IMG-LOGO
Internasional

Khashoggi Ditawari Minum Secangkir Teh sebelum Dihabisi

Selasa 25 Desember 2018 23:59 WIB
Bagikan:
Khashoggi Ditawari Minum Secangkir Teh sebelum Dihabisi
Foto: AFP
Istanbul, NU Online
Jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi dibunuh di gedung Konsulat Saudi di Istanbul Turki pada 2 Oktober lalu. Kasus tersebut kemudian terus menjadi perhatian dunia.  

Banyak fakta-fakta yang ditemukan setelah kasus tersebut berlalu dua bulan lebih. Diantaranya adalah Khashoggi ditawari minum secangkir teh sebelum dibunuh, diberi obat bius, dibunuh, dan dimutilasi. Demikian laporan dari The Washington Post via Daily Mirror pada Ahad (23/12). 

Dalam laporan itu, seorang anggota tim –yang dikirim untuk membunuh Khashoggi- mengatakan bahwa dia akan kembali ke Saudi. Ketika itu, Khashoggi khawatir. Dia curiga akan dibius dan diculik. 

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tim pembunuh yang dikirim Saudi untuk Khashoggi membawa jarum suntik dengan isi obat penenang yang cukup mematikan. 

Menurut laporan yang didasarkan pada pembicaraan para pejabat anonim terkait dengan rekaman yang didapat intelijen Turki tersebut, Khashoggi mengalami penderitaan fisik. Nafasnya menjadi terengah-engah. Lalu kemudian tidak ada suara.

Yang lebih mengerikan, lanjut laporan itu, terdengar suara mesin listri seperti gergaji yang digunakan untuk memotong-motong jenazah Khashoggi. Terkait hal ini, Saudi membantah bahwa tim pembunuh tidak menggunakan gergaji, akan tetapi memakai alat yang ditemukan di Konsulat. 

Sebagaimana diketahui, hingga hari ini jenazah Khashoggi tidak diketahui dimana keberadaannya.  

Khashoggi adalah jurnalis asal Saudi yang kerap kali melontarkan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Kerajaan. Terutama soal penangkapan para aktivis Saudi, kebebasan berpendapat, dan kebijakan Saudi terhadap Perang Yaman. (Red: Muchlishon)
Bagikan:
Selasa 25 Desember 2018 23:35 WIB
Akses ke Kamp Pengungsi Rohingya Ditutup Jelang Pemilu Bangladesh
Akses ke Kamp Pengungsi Rohingya Ditutup Jelang Pemilu Bangladesh
Cox’s Bazar, NU Online
Bangladesh akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) pada Ahad (30/12) mendatang. Oleh karena itu, pemerintah Bangladesh mengeluarkan sebuah kebijakan yang menyatakan bahwa akses masuk keluar menuju kamp-kamp Rohingya akan ditutup.

Penutupan akses ke dan dari kamp Rohingya tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu (29/12) malam hingga Senin (31/12). Selam tiga hari tersebut, warga Rohingya yang tinggal di kamp-kamp di Cox’s Bazar tidak diperbolehkan dari area perkemahan.

Mohammad Abdul Kalam, seorang komisioner pengungsi Bangladesh, mengatakan, kebijakan itu ditempuh untuk mencegah agar pengungsi Rohingya tidak dieksploitasi selama pemilu berlangsung.

“Komisi pemilihan umum telah memerintahkan pihak berwenang di Cox's Bazar untuk mencegah para pengungsi dieksploitasi selama kampanye pemilu,” kata Kalam, Senin (24/12), dilansir laman Dhaka Tribune.

Kalam menambahkan, para pekerja di lembaga swadaya masyarakat juga tidak diizinkan keluar masuk ke kamp-kamp Rohingya selama tiga hari tersebut. Ini dilakukan untuk menjaga keamanan. Mereka baru diizinkan masuk ke area kamp-kamp pengungsi jika ada keadaan darurat.  

Untuk menyukseskan langkah ini, lebih dari 450 polisi yang disiagakan untuk menjaga akses ke dan dari kamp-kamp Rohingya. Pihak kepolisian juga akan menambah penghalang di titik-titik sekitar pengungsian. 

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Bangladesh Helal Uddin Ahmed mengaku khawatir kalau para pengungsi Rohingya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membuat kerusuhan atau pun tindakan ilegal selama pemilu berlangsung. (Red: Muchlishon)
Selasa 25 Desember 2018 9:0 WIB
Grand Syekh Al-Azhar ke Paus Fransiskus: Selamat Natal
Grand Syekh Al-Azhar ke Paus Fransiskus: Selamat Natal
Foto: sharjah24
Kairo, NU Online
Grand Syekh Al-Azhar, Mesir, Ahmad Muhammad Ahmad al-Thayyeb mengucapkan ‘Selamat Natal’ kepada Paus Fransiskus dan seluruh umat Kristen di seluruh dunia. 

Grand Syekh al-Thayyeb juga menyampaikan selamat kepada Paus Fransiskus yang berulang tahun ke-82 pada 17 Desember. Dia mendoakan Paus Fransiskus agar terus mendapatkan kedamaian dan cinta.

Ucapan selamat tersebut disampaikan Grand Syekh al-Thayyeb kepada Paus Fransiskus melalui sambungan telepon pada pekan lalu, Selasa 18 Desember sebagaimana diberitakan Al-Masry Al-Yaum via egyptindependent.com.

Paus Fransiskus berterima kasih kepada Grand Syekh atas ucapan selamat tersebut. Rencananya, keduanya akan bertemu di Abu Dhabi pada Februari nanti untuk menghadiri acara International Interfaith Meeting on ‘Human Fraternity. 

Sebetulnya kedua tokoh agama ini sudah beberapa kali bertemu. Pada April 2017, Paus Fransiskus berkunjung ke Mesir atas undangan Grand Syekh al-Thayyeb untuk menghadiri konferensi perdamaian internasional yang diselenggarakan Al-Azhar. Keduanya berbicara di penutupan konferensi.

Dua bulan lalu, Grand Syekh al-Thayyeb berkunjung ke Vatikan. Ia bertemu dengan Paus Franciskus untuk menindaklanjuti upaya timbal balik pembangunan perdamaian sebagaimana yang dibahas selama konferensi perdamaian internasional.

Melalui sebuah video animasi, Lembaga Fatwa Mesir (Darul Ifta Mesir) menekankan bahwa Islam memegang prinsip untuk hidup bersama secara damai dengan umat agama lainnya. Darul Ifta juga menyerukan agar Muslim menjaga hubungan baik dengan non-Muslim, menerima hadiah dari mereka, dan memperlakukan mereka dengan rahmat dan belas kasihan seperti yang biasa dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. 

Sebagaimana diketahui, Grand Syekh Al-Azhar setiap tahunnya menyampaikan ‘Selamat Natal’ kepada umat Kristiani. Bahkan, Grand Syekh al-Thayyeb tidak segan untuk bersilaturahim dengan para paus di gereja di Mesir menjelang puncak perayaan Natal. Misalnya, Grand Syekh al-Thayyeb berkunjung ke Katedral Gereja Koptik untuk bersilaturahim dengan Paus Tawadrous II, pimpinan tertinggi Koptik, pada 5 Januari 2016 silam atau dua hari menjelang acara puncak misa Koptik. (Red: Muchlishon)
Selasa 25 Desember 2018 6:0 WIB
Mendikbud Tinjau Sekolah Indonesia Jeddah dan Semangati Guru dan Murid
Mendikbud Tinjau Sekolah Indonesia Jeddah dan Semangati Guru dan Murid
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, NU Online 
Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Arab Saudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama rombongan menyempatkan diri berkunjung ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Senin, 24 Desember 2018.
 
Kehadiran Mendikbud di SIJ disambut oleh Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh, Achmad Ubaedillah, jajaran homestaff, para guru dan siswa serta perwakilan dari Komite Sekolah  (KS) SIJ.
 
Dalam kunjungan singkat tersebut,  Mendikbud  Muhadjir  diajak oleh Konjen Hery meninjau langsung kondisi gedung SIJ yang oleh dinas berwenang Arab Saudi dinyatakan sudah tidak layak mengingat usianya sudah tua dan berisiko dari sisi keselamatan.
 
"Sekolah Indonesia Jeddah sebagai mikrokosmos masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI Jeddah, Pak. Ini adalah refleksi demografis Indonesia secara general," ucap Konjen menggambarkan profil siswa-siswi SIJ yang berasal dari berbagai suku dan daerah di tanah air dengan orangtua yang berasal dari latar belakang profesi yang beragam.
 
Konjen, lebih lanjut, menyampaikan harapan masyarakat Indonesia agar Pemerintah RI memiliki gedung sendiri yang nantinya tidak saja bisa dimanfaatkan untuk sarana belajar, melainkan juga pusat kebudayaan dan kegiatan lainnya.
 
"Semangat tetap ada, tapi gedung masih menyewa," imbuh Konjen.
 
Dalam arahannya, Mendikbud mengakui bahwa fasilitas SIJ jauh dari memadai dengan kondisi gedungnya yang sudah tua. Namun, demikian Mendikbud menyemangati guru dan murid agar tidak patah semangat karena fasilitas yang terbatas.
 
"Apa artinya fasilitas. Apa artinya kemudahan kalau tidak diikuti oleh semangat yang keras. Bahkan banyak orang yang berhasil justru di dalam keterbatasan. Banyak orang yang gagal justru karena terlalu melimpah fasilitasnya," kata Mendikbud  Muhadjir .
 
Salah satu tanda keberhasilan SIJ adalah ketika lembaga pendidikan tersebut  berhasil memotong lost generation (generasi yang hilang), yaitu  mengantarkan anak-anak didiknya meraih cita-citanya sehingga bernasib lebih baik daripada orangtuanya, mengangkat martabat keluarga ke derajat yang lebih tinggi.
 
"kalau ada seseorang dari masyarakat yang tidak beruntung, kemudian dia melahirkan anak, dan kemudian anaknya melahirkan anak yang tidak beruntung, itu artinya generasi yang hilang," terang Mendikbud.
 
Mendikbud juga mengingatkan kepada guru, agar proses pendidikan tidak sekedar memberikan pelayanan pendidikan secara umum, melainkan juga memperhatikan potensi pribadi masing-masing peserta didik.
 
Pada kesempatan lain dalam sambutannya, Mendikbud juga menjanjikan akan memberikan sumbangan sebanyak 40 unit komputer kepada SIJ.
 
Terkait upaya pengadaan gedung SIJ yang baru, Ketua KS SIJ, Anjas Puji Asmoro, menyampaikan kepada Mendikbud bahwa pengadaan gedung SIJ yang baru merupakan kebutuhan darurat. Pasalnya, surat izin operasional (tarkhis) SIJ saat ini tidak bisa diperpanjang karena terkendala gedung yang ada saat ini, yang oleh  otoritas berwenang Arab Saudi sudah dinyatakan tidak layak.
 
Gedung SIJ merupakan bangunan lama bekas vila  yang dinilai berbahaya dari sisi keselamatan, dengan ruang kelas terbatas , tidak sebanding dengan jumlah siswa yang saat ini mencapai 1.100 orang. (Red: Abdullah Alawi)
 
 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG