IMG-LOGO
Nasional

Dampak Tsunami Terparah, NU Dirikan Empat Pos Peduli di Sumur

Rabu 26 Desember 2018 6:49 WIB
Bagikan:
Dampak Tsunami Terparah, NU Dirikan Empat Pos Peduli di Sumur
Kondisi di Sumur Pandeglang (via kompas.com)
Jakarta, NU Online
Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten merupakan lokasi terparah tsunami Selat Sunda. Daerah ini sempat terisolir. Bahkan relawan tidak direkomendasikan untuk mendekat terlebih dahulu mengingat potensi gelombang tinggi yang bisa kapan saja menerjang.

Sumur letak wilayahnya yang berada di ujung Pulau Jawa dan akses jalan yang sulit, penuh lumpur dan pepohonan tumbang, membuat tim gabungan sulit menuju daerah tersebut.

Setelah dinyatakan kondusif, Tim NU Peduli bencana yang digawangi oleh LPBINU, LAZISNU, serta ratusan relawan dari Ansor, Banser, dan Pagar Nusa secara cepat melakukan penyisiran, evakuasi, asesmen, dan pendirian pos di empat lokasi di Kecamatan Sumur.

Koordinator Lapangan Tim NU Peduli Yulistianto mengatakan, empat pos NU peduli di Sumur berlokasi di Desa Kertamukti, Desa Ujung Jaya, Desa Cigorondong, dan Desa Tamanjaya.

Selain empat pos peduli di Sumur, kata Yulistianto, pihaknya juga mendirikan pos lapangan dan pos layanan di Balai budaya Karisidenan Desa Purwaraja Kecamatan Menes Desa Sukamaju-Labuan, Pondok Pesantren Babul Ulum Desa Sukajadi Kecamatan Cibaliung, dan Kampung Camara, Desa Banyu Asin, Kecamatan Cigeulis.

“Pendistribusian di pos-pos tersebut dalam bentuk 9 bahan pokok, mie instan, hygiene kits, perlengkapan ibadah, gen set, tenda, dan pakaian layak pakai telah dilaksanakan di lokasi-lokasi yang menjadi pos lapangan dan pos layanan NU Peduli,” ujar Yulistianto, Selasa (25/12).

Sedangkan pos induk, lanjutnya, ditempatkan di Kantor PCNU Padeglang (Masjid At-Tin) Jalan Raya Labuan, Kampung Maja Tengah, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Maja Sari, Pandeglang, Banten.

Relawan Tim NU Peduli bencana saat ini telah bergabung dengan Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, dan Polri untuk melakukan penyisiran dan evakuasi korban. Korban kemungkinan akan terus bertambah mengingat ada sejumlah daerah yang baru bisa dijangkau tim evakuasi seperti di Sumur.

Mengingat cuaca akhir-akhir ini, BNPB mendorong masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas maupun liburan di wilayah pesisir pantai. (Fathoni)
Bagikan:
Rabu 26 Desember 2018 23:55 WIB
Gus Muwafiq: NU Hadir untuk Jaga Kelenturan Syariat Warisan Rasulullah
Gus Muwafiq: NU Hadir untuk Jaga Kelenturan Syariat Warisan Rasulullah
Jakarta, NU Online
KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) mengatakan bahwa larangan Allah sedikit. Agama Islam lebih banyak mempersilakan makhluknya untuk menikmati keragaman ciptaan Allah yang begitu banyak dan melakukan banyak hal yang tidak dilarang syariat Islam. Menurutnya, di sanalah tugas ulama sebagai ahli waris para nabi untuk menjaga syariat tersebut.

“NU muridnya para ulama. Para ulama adalah ahli waris para nabi. Tugas para ulama itu menjaga kehalalan Allah yang sangat banyak itu,” kata Gus Muwafiq saat berceramah di halaman Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (25/12) malam.

Gus Muwafiq menyayangkan fenomena keislaman sekelompok orang belakangan ini yang mempersempit diri dengan mengharamkan apa yang nyata-nyata dihalalkan oleh Allah SWT. Dengan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, sekelompok orang ini mempersempit ruang gerak mereka sendiri.

“Makanya, seberat apa pun, para kiai NU tidak akan mengharamkan sesuatu yang asalnya halal atau boleh. Paling jauh para kiai NU hanya memakruhkan sesuatu yang mengandung mudarat,” kata Gus Muwafiq.

Dengan logika serupa, ia menjelaskan bagaimana penerimaan darurat kiai NU atas kepemimpinan Sukarno yang kurang syarat sebagai imam dalam Islam karena belum menyempurnakan pelaksanaan rukun Islam, yaitu ibadah haji.

Meski demikian, para kiai NU menganjurkan Presiden Sukarno untuk menunaikan ibadah haji pada tahun berikutnya agar kepemimpinannya memenuhi syarat-syarat imam dalam syariat Islam.

Menurutnya, Bahaya sekali kalau para kiai memutuskan bahwa kepemimpinan Sukarno tidak sah. Hal ini akan berdampak pada ketidakabsahan akad perkawinan masyarakat yang menjadi urusan KUA dan penghulu di bawah kepemimpinan Sukarno.

“Bisa jadi ‘anak haram’ semua. Dampak putusan halal-haram yang panjang seperti ini sudah dipikirkan oleh para kiai NU,” kata Gus Muwafiq. (Alhafiz K)
Rabu 26 Desember 2018 21:55 WIB
HIDMAT Muslimat NU Perkenalkan Keluarga Maslahat kepada Muda-Mudi
HIDMAT Muslimat NU Perkenalkan Keluarga Maslahat kepada Muda-Mudi
Jakarta, NU Online 
Pimpinan Pusat Muslimat NU melalui Himpunan Da’iyah Muslimat (HIDMAT) memperkenalkan resep keluarga maslahat kepada pemuda dan pemudi. Kegiatan tersebut dikemas pada kegiatan bernama Kepemimpinan Domestik Milenial bertema Pelatihan Pra Nikah bagi Para Pemuda untuk Membangun Keluarga Maslahat di Hotel Bintang, Jakarta, Rabu (26/12) malam.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen muda mudi, di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), mahasiswa dan mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ), dan santri dari beragam pesantren, dan anggota Gusdurian. 

Ketua HIDMAT Muslimat NU Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubaid mengatakan, menurut data Kementerian Agama RI, perceraian di Indonesia sangat tinggi. Angkanya mencapai 2 juta per tahun. 

“Kami prihatin. Generasi kita yang akan datang akan menurun kualitasnya karena perceraian,” kata salah seorang putri pendiri NU dan pahlawan nasional ini, KH Wahab Hasbullah ini. 

Menurut dia, perceraian berdampak pada psikologis anak yang akan merasakan kurangnya kasih orang tua; berdampak pada anak putus sekolah. Dampak selanjutnya kualitas hidup mereka berkurang sehingga akan menambah angka kemiskinan.

Sebagai organisasi ibu-ibu, lanjutnya, berkewajiban memberikan panduan, pengetahuan seluk beluk keluarga maslahat kepada anak muda yang akan memasuki dunia pernikahan. 

Selama ini, kata dia, Kemenag membekali pengetahuan dunia perkawinan kepada anak muda calon pengantin hanya hanya dalam waktu sejam. Bagi Muslimat itu tidak cukup. 

“Kita akan ada program lanjutan untuk memperkenalkan keluarga maslahat kepada anak-anak muda. Ini tanggung jawab orang tua,” katanya. 

Kegiatan yang dibuka Ketua Muslimat NU Siti Aniroh tersebut dihadiri Deputi II Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Soleh. Hadir sejumlah pengurus Muslimat, di antaranya Nyai Hj Nurhayati Said Aqil Siroj. (Abdullah Alawi)

Rabu 26 Desember 2018 19:15 WIB
LPBINU DKI Jakarta Turunkan Bantuan Sandang dan Pangan di Lokasi Tsunami Banten
LPBINU DKI Jakarta Turunkan Bantuan Sandang dan Pangan di Lokasi Tsunami Banten
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) DKI Jakarta, Terasurga, dan Ikatan Alumni As-Shiddiqiyah (Ikhlas) menyalurkan bantuan sandang dan pangan ke pos bencana di Dusun Cikujang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Rabu (26/12) siang.

Pihak LPBINU DKI Jakarta melaporkan bahwa bantuan yang diturunkan di pos di Dusun Cikujang terdiri atas pakaian layak pakai sebanyak empat karung besar, mukena sebanyak satu karung besar, beras sebanyak 200 kg (sepuluh karung), dan mi instan sebanyak sepuluh dus.

“Siap mas, sebentar saya serah terima dulu di pos Panimbang,” kata Sekretaris LPBINU DKI Jakarta Aryo Sanjaya ketika dihubungi NU Online, Rabu (26/12) siang.

Ia mengatakan bahwa bantuan sandang dan pangan itu disalurkan ke pos Dusun Cikujang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandegelang. Pihak LPBINU DKI Jakarta membawa bantuan bersama Terasurga, dan Ikatan Alumni As-Shiddiqiyah (Ikhlas).

“Kami dari LPBINU DKI Jakarta bersama dengan Terasurga dan Ikhlas memberikan bantuan dan berkoordinasi dengan Pos NU Peduli di Pandeglang,” kata Aryo Sanjaya.

Pihaknya menyampaikan kepada warga setempat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Mereka juga mengimbau warga agar senantiasa waspada serta dapat mencermati dengan baik apabila ada perubahan-perubahan alam seperti pada saat terjadi tsunami kemarin.

“Pemahaman masyarakat terhadap kondisi alam sangat baik sehingga sebelum terjadi tsunami meraka sudah memiliki firasat dan segera evakuasi,” kata Aryo Sanjaya. (Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG