Raja Salman Rombak Kabinet untuk Perbaiki Citra Arab Saudi

Raja Salman Rombak Kabinet untuk Perbaiki Citra Arab Saudi
Foto: arabianbusiness
Foto: arabianbusiness
Riyadh, NU Online
Raja Salman merombak kabinet Kerajaan Arab Saudi secara besar-besaran. Pada Selasa (25/12), Raja Salman mengangkat mantan menteri keuangan, Ibrahim al-Assaf, untuk menjadi untuk menjadi menteri luar negeri yang baru. Dengan demikian, al-Assaf menggantikan Adel al-Jubeir yang sebelumnya menduduki posisi menteri luar negeri Saudi.   

Al-Assaf adalah mantan menteri keuangan Saudi yang menjabat selama 20 tahun. Ia juga pernah mewakili Saudi di Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank). 

Sebagaimana laporan Reuters, Jumat (28/12), pergantian menteri luar negeri itu dimaksudkan untuk memperbaiki citra Arab Saudi setelah tercoreng kasus pembunuhan Jamal Khashoggi dan kebijakan Saudi terhadap Perang Yaman. 

Sebagaimana diketahui, Saudi mendapatkan tekanan dari dunia internasional secara bertubi-tubi setelah kasus pembunuhan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober lalu. Khashoggi adalah jurnalis asal Saudi yang kritis terhadap kebijakan yang dikeluarkan Saudi seperti keterlibatan Saudi di Yaman, penangkapan sejumlah aktivis, dan lainnya.  

Konflik di Yaman juga menyebabkan Saudi mendapatkan ‘tekanan’ dunia internasional. Krisis kemanusiaan dengan korban jutaan orang yang terjadi di Yaman membuat dunia meragukan kredibilitas koalisi Arab yang dipimpin Saudi. 

Raja Salman juga menunjuk Pangeran Abdullah bin Bandar bin Abzulaziz untuk menjadi Kepala Garda Nasional, menggantikan Pangeran Miteb bin Abdullah. Sementara Jenderal Kalid bin Qirar al-Harbi diangkat menjadi kepala keamanan umum dan Musaed al-Aiban ditunjuk sebagai penasihat keamanan nasional.  

Sebelumnya, Saudi mengumumkan pembentukan tiga badan pemerintah baru pada 20 Desember lalu. Ketiga badan pemerintah baru tersebut adalah yakni, strategi dan pengembangan, urusan legal dan hukum, serta evaluasi operasional dan internal. 

Tiga departemen ini bertugas untuk menyesuaikan keamanan kebijakan nasional, regulasi HAM, dan hukum internasional. Disinyalir, perombakan di badan intelijen Arab Saudi dilakukan setelah kasus pembunuhan Jamal Khashoggi terungkap. (Red: Muchlishon)
BNI Mobile