IMG-LOGO
Daerah

1800 Banser Baru di Tegal Terima Sertifikat Diklatsar

Ahad 30 Desember 2018 5:0 WIB
Bagikan:
1800 Banser Baru di Tegal Terima Sertifikat Diklatsar
Tegal, NU Online
Sebanyak 1800 Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkorcab Kabupaten Tegal menerima sertifikat Diklatsar. Penyerahan dilakukan di Gedung Indoor Trisanja Slawi, Sabtu (29/12).

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tegal Didi Permana mengatakan, penyerahan sertifikat Diklatsar sengaja dilakukan secara serentak. Pasalnya, setelah Diklatsar harus ada tindak lanjut (RTL) terlebih dahulu.

"Sengaja sertifikat ini kita serahkan serentak, agar ada tindak lanjut karena Banser adalah pasukan pilihan. Jadi untuk menjadi Banser harus ada pengabdian terlebih dahulu," ujar Didi.

Didi juga mengingatkan, menghadapi tahun politik, Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bidikan para politisi. 

Untuk itu, dia meminta, Banser untuk tampil menjadi garda terdepan melaksanakan tugas politik di tengah masyarakat.

"Sampaikan kepada masyarakat, bahwa politik itu penting untuk menopang GP Ansor. Politik itu penting untuk membesarkan Nahdlatul Ulama (NU)," tegas Didi

Kasatkorcab Banser NU Kabupaten Tegal Mashadi Zaeni menambahkan, penyerahan sertifikat Diklatsar dilakukan kepada 1800 peserta Diklatsar Banser Satkorcab Banser Kabupaten Tegal selama tahun 2018.

"Selain lulus Diklatsar, yang menerima sertifikat ini harus sudah melakukan RTL (Rencana Tindak Lanjut) antara lain pengabdian masyarakat," katanya.

Terkait politik, menurut Ndan Zeni panggilan Mashadi Zaeni, Banser NU tidak ikut berpolitik. Tetapi Banser manut Kiai.

"Apa dawuh kiai, Banser wajib ikut," tegasnya.

Penyerahan 1800 sertifikat Diklatsar Banser diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur'an dan Sholawat Asyghil, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars GP Ansor dan Mars Syubanul Wathon. Selain itu juga diisi dengan yel-yel penyemangat Banser NU.

Hadir dalam kesempatan itu anggota DPR RI H Bahrudin Nasori, Bupati Tegal Hj Umi Azizah, Ketua PCNU Kabupaten Tegal H Akhmad Wasy'ari, jajaran PC GP Ansor, Satkorcab dan pembina Banser Kabupaten Tegal serta Satkoryon Banser se Kabupaten Tegal. (Nurkhasan/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Ahad 30 Desember 2018 22:50 WIB
Pergunu Kota Bandung Segera Laksanakan Program Strategis
Pergunu Kota Bandung Segera Laksanakan Program Strategis
Pergunu Kota Bandung
Bandung, NU Online
Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Bandung melaksanakan rapat akhir tahun 2018 di Lt 2 Ruang Rapat Kantor PWNU Jawa Barat Jl Terusan Galunggung No 9 Bandung, Sabtu (29/12).

Agenda rapat yakni pembahasan program strategis seperti penyegaran tubuh organisasi, pembentukan pengurus tingkat kecamatan, persiapan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU), pembuatan KTA Pergunu, pembentukan MGMP Pergunu, dan Rapat Kerja (Raker).

Enjang Sunandar Ketua Pimpinan Cabang Pergunu  Kota Bandung berharap agar kondisi Pergunu Kota Bandung agar bisa lebih baik lagi ke depannya. 

"Kita bersama memajukan Pergunu di Kota Bandung dengan penuh semangat dan komitmen, agar Pergunu lebih baik lagi dan terasa manfaatnya oleh guru-guru di Kota Bandung" tutur Enjang Sunandar.

Dalam kesempatan itu juga ada penyegaran dalam tubuh organisasi yang semula Rifa Anggyana Wakil Sekretaris ditetapkan sebagai Sekretaris PC Pergunu Kota Bandung. 

Lebih lanjut Enjang Sunandar mengatakan bahwa Untuk penyegaran struktur pengurus PC Pergunu Kota Bandung akan dilaksanakan setelah kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) sekaligus Raker pada Bulan Januari 2019.

Sementara itu, H. Saepuloh Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Jawa Barat memaparkan tantangan yang sangat berat bagi guru dalam proses pembelajaran di era digital.

"Di era digital ini, tantangan guru menjadi sangat berat, sehingga guru dituntut untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran," tutur Saepuloh.

Oleh karena itu, Saepuloh berharap Pergunu Kota Bandung agar dapat membantu guru-guru NU dalam upaya peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran. (Red: Fathoni)
Ahad 30 Desember 2018 22:30 WIB
Masuk Ansor dan Banser Bukan Sekadar untuk Gagah-gagahan
Masuk Ansor dan Banser Bukan Sekadar untuk Gagah-gagahan
Jepara, NU Online
Sebanyak 80 peserta yang berasal dari Jepara, Demak, dan Boyolali mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) yang diadakan GP Ansor Kecamatan Welahan, Jepara berlangsung di  Pesantren At-Taqie Desa Kalipucang Kulon Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat-Ahad (28-30/12). 

Dalam kegiatan yang berlangsung 3 hari puluhan peserta itu mendapatkan materi di antaranya ke-NU-an, keaswajaan, keorganisasian, kewirausahaan, analisis SWOT, PBB, kebanseran, IT, dan administrasi.

Ketua PAC GP Ansor Welahan, M. Anis Fahmi mengatakan dengan kegiatan PKD dan Diklatsar tujuannya untuk memperoleh kader yang militan dan berkualitas.

"Sehingga jadi Ansor dan Banser bukan hanya sekadar gagah-gagahan," katanya, Ahad (30/12). 

Anis melanjutkan Ansor Banser sebagai kader muda NU harus siap terjun  di masyarakat mengawal kiai dalam berdakwah dan mempertahankan NKRI dari oknum warga negara yang ingin mengganti Pancasila dengan Khilafah. "Bagi NU dan Ansor Pancasila sudah final," tandasnya. 

Hadir dalam pembukaan PKD dan Diklatsar, Jumat (28/12) Muspika Welahan (Camat, Polsek, Danramil), MWCNU dan PCNU serta shahibul ma'had KH Nur Kholis. 

KH Hayatun Abdullah Hadziq dalam sambutannya mengungkapkan kaderisasi di lingkup NU harus massif. 

"Pelatihan terkait NU dan organisasi harus diadakan. Ke depannya yang mengisi pengurus NU benar-benar mengerti dan paham betul karena yang di Ansor harus siap jadi pengurus NU di masa mendatang. Sehingga kaderisasi di NU terlaksana dengan baik," pungkas kiai yang kerap disapa Mbah Yatun ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)
Ahad 30 Desember 2018 22:15 WIB
Ketua Ishari NU Jatim Bertekad Lestarikan Budaya Ulama Nusantara
Ketua Ishari NU Jatim Bertekad Lestarikan Budaya Ulama Nusantara
Malang, NU Online
Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) NU Jawa Timur menetapkan KH Mahmud al-Husori sebagai Rais Majelis Hadi dan Kiai M Nuruddin untuk Ketua Tanfidzi. 

Ketua terpilih mengajak semua pihak bersama membangun Ishari NU Jatim. “Karena Ishari NU Jatim menjadi barometer Ishari secara nasional,” kata Kiai M Nuruddin, Sabtu (29/12). 

Dalam pandangannya, Ishari adalah badan otonom atau banom NU termuda. “Ishari resmi menjadi banom pada Muktamar ke-33 NU di Jombang,” jelasnya. 

Dirinya juga menginisiasi musyawarah tingkat nasional sehingga Ishari memiliki Rais Majelis Hadi dan Ketua Umum di tingkat pusat. “Maka dari itu Ishari NU Jatim menjadi percontohan skala nasional,” kata Kiai Nuruddin setelah ditetapkan sebagai Ketua Tanfidzi di Pesantren Sunan Kalijogo, Malang.

Dalam lima tahun masa khidmatnya yakni dari 2018 hingga 2023, Kiai Nuruddin akan terus merajut ukhuwah dalam kemandirian jamiyah. Ishari NU Jatim ke depan akan berdiri dengan kaki sendiri dan terus memberikan kemanfaatan kepada anggota Ishari.

“Kami bertekad akan menjadi banom NU seperti lainnya, meskipun kami masih baru,” tegasnya.

Selain itu, Kiai Nuruddin memiliki keinginan memperjuangkan Ishari sebagai budaya Jawa Timur. “Kalau di Aceh bangga dengan tarian saman, maka Jawa Timur juga punya Ishari yakni perbaduan hadrah dengan seni akan menjadi budaya khas nusantara,” jelasnya. 

Dirinya mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur bahwa Ishari adalah budaya asli Jawa Timur sehingga bisa mendapatkan pengakuan. “Tidak hanya pengakuan, Jawa Timur akan bershalawat setiap saat bersama Ishari,” urai Kiai Nuruddin. 

Selain itu, dirinya akan terus menggalakkan demi melestarikan budaya warisan ulama nusantara tersebut. Awalnya bacaan shalawat yang dibingkai dengan seni ini menjadi perekat bagi masyarakat. “Memang Ishari ini dalam membaca shalawat terlihat biasa, tapi kalau sudah diresapi akan terhanyut dalam bacaannya. Inilah nantinya yang akan kami teruskan kepada generasi muda,” tuturnya.

Ia mengakui, membaca shalawat dengan paduan antara Jawa dan Timur Tengah ini memang sulit, khususnya bagi mereka yang tidak memahami. “Tugas kami memberikan pemahaman kepada anak muda membaca shalwat dengan perpaduan Jawa dan Timur Tengah,” tutupnya. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG