IMG-LOGO
Daerah

Sering Berdiskusi dengan GP Ansor, Pria Asal Ciamis Ini Masuk Islam

Kamis 27 Desember 2018 3:30 WIB
Bagikan:
Sering Berdiskusi dengan GP Ansor, Pria Asal Ciamis Ini Masuk Islam
Erwin (kedua dari kiri)
Ciamis, NU Online 
Hidayah bisa datang dari siapa saja dan dengan berbagai cara. Meski menganut agama Kristen, Erwin (30) warga Kedungpanjang RT 05 RW 03 Kelurahan Maleber Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis mengucapkan kalimat syahadat di Masjid Ponpes Cijantung Ciamis, Rabu, 26 Desember 2018.

Erwin yang sehari-hari sebagai karyawan BRI Unit Maleber Ciamis ini memilih masuk Islam setelah sering berdiskusi dengan Hasanudin, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ciamis.

Hasanudin kerap ditanya kenapa Nahdlatul Ulama (NU) dan Ansor sangat menjunjung tinggi toleransi yang salah satunya bersedia menjaga gereja ketika Natal.

Hasanudin pun menyampaikan pandangan-pandangan NU tentang toleransi bahwa Islam agama keselamatan bagi seluruh alam bukan untuk Islam saja. Islam rahmatan lil’alamin.

Erwin mengangguk dan mengaku tertarik dengan Islam bahkan sejak SMP Kelas 2 sudah ingin disunat seperti Muslim, tapi tak kesampaian karena takut oleh ibunya yang sampai saat ini masih sebagai Pengurus Gereja Protestan di Ciamis.

Ketertarikan Erwin pada Islam mendapat jalan ketika Hasanudin memposting prosesi seorang mualaf asal Kota Banjar lewat Facebook. Erwin langsung menelpon Hasanudin meminta bertemu karena banyak hal yang ingin ditanyakan. Sambil ngopi, Erwin menanyakan bagaimana cara masuk Islam dan berapa biayanya.

Hasanudin menjawab bahwa masuk Islam sangat mudah yakni dengan membaca Kalimat syahadat saja, serta tidak dipungut biaya.

Erwin pun memantapkan diri bersedia masuk Islam yang selanjutnya ditindaklanjuti Hasanudin dengan menghubungi Ketua PC GP Ansor Ciamis, Dandeu Rifai untuk memfasilitasi ikrar syahadat tersebut. Disepakatilah Rabu, 26 Desember 2018, sekira pukul 16.30 dilakukan ikrar syahadat. Disaksikan Pengurus GP Ansor Ciamis, kedua orang tua Erwin dan perwakilan dari Kementerian Agama, Erwin resmi masuk Islam dengan sukarela.

Tangis haru pecah karena penganut Protestan ini telah resmi memilih Islam. Erwin memeluk kedua orang tuanya dan meminta maaf karena telah berbeda keyakinan.

“Saya percaya sama Allah dan percaya bahwa Muhammad utusan Allah,” kata Erwin melalui pesan Whatsapp.

Erwin pun bersedia menjadi anggota Ansor karena sejak lama memperhatikan kiprah Ansor. (Jani Noor/Abdullah Alawi)



Bagikan:
Kamis 27 Desember 2018 23:59 WIB
Pendidikan Pesantren Solusi Orang Tua Dalam Mendidik Anaknya
Pendidikan Pesantren Solusi Orang Tua Dalam Mendidik Anaknya
Probolinggo, NU Online
Pendidikan pesantren menjadi solusi dan pilihan bagi para orang tua dalam mendidik anaknya. Terlebih dalam membentengi anak-anaknya dari ancaman perkembangan kemajuan zaman yang luar biasa.

Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Maulana Ishak Desa Bulang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Selasa (25/12) malam.

"Saat ini pesantren menjadi pilihan utama para orang tua untuk memilih dan dipilih dalam mendidik anaknya untuk dididik di lingkungan pesantren. Karena hari ini ancaman dari luar untuk generasi muda sudah luar biasa. Oleh karena itu, orang tua lebih memilih mendidik anaknya di pesantren," katanya.

Hasan Aminuddin mengajak segenap lapisan masyarakat agar momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai sarana untuk introspeksi diri dalam mengamalkan ajaran-ajaran Islam.

"Dalam kesempatan ini saya mengajak segenap umat Islam yang ada di Desa Bulang dan sekitarnya untuk belajar dewasa dalam menyikapi perkembangan zaman, asalkan tidak melanggar ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)," tegasnya.

Menurut Hasan Aminuddin, pesantren di Kabupaten Probolinggo sudah berkembang dengan pesat. Bahkan setiap desa di Kabupaten Probolinggo sudah ada Pondok Pesantren.

"Setiap harta yang dikeluarkan untuk anak dalam mencari ilmu di pondok pesantren, InsyaAllah dimudahkan rezekinya oleh Allah. Sebab anak yang titipkan di pesantren lebih aman dari ancaman seperti pergaulan bebas, minuman keras hingga peredaran Narkoba yang semakin marak terjadi saat ini," terangnya.

Hasan Aminuddin menambahkan orang tua zaman sekarang lebih banyak eman ke hartanya dari pada akhlak anaknya. Serta lebih mementingkan hal pribadi yang mengarah ke hubbuddunya. "Padahal sebagai orang tua kelak di akhirat nanti akan dimintai pertanggungan jawabnya atas semua yang sudah dilakukan, termasuk tentang pendidikan anaknya," pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Katib Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo H Tutug Edi Utomo, Camat Gending Muhamad Ridwan, Kepala Desa se-Kecamatan Gending serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Gending. (Syamsul Akbar)

Kamis 27 Desember 2018 23:15 WIB
Taqwa adalah Kunci Kebahagiaan Seseorang
Taqwa adalah Kunci Kebahagiaan Seseorang
Semarang, NU Online
Dalam rangka meneruskan tongkat estafet kepengurusan, Ikatan Siswa Abiturien (Iksab) Semarang yang merupakan wadah bagi alumnus Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus yang berada di Semarang menggelar acara pelantikan pengurus periode 2018-2020. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (26/12) ini bertempat di rumah salah satu anggota, Abdul Aziz yang berada di Kecamatan Patemon Semarang.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan anggota Iksab Semarang ini mendatangkan Kiai Abdul Halim dan KH Masykur Muin sebagai pembicara. Pada kesempatan awal, Kiai Halim yang juga melantik pengurus baru berpesan kepada anggota Iksab Semarang agar tidak sampai salah niat dalam mencari ilmu.

“Kalau cari ilmu jangan diniati cari apa-apa. Tapi yakinlah kalau kalian punya ilmu, bisa dibuat untuk melakukan apa-apa,” ujarnya.

KH Masykur Muin juga memberikan beberapa petuah kepada para anggota Iksab Semarang. Ia mengatakan bahwa manusia itu ada nafsu, akal, dan qolbu. “Manusia kalo nafsunya berkembang, maka itu adalah sebuah kegagalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Masykur mengingatkan hadirin agar selalu membaca dan berdzikir. Karena, dengan membaca akan menjadikan akal berkembang, sedangkan dengan berdzikir akan menjadikan hati seseorang berkembang.

“Jangan hanya akal yang berkembang, yakni dengan membaca. Tapi hatinya juga berkembang, melalui dzikir,” ungkapnya.

Di akhir, ia menyatakan bahwa kunci dari kesuksesan seseorang adalah dengan bertaqwa kepada Allah. “Taqwa kepada Allah adalah kunci daripada kebahagiaan, dan mengikuti kesenangan nafsu adalah sumber dari bencana,” tutupnya. (Hanan/Abdullah Alawi)

Kamis 27 Desember 2018 23:4 WIB
PMII Banten Siap Merawat Ideologi Ahlusunnah wal Jamaah
PMII Banten Siap Merawat Ideologi Ahlusunnah wal Jamaah
Serang, NU Online
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Provinsi Banten menyelenggarakan Pelantikan, Orientasi Pengurus, dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, KP3B Curug Kota Serang, Kamis (27/12). 

Hadir pada kegiatan itu Anggota Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII KH Matin Syarkowi, Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PKC PMII Banten H Bazary Syam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten KH M. Romly, Sekretaris Jenderal PB PMII Sabolah Al Kalamby, Ketua GP Ansor Banten Ahmad Nuri, Ketua IKA PMII Banten Erdi Bachtiar, puluhan alumni PMII Banten, dan ratusan kader PMII dari seluruh wilayah di Provinsi Banten. 

Para pengurus dilantik dan dikukuhkan langsung oleh Sekjen PB PMII Sabolah Al-Kalamby dengan diawali lantunan Shalawat. Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Banten, Ahmad Solahudin, mengatakan peran PMII untuk bangsa negara dan daerah harus terus hadir. 

Menurut dia, pasca kemerdekaan Indonesia, kelompok mahasiswa sebagai poros tengah belum menemui hasil yang signifikan. 

Kuncinya ujar dia, harus ada elaborasi antara PMII, pemangku kebijakan dan masyarakat Banten. Upaya itu dilakukan agar apa yang diputuskan oleh pemerintah benar benar hadir untuk rakyatnya. 

"Kita sebagai kelompok mahasiswa, yang terus-menerus harus dilakukan yakni memiliki peran di masyarakat, pasca-kemerdekaan, kita masih pada proses transisi," ujarnya. 

Menurut dia, keluarga besar PMII harus mensinergikan dengan seluruh elemen masyarakat agar ideologi Ahlusunnah wal Jamaah tetap berada di hati anak bangsa Indonesia. 

"PMII yang memiliki cita cita ingin memakmurkan rakyat dan ingin terus-menerus memakmurkan Ahlusunah wal Jamaah sebagai ideologi kita," ujarnya. 

Ia meminta doa agar dapat memegang amanah untuk periode 2018-2020. Sehingga, PMII terus mampu menempatkan perannya di masyarakat. 

Sementara itu, Mabinda PMII H Bazary Syam, menegaskan bahwa PMII adalah organisasi yang lahir diri rahim Nahdlatul Ulama. Sehingga, harus menjadi generasi penerus Nahdlatul Ulama untuk masa yang akan datang. 

"PMII adalah kader NU, jadilah kader yang baik, kader itu harus komunikatif. Sehebat apa pun kader PMII harus komunikasi dengan baik," ucapnya. 

Ia merasa bangga karena Banom NU di Banten kompak dan menjaga persatuan. Menurut dia, di Negara lain tidak sehebat di Banten Indonesia, di Indonesia, kata dia, meski sudah zamannya dunia maya tetapi warga Indonesia masih merawat pertemuan di dunia nyata. 

"jika orang melupakan dunia nyata. Maka dia akan menjadi pecundang," ucapnya (Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG