IMG-LOGO
Nasional

Korban Tsunami di Lampung Alami Trauma Berat

Sabtu 29 Desember 2018 18:15 WIB
Korban Tsunami di Lampung Alami Trauma Berat
NU Peduli Serahkan Bantuan pada warga Pandeglang
Jakarta, NU Online
Anggota relawan dari Tim NU Peduli Wahib mengatakan bahwa kondisi korban bencana tsunami Selat Sunda khususnya di Lampung Selatan masih mengalami trauma berat. Sehingga pada korban memilih tinggal di dataran tinggi meskipun harus tidur di bawah tenda sederhana yang terbuat dari terpal seadanya.

Dalam sebuah terpal sederhana itu, para korban tinggal dengan berdesakan bersama belasan hingga puluhan orang. “Memang kondisi pengungsi di Lampung banyak yang di kawasan perbukitan, dan banyak dari mereka yang masih tinggal di tenda-tenda terpal. Satu tenda bisa empat hingga enam anggota kepala keluarga," kata Wahib pada NU Online, Sabtu (29/12).

Sejauh ini, Tim NU Peduli sendiri masih memfokuskan diri pada penyediaan kebutuhan dasar seputar sandang, pangan dan papan. “Dalam tanggap darurat kami fokus pada penyediaan makanan, pakaian layak dan tenda,” ujarnya.

Sebagian warga puau kecil menolak dievakuasi 

Sementara itu laporan Antara menyebut masih terdapat sejumlah warga memilih bertahan tinggal pada beberapa pulau sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Berdasarkan data dari Posko Penanganan Bencana Tsunami Lampung Selatan di Kalianda, Sabtu, warga ini tetap menolak kendati pemerintah dibantu berbagai pihak telah berupaya membawa (mengevakuasi) dan mengungsikan mereka ke tempat yang lebih aman, mengingat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III) beberapa hari ini.

Sabtu pagi dini hari tadi, sekitar pukul 00.30 WIB, sebanyak 64 warga Pulau Sebuku yang kembali dievakuasi sudah tiba di Dermaga 7 Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Sekitar pukul 02.10 WIB, mereka sudah tiba di Pos Pengungsian SDN 1 Way Urang, Kalianda, dan saat ini dalam keadaan baik dan sehat semua.

Evakuasi terakhir dilakukan terhadap 64 orang warga Sebuku itu, hingga evakuasi malam tadi, saat ini masih tinggal tersisa 58 jiwa yang bertahan di Sebuku.

Sedangkan untuk di Pulau Sebesi sekitar 500 jiwa warga masih memilih bertahan berdasarkan informasi Sekdes Sebesi Syamsiar. Adapun untuk keperluan logistik yang tersedia, baik di Pulau Sebesi maupun di Pulau Sebuku diperkirakan cukup sampai 3 minggu ke depan.

Secara bertahap warga di pulau-pulau dekat Gunung Anak Krakatau itu dievakuasi menggunakan kapal feri dan kapal TNI AL untuk diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman.

Hingga saat ini bantuan logistik dan bantuan lain untuk para pengungsi maupun korban tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam di Kabupaten Lampung Selatan terus mengalir. Relawan dari berbagai unsur juga terus datang membantu melancarkan distribusi bantuan dan memberikan bantuan medis/pengobatan maupun keperluan makan dan lainnya para korban/pengungsi di sejumlah tempat di pesisir Lampung Selatan. (Ahmad Rozali)
Bagikan:
IMG
IMG