IMG-LOGO
Nasional

Menpora dan Peserta Kongres Pelajar NU Doakan Korban Tsunami

Ahad 23 Desember 2018 18:15 WIB
Bagikan:
Menpora dan Peserta Kongres Pelajar NU Doakan Korban Tsunami
Cirebon, NU Online
Duka atas musibah tsunami terasa di tengah arena kongres XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/12). Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi yang menghadiri forum nasional ini menginformasikan bencana tersebut dan meminta peserta kongres untuk berdoa bersama.

Menpora memimpin doa untuk para korban. Menpora duduk di panggung utama dengan didampingi Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora H Asrorun Ni’am Sholeh, Bupati Banyuwangi Abdullah Azawar Anas, Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid, dan Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

“Yuk, kita doain mereka. Semoga Allah memberikan tempat termulia bagi mereka, tempat di surga-Nya. Korban yang belum ditemukan, semoga ditemukan dalam keadaan selamat, sehat, wal afiat. Keluarganya diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menerima musibah ini. Amiiin ya Rabbal alamin. Lahum Al-Fatihah. Al-Fatihah. Al-Fatihah,” kata Menpora memimpin doa.

Di hadapan peserta kongres, pria kelahiran Bangkalan, Madura ini pun mengingatkan bahwa musibah bisa datang menimpa siapa pun, termasuk orang-orang tercinta di lingkungannya. Namun demikian, ia menyakini bahwa setiap musibah menyimpan hikmah.

“Allah menguji siapa pun dengan takaranya dengan kapasitasnya. Karenanya kita harus sabar dan ikhlas (dalam menerima musibah),” katanya mengingatkan.

Setelah gempa dan tsunami menimpa sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat dan gempa terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Tengah, kini musibah tsunami melanda tiga kabupaten, yakni Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Data sementara per 23 Desember 2018 pukul 13.00 WIB menyebutkan 168 orang meninggal dunia, 745 orang korban luka-luka, dan 30 orang yang belum ditemukan. (Husni Sahal/Alhafiz K)
Tags:
Bagikan:
Ahad 23 Desember 2018 23:45 WIB
KONGRES IPNU IPPNU
Pelajar NU Harus Persiapkan Diri Hadapi Bonus Demografi
Pelajar NU Harus Persiapkan Diri Hadapi Bonus Demografi
Cirebon, NU Online
Menghadapi Bonus demografi di Indonesia yang puncaknya diprediksi terjadi pada 2030 harus mulai dipersiapkan oleh pelajar-pelajar Nahdlatul Ulama, sehingga kehadirannya menjadi anugerah, bukan bencana.

"Diharapkan nanti rekan-rekan dari pelajar NU, apalagi ini momentum kongres, nanti muncul pemikiran dari rekan-rekan untuk menjawab tantangan bonus demografi," kata Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Choirul Mubtadi'in kepada NU Online di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/12).

Ia sendiri mengemukakan beberapa segmentasi yang perlu menjadi perhatian pelajar NU dalam menghadapi bonus demografi.

Pertama, politik. Menurut pria yang kerap disapa Di'in ini, pelajar NU harus menjawab tantangan politik ke depan. Sebab nantinya, mayoritas yang mengisi politik pada bonus demografi adalah generasi milenial.

Kedua, ekonomi kreatif. Ia mengatakan, ekonomi kreatif dengan membuat  berbagai lompatan sangat diperlukan di era disrupsi yang ditandai dengan kecanggihan teknologi. 

"Inovasi-inovasi (memanfaatkan teknologi) ini yang harus perlu kita tekankan untuk menjawab tantangan zaman," ucapnya.

Ketiga, sosial. Di'in mengingatkan pelajar NU untuk tidak terlena dengan perkembangan dunia teknologi yang berdampak pada kehilangan kesadaran atas peran dan fungsi sosialnya.

"Dalam menjalani kehidupan, harus terjadi keseimbangan antara humanisme dan teknologi," katanya mengingatkan.

Keempat, teknologi. Perkembangan Teknologi yang pesat menjadi peluang tersendiri dalam mengembangkan potensi ekonomi. Pelajar NU harus bisa memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi, sehingga tidak membuatnya ketinggalan zaman. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Ahad 23 Desember 2018 23:0 WIB
KONGRES IPNU IPPNU
Menpora Sarankan Kongres Rekomendasikan Malam Muhasabah di Pergantian Tahun
Menpora Sarankan Kongres Rekomendasikan Malam Muhasabah di Pergantian Tahun
Menpora, Imam Nahrawi di Kongres IPNU-IPPNU (kiri)
Cirebon, NU Online
Sebagian besar masyarakat Indonesia merayakan malam pergantian tahun baru dengan hura-hura, membakar petasan, dan perbuatan tidak manfaat lainnya. Karenanya, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), H Imam Nahrawi menginginkan Kongres IPNU-IPPNU merekomendasikan untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai malam muhasabah.

"Jadikan malam musahabah, malam taqarrub kepada Allah. Tinggalkan dulu segala hal yang biasa dilakukan selama ini. Semoga, kongres tahun ini mengamanatkan itu," katanya, di Pesantren KH Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Ahad (23/12).

Ia lantas mengajak para peserta kongres untuk melakukan muhasabah dengan menyanyikan lagu Ebiet G Ade berjudul Berita Kepada Kawan.

"Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa, atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang," demikian lirik lagu Ebiet dinyanyikan bersama-sama dan suasana menjadi haru.

Pria asal Madura ini mengaku pernah mentashih tentang makna 'rumput yang bergoyang' langsung kepada pencipta lagu tersebut.

"Rumput yang bergoyang itu adalah isyarat orang-orang yang tidak berkepentingan dalam setiap kondisi apapun," jelasnya.

Orang-orang seperti itu, lanjut Imam, senantiasa berzikir kepada Allah. "Berzikir dengan menggoyang-goyangkan kepalanya, menyebut kalimah tayyibah. Itulah yang biasa dilakukan oleh NU," lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi Kongres IPNU-IPPNU kali ini yang diselenggarakan di pesantren. "Biasanya kongres itu kan di asrama haji atau hotel. Tapi tahun ini dilaksanakan di pesantren. Artinya, kita kembali ke rumah kita di mana kita diajarkan dengan segala kebaikan adab dan ketinggian akhlak," pungkasnya. (Aru Elgete/Muiz)
Ahad 23 Desember 2018 22:55 WIB
Pelajar NU Diminta Kembangkan Dunia Menulis
Pelajar NU Diminta Kembangkan Dunia Menulis
Cirebon, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) periode 2006-2009 Idy Muzayyad mendorong pimpinan IPNU dan IPPNU ke depan agar mempunyai perhatian terhadap dunia tulis menulis. Pasalnya, Idy menilai produktivitas penulisan di kalangan pelajar NU menurun.

"Yang saya dengar, produktivitas kepenulisan di IPNU-IPPNU malah menurun dibanding misalnya zaman saya. Ini penting untuk (dikerjakan) pemimpin IPNU-IPPNU ke depan, " kata Idy kepada NU Online di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (22/12).

Menurut Idy, sepinya dunia tulis-menulis disebabkan kurang diberikannya ruang untuk berekspresi, seperti mengadakan pelatihan dan perlombaan. "Ini harusnya diberikan support, diberikan ruang untuk ekspresi misalnya perlombaan,"ucapnya.

Menurutnya, seseorang yang akan menulis bisa memulainya dengan hal-hal yang sederhana seperti dalam bentuk esai. "Mulailah dengan yang sederhana, seperti menulis esai satu atau dua lembar. Itu kan sebetulnya bisa," ucapnya.

Pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah ini meyakini bahwa anggota IPNU-IPPNU memiliki potensi menulis. Apalagi, sambungnya, fasilitas digital telah tersedia. Media sosial seperti Facebook dapat dimanfaatkan untuk menulis dengan tulisan yang bermanfaat.

"Status Facebook pun bisa jadi alat untuk menulis yang bermanfaat," jelasnya.

Bagi pria yang menjabat sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2010-2013 ini, IPNU-IPPNU sudah seharusnya memiliki karakter yang kuat dalam sisi penulisan. Sebabnya, dunia tulis-menulis termasuk aktivitas pelajar. 

"(IPNU-IPPNU) Harusnya memiliki karakter yang kuat karena dunia pelajar kan dunia tulis menulis," ucapnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG