IMG-LOGO
Humor

Saat Gus Dur Dikira Hantu

Selasa 25 Desember 2018 1:0 WIB
Bagikan:
Saat Gus Dur Dikira Hantu
Foto: The Jakarta Globe
Pada sebuah obrolan di Bangkok Thailand bersama Greg Barton, penulis buku Biografi Gus Dur, menceritakan tentang jawaban Gus Dur saat ditanyai tentang hantu.

Waktu itu Greg bilang kepada anaknya yang bernama Hanna, bahwa Gus Dur sedang dirawat di Rumah Sakit di Jakarta. Hanna pun kemudian ikut menjenguk kiai yang disukainya itu. Bagi Hanna, Gus Dur yang dia kenal semenjak kecil sewaktu Gus Dur masih menjabat sebagai Presiden RI pada tahun 2000 adalah sosok yang selalu bercanda ketika berjumpa dengannya.

Di sebuah ruangan rumah sakit itu Hanna tiba-tiba bertanya kepada Gus Dur. 

“Saya mau bertanya tentang masalah hantu, apakah Gus Dur benar-benar percaya hantu? Apakah hantu itu ada?”

Dalam kisah itu, Greg menjelaskan, hal-hal yang begitu makhluk gaib, Gus dur selalu bilang, “Ya saya tidak tahu. Kalau ada hantu saya tidak tahu apakah ada. Tetapi, nyatanya...,” sambil tertawa. “Ada orang yang percaya pada hantu,” ungkap Gus Dur.

Hanna lalu membalas, “Gimana, Gus? Anda percaya pada hantu? Kenapa itu?”

Gus sontak menjawab, “Ini pengalaman saya. Tempo hari saya di makam bapak saya di Jombang. Sudah kebiasaan saya ke makamnya pada waktu tengah malam. Dan salah satu malam Sabtu, saya ke sana sudah berjam-jam dan waktu itu sedang dalam kondisi batuk. Lalu saya berbaring di makam dan tidak ada orang lain di sana.”

“Mungkin sekitar jam 3 pagi, saya terbangun dari tidur karena mendengar ada suara orang yang datang ke makam untuk berziarah. Tetapi, karena tiba-tiba terbangun mendengar suara orang itu, saya langsung berdiri. Sedangkan orang yang datang ke makam itu berteriak dan melarikan diri.”

“Kalau saya percaya pada hantu, ini kan merupakan misterius. Terus terang saya kurang tahu. Jadi kalau ditanya percaya atau tidak, saya tidak bisa menjawab. Tetapi, kalau orang itu (yang datang ke makam lalu berlari, red) ditanyakan pasti orang itu akan bilang percaya, karena takut dan merasa melihat hantu.” (M. Zidni Nafi’)



Bagikan:
Selasa 25 Desember 2018 16:0 WIB
Gus Dur dan Jenis-jenis Tamunya
Gus Dur dan Jenis-jenis Tamunya
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan salah seorang tokoh yang banyak disambangi tamu setiap harinya. Tamu dari berbagai latar belakang semua diterima oleh Gus Dur.

Suatu ketika, Gus Dur bercerita bahwa tamu yang datang kepadanya ada dari kalangan masyarakat kecil, menengah, dan atas. Ada juga dari kalangan politisi dan pejabat.

Mereka datang sowan kepada Gus Dur dengan berbagai maksud dan tujuan. Hebatnya, ketika rakyat kecil yang datang, mereka justru memberi. 

Gus Dur mengungkapkan, hal ini berbeda ketika para politisi yang datang. Mereka justru meminta.

“Kalau orang kecil yang datang, mereka pasti akan memberikan doa panjang umur, memudahkan kesulitan, dan lainnya,” ujar Gus Dur.

“Namun, jika tokoh politik atau pejabat yang datang, mereka pasti meminta jabatan,” ungkapnya. (Fathoni) 


Disarikan dari buku "Gus Dur Menertawakan NU" (2010).
Selasa 18 Desember 2018 22:30 WIB
Manusia Tak Bermasalah
Manusia Tak Bermasalah
Ilustrasi humor (via istimewa)
Seorang bijak bestari mengatakan bahwa hidup tanpa masalah tidak akan ada tantangan. Tetapi secara umum, masalah hidup yang terlihat sebisa mungkin dihindari oleh sebagian orang.

Di sebuah kota yang mengalami perkembangan cukup pesat, hidup lelaki karir bernama Dodi. Ia hidup enak dan berkecukupan sehingga hampir tidak ada masalah.

Namun lambat laun, dia merasakan kehidupan yang hambar, tidak ada sesuatu yang menantang yang membuat dirinya semakin dewasa dan berkembang.

Persoalan tersebut coba Dodi konsultasikan kepada seorang dokter ahli psikis untuk memeriksa kondisi kesehatan dan sekaligus kejiwaannya.

“Dok,  saya datang ke sini karena tidak ada masalah,” terang Dodi singkat.

Loh, tidak ada masalah kok datang ke sini?” tanggap sang dokter.

“Itulah masalahnya, dok,” seloroh Dodi. (Fathoni)
Sabtu 8 Desember 2018 7:0 WIB
BULAN GUS DUR
Gus Dur dan Tiga Jenis Setan
Gus Dur dan Tiga Jenis Setan
Dalam sebuah obrolan santai, Gus Dur kala itu mengungkapkan kesadarannya ternyata di dunia ini ada tiga jenis setan. Sahabat-sahabat ngobrolnya penasaran menunggu penjelasan Gus Dur.

Pertama, kata Gus Dur ialah setan yang sejenis jin, cara mengusirnya cukup dibacakan ayat kursi, maka kaburlah mereka!

Kedua, yang jenisnya tidak jelas, tetapi jika dilempar kursi, pasti kabur juga.

Dan yang ketiga, menurut Gus Dur, jenis setan ini tidak takut dilempar kursi. Justru mereka berebut kursi.

“Setan Senayan namanya,” seloroh Gus Dur. (Ahmad)


*) Diriwayatkan dari Nuruddin Hidayat, santri Gus Dur asal Kudus, Jawa Tengah
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG