Pertambahan Usia Penduduk Produktif, Berkah Bagi Ekonomi Bangsa

Pertambahan Usia Penduduk Produktif, Berkah Bagi Ekonomi Bangsa
Alissa Wahid (kanan)
Alissa Wahid (kanan)
Bekasi, NU Online
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Qotrunnada Munawaroh atau Alissa Wahid mengingatkan soal dampak positif dan negatif dari pertambahan jumlah penduduk usia produktif Indonesia pada 2028-2032 mendatang.

Hal tersebut diungkapkannya dalam Pembukaan Rakornas Lakpesdam NU, di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (22/12).

"Jika sejak saat ini SDM kita dipersiapkan dengan baik, maka pertambahan penduduk usia produktif Indonesia itu bisa menjadi berkah bagi ekonomi bangsa," kata putri sulung KH Abdurrahman Wahid ini.

Ia melanjutkan, salah satu cara memajukan perekonomian bangsa adalah membekali masyarakat dengan berbagai pelatihan kerja yang tersertifikasi dengan baik.

"Sehingga, penduduk usia produktif ini memiliki SDM yang tinggi dan kemampuan yang baik. Mereka dapat bersaing dengan tenaga kerja asing pada era persaingan pasar bebas tenaga kerja pada 2028-2032. Namun jika sebaliknya, dapat dipastikan bakal memunculkan persoalan sosial yaitu pengangguran besar-besaran," pungkas Alissa. 

Rakornas Lakpesdam NU yang dihadiri seluruh ketua cabang Lakpesdam NU se Indonesia, di samping mendengarkan paparan dari berbagai pihak menyongsong satu abad Nahdlatul Ulama, juga membahas isu-isu strategis untuk kemajuan NU ke depan.

Ketua Lakpesdam PBNU, Rumadi Ahmad menejelaskan, menjelang satu abad Nahdlatul Ulama, ada dua mandat yang dituangkan dalam AD/ART NU terus dioptimalkan. Ia menuturkan, Lakpesdam akan terus melakukan kajian-kajian pada segala persoalan strategis salah satunya Revolusi Industri 4.0.  

“Kedua melakukan pengembangan SDM, untuk apa, tentu tujuan pertama untuk meningkatakan kemampuan SDM di lingkungan NU, kalau SDM NU kuat maka akan memberikan kontribusi terhadap SDM secara eksternal,” pungkasnya. (Khaifah IP/Aru Elgete/Muiz)
BNI Mobile