IMG-LOGO
Humor

Humor Gus Dur: Anak-anak Presiden yang Ingin Menyenangkan Rakyat

Ahad 30 Desember 2018 3:21 WIB
Bagikan:
Humor Gus Dur: Anak-anak Presiden yang Ingin Menyenangkan Rakyat
KH Abdurrahman Wahid memiliki koleksi humor yang melimpah. Dalam berbagai pertemuan, baik formal maupun nonformal, tak jarang ia melempar humor hingga membuat hadirin ger-geran. 

Seorang peneliti asal Jepang Hisanori Kato, seorang profesor dari Chuo University pernah mendengar langsung humor Gus Dur saat bertemu di sebuah hotel, di masa-masa berakhirnya kekuasaan Orde Baru. 

Alkisah, di sebuah negara yang luas dan berpenduduk ratusan juta, dipimpin seorang presiden yang koruptor. Ia berkuasa selama puluhan tahun. Rakyat sebetulnya sudah tidak menghendakinya, tapi ia terlalu kuat untuk digulingkan. 

Hasil koruptor sang presiden dinikmati keluarga dan kroni-kroninya. Tentu saja anak-anaknya juga. 

Pada suatu ketika, beberapa anak presiden naik pada sebuah pesawat. Mereka duduk di dekat pilot. Entah bagaimana mulanya, anak-anak presiden itu kemudian berlomba untuk menyenangkan rakyat negara yang dipimpin ayahnya tersebut. 

"Apa yang membuat rakyat senang," tanya satu anak presiden kepada pilot.

"Uang. Ya, rakyat diberi uang," jawab pilot. 

Kemudian anak-anak presiden itu berlomba menghamburkan uang dari atas pesawat tersebut. Siapa yang terbanyak, dia yang menang.

Satu anak presiden melemparkan uangnya sebanyak lima koper di atas sebuah kota. Lalu rakyat berebutan uang itu dengan bersuka cita. Senang mereka.

Anak presiden yang satu lagi tak mau kalah. Ia melemparkan uang dua kali lipat dari saudaranya di atas kota lain. Sama persis, rakyat bersuka cita dan mengucapkan terima kasih.

Kemudian entah kenapa, tiba-tiba pilot melempar anak-anak presiden itu di sebuah kota. Dan ternyata, rakyat lebih senang. (Abdullah Alawi)
  

Bagikan:
Jumat 28 Desember 2018 14:30 WIB
Obrolan Para Istri tentang Poligami Usai Pengajian
Obrolan Para Istri tentang Poligami Usai Pengajian
Ilustrasi (via shutterstock)
Jumat siang sekitar pukul 13.30, ibu-ibu di Kompleks Mutiara rutin mengadakan pengajian. Selain melantunkan dzikir, wirid, dan tahlil, wadah pengajian tersebut digunakan di antaranya untuk membahas problem keluarga sehari-hari.

Kali ini, mereka membahas tentang poligami dalam sudut pandang Islam. Dari pengajian tersebut, sedikit-banyak mereka sudah memahami tentang konsep poligami.

Namun, pembahasan tentang poligami tidak berkahir begitu saja di forum pengajian, tetapi mereka juga membahasnya setelah pengajian usai.

Jamaah bernama Entin membuka obrolan, “Saya tidak pernah menolak laki-laki berpoligami!” kata Entin.

“Wah, hebat Bu Entin ini,” sahut Romlah.

“Saya juga tidak akan pernah melarang jika seorang suami ingin nikah lagi!” imbuh Entin melontarkan kembali pandangannya.

“Betul-betul bijak dan taat Bu Entin ini. Yang penting adil ya bu?!” kata perempuan bernama Bu Ema menanggapi.

“Bukan...! Yang penting bukan suami saya!” seloroh Entin. (Ahmad)
Selasa 25 Desember 2018 16:0 WIB
Gus Dur dan Jenis-jenis Tamunya
Gus Dur dan Jenis-jenis Tamunya
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan salah seorang tokoh yang banyak disambangi tamu setiap harinya. Tamu dari berbagai latar belakang semua diterima oleh Gus Dur.

Suatu ketika, Gus Dur bercerita bahwa tamu yang datang kepadanya ada dari kalangan masyarakat kecil, menengah, dan atas. Ada juga dari kalangan politisi dan pejabat.

Mereka datang sowan kepada Gus Dur dengan berbagai maksud dan tujuan. Hebatnya, ketika rakyat kecil yang datang, mereka justru memberi. 

Gus Dur mengungkapkan, hal ini berbeda ketika para politisi yang datang. Mereka justru meminta.

“Kalau orang kecil yang datang, mereka pasti akan memberikan doa panjang umur, memudahkan kesulitan, dan lainnya,” ujar Gus Dur.

“Namun, jika tokoh politik atau pejabat yang datang, mereka pasti meminta jabatan,” ungkapnya. (Fathoni) 


Disarikan dari buku "Gus Dur Menertawakan NU" (2010).
Selasa 25 Desember 2018 1:0 WIB
Saat Gus Dur Dikira Hantu
Saat Gus Dur Dikira Hantu
Foto: The Jakarta Globe
Pada sebuah obrolan di Bangkok Thailand bersama Greg Barton, penulis buku Biografi Gus Dur, menceritakan tentang jawaban Gus Dur saat ditanyai tentang hantu.

Waktu itu Greg bilang kepada anaknya yang bernama Hanna, bahwa Gus Dur sedang dirawat di Rumah Sakit di Jakarta. Hanna pun kemudian ikut menjenguk kiai yang disukainya itu. Bagi Hanna, Gus Dur yang dia kenal semenjak kecil sewaktu Gus Dur masih menjabat sebagai Presiden RI pada tahun 2000 adalah sosok yang selalu bercanda ketika berjumpa dengannya.

Di sebuah ruangan rumah sakit itu Hanna tiba-tiba bertanya kepada Gus Dur. 

“Saya mau bertanya tentang masalah hantu, apakah Gus Dur benar-benar percaya hantu? Apakah hantu itu ada?”

Dalam kisah itu, Greg menjelaskan, hal-hal yang begitu makhluk gaib, Gus dur selalu bilang, “Ya saya tidak tahu. Kalau ada hantu saya tidak tahu apakah ada. Tetapi, nyatanya...,” sambil tertawa. “Ada orang yang percaya pada hantu,” ungkap Gus Dur.

Hanna lalu membalas, “Gimana, Gus? Anda percaya pada hantu? Kenapa itu?”

Gus sontak menjawab, “Ini pengalaman saya. Tempo hari saya di makam bapak saya di Jombang. Sudah kebiasaan saya ke makamnya pada waktu tengah malam. Dan salah satu malam Sabtu, saya ke sana sudah berjam-jam dan waktu itu sedang dalam kondisi batuk. Lalu saya berbaring di makam dan tidak ada orang lain di sana.”

“Mungkin sekitar jam 3 pagi, saya terbangun dari tidur karena mendengar ada suara orang yang datang ke makam untuk berziarah. Tetapi, karena tiba-tiba terbangun mendengar suara orang itu, saya langsung berdiri. Sedangkan orang yang datang ke makam itu berteriak dan melarikan diri.”

“Kalau saya percaya pada hantu, ini kan merupakan misterius. Terus terang saya kurang tahu. Jadi kalau ditanya percaya atau tidak, saya tidak bisa menjawab. Tetapi, kalau orang itu (yang datang ke makam lalu berlari, red) ditanyakan pasti orang itu akan bilang percaya, karena takut dan merasa melihat hantu.” (M. Zidni Nafi’)



IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG