IMG-LOGO
Puisi

Hanya Khusuk

Sabtu 29 Desember 2018 23:0 WIB
Bagikan:
Hanya Khusuk
Oleh Shofiyunnashir

Aku adalah saka hangat di kala petang
Jari jemari yang kini tak lagi sama 
Tatapan parau yang di selimuti abu penyesalan 
Lalu soa cinta yang kau sebut sebut
Tak lagi jadi pedoman dalam buku kita yang terlanjur usang
Lama lama kita  jadi asing pada diri 
Diri yang tak lagu substansi
Mengikut sana sini
Berlari jatuh berkali kali
Hanya sepi pada malam hari
Pada senyumanku pada sujud di lima waktu
Kutitipkan doa hafalan waktu kecil
Meronta di hadap tuhan meminta boneka beruang
Terjangkit kerinduan teramat dalam
Aku kini hanya meminta khusyuk 
Dunia di luarku sedang terpuruk 
Kikuk aku bertahan 
Hanya khusuk hanya khusuk
Yogyakarta, 28 Desember 2018


Penulis adalah mahasiswa Aqidah dan Filsafat islam UIN Sunan kalijaga Yogyakarta 

Bagikan:
Ahad 28 Oktober 2018 14:0 WIB
Agama Simbol
Agama Simbol
ilustrasi: charismanews.com
Oleh Wahyu Nurhadi

oh, Tuhan
aku hidup di tengah simbol
di kanan ada simbol
di kiri ada simbol
di atas simbol
di bawah simbol

simbol-simbol
dibentuk
diteriakkan
dan dikibarkan

riuh-rendah
orang-orang
mencetak dan mencap
dengan simbol

orang-orang
memeluk erat simbolnya
dan menampik keras simbol lain

warna
angka-angka
singkatan kata
hingga bendera

oh, Tuhan
jangan-jangan
keberagamaan
sembahyang
dan penghambaan kami pun
hanya kepada simbol?

Jakarta, 25/10/2018


Penulis adalah staf NU Care LAZISNU 

Selasa 23 Oktober 2018 10:30 WIB
HARI SANTRI 2018
Bangkitlah Wahai Para Santri!
Bangkitlah Wahai Para Santri!
Ilustrasi santri (Foto: Romzi)
Bangkitlah #1

Bangkitlah wahai santri
Inilah waktumu
Kobaran api di dadamu
Segera berubah jadi cahaya ilmu
Generasi muda di seluruh dunia
Sedang mencari obor kehidupan
Mereka sedang nestapa di lorong-lorong kegelapan
Obor masa depan di tanganmu
Cahaya peradaban ada di rohmu

Bangkitlah #2

Wahai dahsyatnya tongkat Musa
yang membelah lautan dunia
Di tangan Ulama dan Kiai
berubah jadi pena bercahaya
membelah lautan bumi dan langit
membelah lautan dunia dan akhirat lautan mulki dan malakut
Tongkat estafet Musa menjadi Pena
Kini di tanganmu wahai santri

Bangkitlah #3

Wahai para santri
Gapailah bintang-bintang pengetahuan
Gapailah rembulan purnama hikmah
Genggamlah matahari ma'rifah
Letakkan dunia di bekakangmu
Agar dirimu jadi imam dunia
bukan makmum pada dunia


KH M. Luqman Hakim, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat
Ahad 7 Oktober 2018 14:30 WIB
Tuhan, Bolehkah Kuajak Damai?
Tuhan, Bolehkah Kuajak Damai?
Puisi Hamri Manoppo

Tuhan, ayah, ibu kami hilang,
hotel kami roboh, jalan kami hancur lebur,
rumah kami porak poranda, semua..
tak ada lagi Tuhan

syukur yang tertinggal iman...

Tuhan, banyak kami berucap,
adakah kami salah adat dan singkap ucap?
di kanan kiri kami Malaikat mungkar-Mu berkelebat
pagi petang, sore dan malam,
di reruntuhan banyak yang nyawa meregang
seperti permainan?

jika kering air mata saudara,
ke mana kami membelinya,
di ombakkah yang murka,
atau angin dahsyat yang menyayat?

Tuhan, di ladang kuasa,
kami tak lebih dari sebiji zahra,
tapi rindu kami pada ridho-Mu, Gunung Uhud bukanlah tara

Gempa gelombang air lumpur batu dan tanah
mandikan kami bencana
kami lelah memikirkannya,
adakah asa yang membahana
sebagai wujud damai segala hamba?

Tuhan, air mata kami mengalir tak henti,
jerit derita tiada tara
perih pedih hancurkan raga,
hidup kami terkubur nestapa, asa, asa..
masih ada

Tuhan, mata sayu di himpitan reruntuhan itu
dalam nafas satu satu
berkata sendu
bolehkah kita damai, Tuhanku?

Kotamobagu, 1 Oktober 2018

Ustadz Hamri Manoppo, selain menjabat sebagai Ketua Lesbumi PCNU Kotamobagu, ia juga adalah budayawan dan sastrawan Bolaang Mongondow Raya, Sulawesi Utara. Peraih Magister Sastra yang pernah tiga kali menjadi Kepala Dinas Pendidikan di Bolmong Raya. Kini Guru Besar di Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Kotamobagu, Sulawesi Utara.

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG