IMG-LOGO
Internasional

Mendikbud Tinjau Sekolah Indonesia Jeddah dan Semangati Guru dan Murid


Selasa 25 Desember 2018 06:00 WIB
Bagikan:
Mendikbud Tinjau Sekolah Indonesia Jeddah dan Semangati Guru dan Murid
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, NU Online 
Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Arab Saudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama rombongan menyempatkan diri berkunjung ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Senin, 24 Desember 2018.
 
Kehadiran Mendikbud di SIJ disambut oleh Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh, Achmad Ubaedillah, jajaran homestaff, para guru dan siswa serta perwakilan dari Komite Sekolah  (KS) SIJ.
 
Dalam kunjungan singkat tersebut,  Mendikbud  Muhadjir  diajak oleh Konjen Hery meninjau langsung kondisi gedung SIJ yang oleh dinas berwenang Arab Saudi dinyatakan sudah tidak layak mengingat usianya sudah tua dan berisiko dari sisi keselamatan.
 
"Sekolah Indonesia Jeddah sebagai mikrokosmos masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI Jeddah, Pak. Ini adalah refleksi demografis Indonesia secara general," ucap Konjen menggambarkan profil siswa-siswi SIJ yang berasal dari berbagai suku dan daerah di tanah air dengan orangtua yang berasal dari latar belakang profesi yang beragam.
 
Konjen, lebih lanjut, menyampaikan harapan masyarakat Indonesia agar Pemerintah RI memiliki gedung sendiri yang nantinya tidak saja bisa dimanfaatkan untuk sarana belajar, melainkan juga pusat kebudayaan dan kegiatan lainnya.
 
"Semangat tetap ada, tapi gedung masih menyewa," imbuh Konjen.
 
Dalam arahannya, Mendikbud mengakui bahwa fasilitas SIJ jauh dari memadai dengan kondisi gedungnya yang sudah tua. Namun, demikian Mendikbud menyemangati guru dan murid agar tidak patah semangat karena fasilitas yang terbatas.
 
"Apa artinya fasilitas. Apa artinya kemudahan kalau tidak diikuti oleh semangat yang keras. Bahkan banyak orang yang berhasil justru di dalam keterbatasan. Banyak orang yang gagal justru karena terlalu melimpah fasilitasnya," kata Mendikbud  Muhadjir .
 
Salah satu tanda keberhasilan SIJ adalah ketika lembaga pendidikan tersebut  berhasil memotong lost generation (generasi yang hilang), yaitu  mengantarkan anak-anak didiknya meraih cita-citanya sehingga bernasib lebih baik daripada orangtuanya, mengangkat martabat keluarga ke derajat yang lebih tinggi.
 
"kalau ada seseorang dari masyarakat yang tidak beruntung, kemudian dia melahirkan anak, dan kemudian anaknya melahirkan anak yang tidak beruntung, itu artinya generasi yang hilang," terang Mendikbud.
 
Mendikbud juga mengingatkan kepada guru, agar proses pendidikan tidak sekedar memberikan pelayanan pendidikan secara umum, melainkan juga memperhatikan potensi pribadi masing-masing peserta didik.
 
Pada kesempatan lain dalam sambutannya, Mendikbud juga menjanjikan akan memberikan sumbangan sebanyak 40 unit komputer kepada SIJ.
 
Terkait upaya pengadaan gedung SIJ yang baru, Ketua KS SIJ, Anjas Puji Asmoro, menyampaikan kepada Mendikbud bahwa pengadaan gedung SIJ yang baru merupakan kebutuhan darurat. Pasalnya, surat izin operasional (tarkhis) SIJ saat ini tidak bisa diperpanjang karena terkendala gedung yang ada saat ini, yang oleh  otoritas berwenang Arab Saudi sudah dinyatakan tidak layak.
 
Gedung SIJ merupakan bangunan lama bekas vila  yang dinilai berbahaya dari sisi keselamatan, dengan ruang kelas terbatas , tidak sebanding dengan jumlah siswa yang saat ini mencapai 1.100 orang. (Red: Abdullah Alawi)
 
 

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG