pacarpeluk Nine Adien Maulana kepada NU Online, Senin (10/12).

Ia mengungkapkan, usaha hasil kerja sama dengan Yayasan Astra Honda Motor tersebut saat ini mulai masuk ke berbagai daerah, selain Jombang sendiri, di daerah luar seperti Kabupaten Trenggalek, produk itu sudah mulai tersebar. "Keluar Jombang sudah kita kenalkan dan juga kita pasarkan," ucapnya.

Di samping itu, imbuh dia, sejumlah pengurus NU Pacarpeluk juga memasarkannya kepada berbagai komunitas yang mereka kenal. "Produk ini secara bertahap dikenalkan kepada berbagai komunitas. Komunitas guru-guru SMA Negeri 2 Jombang adalah salah satunya," jelasnya.

Menurut dia, kripik pisang tersebut cocok untuk oleh-oleh, lantaran dikemas dengan cukup simpel dan diolah dengan rasa original yang renyah dan gurih. "Ini adalah rasa yang paling banyak diminati oleh konsumen," tuturnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Jumat 7 Desember 2018 19:30 WIB
Ranting NU Pacarpeluk Mulai Panen Atas Usaha yang Dirintisnya
Ranting NU Pacarpeluk Mulai Panen Atas Usaha yang Dirintisnya
Usaha persewaan alat bangunan, PRNU Pacarpeluk, Jombang
Jombang, NU Online
Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Nahdlatul Ulama (NU) Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mulai menerima hasil atas usaha yang dirintisnya.

Beberapa usaha yang sedang berjalan, yakni penggemukan kambing, penyewaan alat bangunan, pembuatan batako, bahkan di antara beberapa produk yang sudah tersebar luas adalah meliputi hasil produksi kuliner, sepatu dan sandal. 

"Usaha lain yang sedang digeluti warga NU Pacarpeluk, yaitu merintis budidaya pisang dan pengolahannya serta tanaman semangka di lahan seluas 7000 meter persegi, usaha ini dinilai cukup membantu perekonomian warga," ujar Ketua Pengurus Ranting NU Pacarpeluk Nine Adien Maulana.

Dikatakan, sejak persewaan alat bangunan berupa scaffolding dikenalkan kepada warga, ia mengaku mendapat respon positif dari mereka.

"Jasa persewaan scaffolding yang dikelola KUBe NU Pacarpeluk mulai dikenal dan dimanfaatkan warga. Melalui jaringan warga yang berprofesi sebagai tukang bangunan, jasa ini dipromosikan," katanya, Jumat (7/12).

Kali pertama, persewaan itu dimanfaatkan Slamet, salah seorang warga Desa Sumberagung, Megaluh. Ia hendak merehab rumahnya dengan mengganti atap yang sebelumnya memakai genting menjadi atap seng galvalum. Menurut pengakuan yang diterima dirinya, Slamet merasa terbantu. "Alhamdulillah, ia merasa sangat terbantu dengan jasa sewa ini," ujar dia.

Dikatakan, scaffolding merupakan alat bantu terbuat dari besi yang memudahkan kerja para tukang bangunan. Mereka bisa fokus kerja pada objek bangunan tanpa disibukkan lagi dengan alat bantu lainnya. "Biayanya pun jauh lebih murah daripada membuat sendiri," jelasnya.

Bagi masyarakat yang juga membutuhkan alat tersebut, paparnya, bisa menghubungi KUBe NU Pacarpeluk di Dusun Peluk RT 03 RW 04, Pacarpeluk, Megaluh. Atau menghubungi nomor telepon 0856 5534 0317. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG