IMG-LOGO
Daerah

1.200 Anggota Banser Bantu Sukseskan Haul Solo

Sabtu 29 Desember 2018 13:30 WIB
Bagikan:
1.200 Anggota Banser Bantu Sukseskan Haul Solo
Foto: Banser berjaga di Pos Banser Haul Solo
Surakarta, NU Online
Habib Ali Al-Habsyi merupakan salah satu ulama Ahlussunah wal Jamaah yang memiliki karya sangat masyhur yakni kitab Maulid Simtud Duror. Para habaib di Surakarta yang merupakan keturunannya menggelar peringatan meninggalnya atau haul tiap tahunnya dan masyarakat menyebutnya dengan Haul Solo.

Pada tahun ini, Haul Solo dilaksanakan dua kali yakni pada awal dan akhir tahun 2018. Pada pelaksanaan haul kedua yang dilaksanakan selama 3 hari mulai 28-30 Desember 2018 ini, ribuan jamaah yang berasal dari dalam maupun luar kota hadir di Kota Surakarta.

Ahmad, pria asal Pasuruan, mengaku selalu hadir di acara Haul Solo. "Tiap tahun saya selalu hadir di acara ini. Bahkan saya pernah terpisah dari rombongan," ceritanya sambil terkekeh.

Sama seperti Ahmad Zia Ul Haq, mahasiswa asal Rembang yang saat ini sedang kuliah di Jogja mengungkapkan bahwa ia hadir ke Haul Solo untuk mendapatkan barakah dari Habib Ali.

"Saya ke sini untuk mendapat barakah dari Habib Ali, dan ini merupakan pertama kalinya saya ikut," ujarnya.

Setiap pelaksanaan Haul Solo, Banser-Ansor se-Solo Raya rutin ikut serta menyukseskan kegiatan ini.

Menurut ketua GP Ansor Surakarta, Arif Sarifuddin, pihaknya rutin membantu menyukseskan kegiatan ini melalui penerjunan anggotanya untuk mengamankan dan mengarahkan para jamaah yang hadir.

"Tiap tahun kami terlibat dalam acara giat Haul Habib Ali Al-Habsyi yang dirintis sejak Habib Anis Al-Habsyi. Pada tahun ini total ada sekitar 1.200 personel Banser se-Solo Raya yang kami kerahkan," jelasnya.

Ia melanjutkan, kegiatan semacam ini sudah dirintis sejak masa Habib Anis dan merupakan rutinitas kegiatan Ahlussunah wal Jamaah.

"Habaib di Kota Solo ini banyak yang berafiliasi dengan NU. Termasuk Ketua Bidang Dakwah Rijalul Ansor yang dipegang oleh Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi yang merupakan salah satu cucu dari Habib Anis Al-Habsyi," ujarnya.

Banser Solo tambah Arif, sudah bekerja sama dengan pemerintah kota untuk terus melakukan pengamanan dalam kegiatan Haul Solo.

Arif mengatakan, dalam haul ini, anggota diterjunkan untuk membantu mengamankan jamaah seperti pengamanan di ndalem (rumah), dan maqbaroh (makam) agar pelaksanaan acara dapat berjalan lancar.

"Selain itu pos yang kami buka juga berfungsi untuk laporan kehilangan dompet, HP, tas bisa lapor atau tanya di sini," pungkasnya. (Hanan/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Sabtu 29 Desember 2018 22:45 WIB
Gubernur Jatim Terpilih Harapkan ISNU Bantu Pesantren
Gubernur Jatim Terpilih Harapkan ISNU Bantu Pesantren
Khofifah bersama PC ISNU Tulungagung.
Tulungagung, NU Online
Gubernur terpilih Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa menginginkan pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama. Namun juga jadi pelopor dalam pertumbuhan ekonomi dengan mendorong one pesantren one product  (OPOP).

“Tentu hal itu juga membutuhkan sentuhan dari kaum cendekiawan Nahdlatul Ulama, yang tergabung dalam ISNU untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di pesantren,” katanya, Sabtu (29/12).

Hal itu disampaikan mantan Kemensos saat usai acara pelantikan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tulungagung masa khidmat 2018-2022 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Untuk peningkatan ekonomi sendiri, lanjut Khofifah  masyarakat harus bergerak menyesuaikan diri dengan generasi industri  ke 4 atau generasi  4.0 yang juga dikenal sebagai generasi milenial.
"Mudah-mudahan ISNU bisa menjadi lokomotif bagi perwujudan masyarakat 4.0,"  ujarnya.

Menurutnya, OPOP merupakan salah satu program 100 hari pasangan Khofifah-Emil itu. Tujuan akhirnya untuk membentuk pasar induk buah dan sayur layaknya yang ada di Cina. “Sehingga kebutuhan sayur dan buah sehat bisa terakses dengan mudah,” ungkapnya. 

"Kita harus ke sana dengan tahapan yang harus kita lalui," kata perempuan yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu.

Sedang Ketua PW ISNU Jatim  Mas'ud Said dalam paparannya menjelaskan ISNU kabupaten Tulungagung  harus mampu menjadi pilar bagi pembangunan serta pengembangan model yang sesuai dengan potensi desa.

 "ISNU harus mampu mewujudkan jiwa yang kuat, NU yang hebat dan Kabupaten Tulungagung bermartabat," paparnya. 

Lebih lanjut Mas'ud menjelaskan ISNU harus menjadi punggawa pembangunan yang kuat, mempunyai komitmen yang tinggi, kemampuan mengembangkan literasi serta mampu menciptakan pemerintahan daerah yang profesional.

"ISNU harus menangani desa, memilih tantangan yang sulit dan menantang, penguatan kualitas pimpinan dengan dikembangkan ke proliferasi atau berfikir  untuk membangun dengan pola sinergitas bukan untuk diri sendiri," tutur guru besar di Universitas Islam Malang (Unisma) itu.

Selain Khofifah dan Mas'ud Said tampak hadir juga  dalam acara itu jajaran  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama baik rais dan ketua beserta badan otonom. Juga jajaran Forpinda Tulungagung dan tamu undangan lain di antaranya Kasatkornas Banser, Alfa Isneni.

Ketua PC ISNU Tulungagung, Muhammad Rifa'i mengatakan mendukung program yang direncanakan gubernur terpilih Jawa Timur itu. Meski diakui hal tersebut merupakan tugas berat, namun pihaknya akan berusaha keras untuk mewujudkan. 

"Kami akan selalu bekerja keras agar terwujud OPOP," ujar pria yang akrab disapa Rifa'i itu. 

ISNU menurut Rifa'i merupakan perkumpulan kaum intelektual di NU . Kepengurusan ISNU di Tulungagung diperkuat sekitar 52 pengurus yang dilantik hari ini. Anggota saat ini lebih dari seratus orang. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)

Sabtu 29 Desember 2018 21:0 WIB
Menjaga Alam Adalah Amanah Langsung dari Allah SWT
Menjaga Alam Adalah Amanah Langsung dari Allah SWT
Foto: Ilustrasi (Ist.)

Jombang, NU Online

Mudir Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur KH Mustain Syafii mengingatkan bahwa menjaga alam adalah amanah langsung dari Allah SWT.

Menurutnya, perintah menjaga alam adalah amanat Allah kepada umat manusia, sehingga harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh insan yang berilmu. Di Al-Qur'an diantaranya disebutkan dalam surat Ar-Rum [30] ayat 41-42 dan surat Al-A'raf [7] Ayat 56-58 tentang peduli lingkungan.

Dan kalam ilahi yang membahas hal tersebut ditegaskan bahwa telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

"Menjaga alam itu amanah Allah SWT langsung" tambah Kiai Tain, Sabtu (29/12).

Dosen Pasca Sarjana Universitas KH Hasyim Asy'ari Jombang ini juga meminta Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur bahkan pusat untuk berhati-hati memberikan izin usaha yang punya potensi merusak alam sekitar. Karena selama ini banyak perusahaan tambang dan pabrik yang tak memperhatikan dampak alam.

"Pemerintah Indonesia harus arif dalam menjaga alam, jangan karena kepentingan tertentu mengorbankan alam yang dianugerahkan Allah SWT ini," tegasnya.

Menurut Kiai Mustain, bumi saat ini juga akan dipakai masa depan buat anak cucu bangsa Indonesia. Bumi sebagai tempat tinggal dan tempat hidup manusia dan makhluk Allah lainnya, sudah dijadikan Allah dengan penuh rahmat-Nya. Gunung-gunung, lembah-lembah, sungai-sungai, lautan, daratan dan lain-lain semua itu diciptakan Allah untuk diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh manusia, bukan sebaliknya dirusak dan dibinasakan.

Larangan berbuat kerusakan ini mencakup semua bidang, seperti menebang pohon liar, galian liar, membuang limbah ke sungai dan laut. Termasuk dalam hal muamalah, seperti mengganggu penghidupan dan sumber-sumber penghidupan orang lain.

"Alam bukan buat kita saat ini saja, tapi juga buat anak turun. Alam yang baik akan bisa dinikmati anak cucu kita nanti," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Kiai Tain juga mengigatkan seluruh masyarakat untuk tidak mengkriminalisasi para aktivis lingkungan hidup dan pencinta alam.

"Haram hukumnya mengkriminalisasi orang yang berbuat baik atau mashlahah untuk alam dan lingkungan. Alam kepentingan dan keperluan orang banyak," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Muhammad Faizin)

Sabtu 29 Desember 2018 16:15 WIB
Ikatan Seni Hadrah Indonesia Provinsi Jawa Timur Gelar Muswil
Ikatan Seni Hadrah Indonesia Provinsi Jawa Timur Gelar Muswil
Foto: Pembukaan Muswil

Malang, NU Online
Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) Jawa Timur yang merupakan salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama Ulama di bidang pengembangan seni hadrah dan shalawat mengadakan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Desa Jabon, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, Jawa Timur, 28-29 Desember 2018.

Agus Saiful Anam, Ketua Panitia Muswil Ishari Jatim 2018 menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara atas dasar ketaatan dan kepatuhan terhadap perintah organisasi. Dalam kondisi apapun dan dengan cara bagaimanapun menurutnya, kegiatan Muswil harus terlaksana dengan tetap berpegang teguh kepada aturan-aturan organisasi yang berlaku.

“Ada harapan besar bahwa output dari giat ini terwujud kesepakatan-kesepakatan yang bisa membawa Jamiyah Ishari NU Jawa Timur ini tidak hanya semakin profesional dalam berorganisasi, namun juga semakin membawa barakah manfaat bagi anggotanya,” katanya.


Foto: Peserta Muswil Ishari Jawa Timur


Dikatakannya, Muswil Ishari NU kali ini mengangkat tema Merajut Ukhuwah dalam kemandirian Jamiyah. Dalam Muswil ini  ia berharap, setapak demi setapak Ishari NU akan berdiri dengan kaki sendiri. Tidak hanya mampu memberikan manfaat kepada anggotanya, akan tetapi juga bermanfaat bagi semua.

“Acara ini dihadiri 32 Pengurus Cabang Ishari NU se-Jawa Timur. Selanjutnya  ada asa yang terus akan dikejar, yakni semua wilayah kabupaten atau kota di Jatim, tidak satupun yang tidak ada jamiyah Ishari NU-nya,” ujar Anam.

Anam menjelaskan, bagi jamaah, banyak keindahan yang di dapatkan di Ishari dalam upaya menyampaikan rasa cinta kepada Baginda Rusulullah SAW. Banyak keindahan yang dihaturkan dalam melantunkan syair-syair shalawat sebagai wujud kecintaan kepada baginda Rasulallah Muhammad SAW.

“Ishari adalah cara kita menyampaikan rasa cinta kita kepada nabi. Ishari adalah media sehingga harus dirawat dengan baik agar media menyampaikan cinta ini bisa rutin berkarya,” ungkapnya.

Anam menambahkan, sebagai badan otonom baru Ishari sudah mampu aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat dan NU. Ishari juga terus memperbaiki kelengkapan internal organisasi dan program-program strategisnya. Seperti agenda tahunan, agenda bulanan, pengelolaan keuangan dan kerjasama dengan lembaga lain.

“Kita berdoa Ishari terus berkembang dan semakin baik lagi di masa depan. Ada puluhan ribu jamaah yang menunggu hasil pertemuan ini,” pungkas pria asal Mojokerto ini. (Syarif Abdurrahman/Muhammad Faizin)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG