IMG-LOGO
Daerah

Aklamasi, Muchlis Kembali Pimpin Ansor Probolinggo

Ahad 30 Desember 2018 22:0 WIB
Bagikan:
Aklamasi, Muchlis Kembali Pimpin Ansor Probolinggo
Probolinggo, NU Online
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Probolinggo, Ahad (30/12) menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Pendopo Kabupaten Probolinggo. Dalam konfercab tersebut, Muchlis kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2018-2022.

Dengan terpilihnya Muchlis, maka lelaki asal Desa Patokan Kecamatan Bantaran ini akan memimpin PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo untuk periode yang kedua. Pasalnya sebelumnya, Muchlis juga memimpin PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo untuk masa khidmat 2014-2018.

Dari 11 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC), 9 (sembilan) PAC sepakat memilih Muchlis untuk kembali memimpin PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo. Sementara 2 (dua) PAC tidak memiliki hak suara karena belum mengadakan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) GP Ansor.

Meskipun awalnya sempat berkeinginan untuk tidak maju lagi supaya ada regenerasi, tetapi Muchlis pun tidak mampu menolak amanah yang diberikan oleh para pengurus PAC se-wilayah PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo.

"Terima kasih atas amanah yang diberikan oleh rekan-rekan semua. Mohon doa dan dukungan serta kerja samanya supaya saya mampu menjalankan amanah untuk kedua kalinya ini dengan sebaiknya-baiknya," katanya.

Menurut Muchlis, GP Ansor merupakan wadah untuk berproses serta belajar berorganisasi. Serta sebagai wadah untuk berjuang dan mengabdikan diri kepada agama Islam dan Bangsa Indonesia. 

"Tujuan kita jelas menjaga harkat dan martabat ulama, menjaga keutuhan NKRI serta menjaga dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, (Aswaja)," tegasnya.

Muchlis menambahkan bahwa tugas GP Ansor Kabupaten Probolinggo ke depan akan semakin sulit. Terutama karena di tahun 2019 ada momentum agenda politik pemilu. Oleh karena itu seluruh kader GP Ansor dan Banser agar selalu kompak dan bekerja keras dalam membesarkan organisasi.

"Mari bersama-sama menjalankan amanah ini dengan baik. Semangat kebersamaan harus menjadi dasar perjuangan kita. Jangan sungkan memberi kritikan yang konstruktif untuk kemajuan organisasi yang kita cintai ini," pungkasnya.

Sementara Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyambut gembira Muchlis kembali terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo. Karena menurutnya Muchlis adalah sosok yang ramah dan mudah akrab dengan berbagai kalangan. Serta dinilai telah membawa perubahan besar di tubuh Ansor GP Ansor dengan beragam prestasi dan pencapaian yang telah diraih.

"Kami yakin Mas Muchlis mampu membawa kejayaan bagi GP Ansor di Kabupaten Probolinggo, seperti yang telah selama ini ia buktikan di periode sebelumnya," katanya.

Konfercab GP Ansor Kabupaten Probolinggo tersebut juga dihadiri oleh Satkornas Banser H Alfa Isnaini, Penasehat GP Ansor Provinsi Jawa Timur H Hasan Aminuddin dan Ketua PW GP Ansor Provinsi Jawa Timur H Moh Abid Umar. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Ahad 30 Desember 2018 22:50 WIB
Pergunu Kota Bandung Segera Laksanakan Program Strategis
Pergunu Kota Bandung Segera Laksanakan Program Strategis
Pergunu Kota Bandung
Bandung, NU Online
Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Bandung melaksanakan rapat akhir tahun 2018 di Lt 2 Ruang Rapat Kantor PWNU Jawa Barat Jl Terusan Galunggung No 9 Bandung, Sabtu (29/12).

Agenda rapat yakni pembahasan program strategis seperti penyegaran tubuh organisasi, pembentukan pengurus tingkat kecamatan, persiapan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU), pembuatan KTA Pergunu, pembentukan MGMP Pergunu, dan Rapat Kerja (Raker).

Enjang Sunandar Ketua Pimpinan Cabang Pergunu  Kota Bandung berharap agar kondisi Pergunu Kota Bandung agar bisa lebih baik lagi ke depannya. 

"Kita bersama memajukan Pergunu di Kota Bandung dengan penuh semangat dan komitmen, agar Pergunu lebih baik lagi dan terasa manfaatnya oleh guru-guru di Kota Bandung" tutur Enjang Sunandar.

Dalam kesempatan itu juga ada penyegaran dalam tubuh organisasi yang semula Rifa Anggyana Wakil Sekretaris ditetapkan sebagai Sekretaris PC Pergunu Kota Bandung. 

Lebih lanjut Enjang Sunandar mengatakan bahwa Untuk penyegaran struktur pengurus PC Pergunu Kota Bandung akan dilaksanakan setelah kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) sekaligus Raker pada Bulan Januari 2019.

Sementara itu, H. Saepuloh Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Jawa Barat memaparkan tantangan yang sangat berat bagi guru dalam proses pembelajaran di era digital.

"Di era digital ini, tantangan guru menjadi sangat berat, sehingga guru dituntut untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran," tutur Saepuloh.

Oleh karena itu, Saepuloh berharap Pergunu Kota Bandung agar dapat membantu guru-guru NU dalam upaya peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran. (Red: Fathoni)
Ahad 30 Desember 2018 22:30 WIB
Masuk Ansor dan Banser Bukan Sekadar untuk Gagah-gagahan
Masuk Ansor dan Banser Bukan Sekadar untuk Gagah-gagahan
Jepara, NU Online
Sebanyak 80 peserta yang berasal dari Jepara, Demak, dan Boyolali mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) yang diadakan GP Ansor Kecamatan Welahan, Jepara berlangsung di  Pesantren At-Taqie Desa Kalipucang Kulon Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat-Ahad (28-30/12). 

Dalam kegiatan yang berlangsung 3 hari puluhan peserta itu mendapatkan materi di antaranya ke-NU-an, keaswajaan, keorganisasian, kewirausahaan, analisis SWOT, PBB, kebanseran, IT, dan administrasi.

Ketua PAC GP Ansor Welahan, M. Anis Fahmi mengatakan dengan kegiatan PKD dan Diklatsar tujuannya untuk memperoleh kader yang militan dan berkualitas.

"Sehingga jadi Ansor dan Banser bukan hanya sekadar gagah-gagahan," katanya, Ahad (30/12). 

Anis melanjutkan Ansor Banser sebagai kader muda NU harus siap terjun  di masyarakat mengawal kiai dalam berdakwah dan mempertahankan NKRI dari oknum warga negara yang ingin mengganti Pancasila dengan Khilafah. "Bagi NU dan Ansor Pancasila sudah final," tandasnya. 

Hadir dalam pembukaan PKD dan Diklatsar, Jumat (28/12) Muspika Welahan (Camat, Polsek, Danramil), MWCNU dan PCNU serta shahibul ma'had KH Nur Kholis. 

KH Hayatun Abdullah Hadziq dalam sambutannya mengungkapkan kaderisasi di lingkup NU harus massif. 

"Pelatihan terkait NU dan organisasi harus diadakan. Ke depannya yang mengisi pengurus NU benar-benar mengerti dan paham betul karena yang di Ansor harus siap jadi pengurus NU di masa mendatang. Sehingga kaderisasi di NU terlaksana dengan baik," pungkas kiai yang kerap disapa Mbah Yatun ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)
Ahad 30 Desember 2018 22:15 WIB
Ketua Ishari NU Jatim Bertekad Lestarikan Budaya Ulama Nusantara
Ketua Ishari NU Jatim Bertekad Lestarikan Budaya Ulama Nusantara
Malang, NU Online
Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) NU Jawa Timur menetapkan KH Mahmud al-Husori sebagai Rais Majelis Hadi dan Kiai M Nuruddin untuk Ketua Tanfidzi. 

Ketua terpilih mengajak semua pihak bersama membangun Ishari NU Jatim. “Karena Ishari NU Jatim menjadi barometer Ishari secara nasional,” kata Kiai M Nuruddin, Sabtu (29/12). 

Dalam pandangannya, Ishari adalah badan otonom atau banom NU termuda. “Ishari resmi menjadi banom pada Muktamar ke-33 NU di Jombang,” jelasnya. 

Dirinya juga menginisiasi musyawarah tingkat nasional sehingga Ishari memiliki Rais Majelis Hadi dan Ketua Umum di tingkat pusat. “Maka dari itu Ishari NU Jatim menjadi percontohan skala nasional,” kata Kiai Nuruddin setelah ditetapkan sebagai Ketua Tanfidzi di Pesantren Sunan Kalijogo, Malang.

Dalam lima tahun masa khidmatnya yakni dari 2018 hingga 2023, Kiai Nuruddin akan terus merajut ukhuwah dalam kemandirian jamiyah. Ishari NU Jatim ke depan akan berdiri dengan kaki sendiri dan terus memberikan kemanfaatan kepada anggota Ishari.

“Kami bertekad akan menjadi banom NU seperti lainnya, meskipun kami masih baru,” tegasnya.

Selain itu, Kiai Nuruddin memiliki keinginan memperjuangkan Ishari sebagai budaya Jawa Timur. “Kalau di Aceh bangga dengan tarian saman, maka Jawa Timur juga punya Ishari yakni perbaduan hadrah dengan seni akan menjadi budaya khas nusantara,” jelasnya. 

Dirinya mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur bahwa Ishari adalah budaya asli Jawa Timur sehingga bisa mendapatkan pengakuan. “Tidak hanya pengakuan, Jawa Timur akan bershalawat setiap saat bersama Ishari,” urai Kiai Nuruddin. 

Selain itu, dirinya akan terus menggalakkan demi melestarikan budaya warisan ulama nusantara tersebut. Awalnya bacaan shalawat yang dibingkai dengan seni ini menjadi perekat bagi masyarakat. “Memang Ishari ini dalam membaca shalawat terlihat biasa, tapi kalau sudah diresapi akan terhanyut dalam bacaannya. Inilah nantinya yang akan kami teruskan kepada generasi muda,” tuturnya.

Ia mengakui, membaca shalawat dengan paduan antara Jawa dan Timur Tengah ini memang sulit, khususnya bagi mereka yang tidak memahami. “Tugas kami memberikan pemahaman kepada anak muda membaca shalwat dengan perpaduan Jawa dan Timur Tengah,” tutupnya. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG