IMG-LOGO
Daerah

NU Bondowoso Dukung Surat Edaran Bupati Soal Tahun Baru

Senin 31 Desember 2018 5:0 WIB
Bagikan:
NU Bondowoso Dukung Surat Edaran Bupati Soal Tahun Baru
Bondowoso, NU Online
Berkenaan dengan malam pergantian tahun, Bupati Bondowoso, Jawa Timur mengeluarkan instruksi kepada seluruh masyarakat untuk tidak merayakannya dengan hura-hura.

Imbauan ini mendapat respons postif dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat. KH Mas’ud Ali mengemukakan terbitnya edaran itu tentu harus mendapat perhatian.

“Karena umumnya pergantian tahun baru banyak orang memaknai atau merayakan dengan hura-hura, serta melakukan sesuatu yang kurang ada manfaatnya,” kata Wakil Ketua PCNU Bondowoso ini, Ahad (30/12). Apalagi pada tahun baru banyak orang datang ke tempat wisata, lalu melakukan kemaksiatan, lanjutnya.

"Jadi, imbauan yang disampaikan bupati lewat surat edaran itu saya pikir bagus untuk menjadi warning, pelajaran kepada kita khususnya umat Islam untuk tidak larut pada aktivitas yang tentu banyak mengundang murka dari Tuhan,” ungkapnya kepada NU Online di kediamannya.

Dalam pandangannya, mestinya pergantian tahun diisi dengan sujud syukur. “Bahwa kita diberikan kesempatan beraktivitas dan melakukan perbaikan dari tahun sebelumnya yang barang kali belum maksimal. Sehingga bisa dituntaskan di tahun depan,” ungkapnya.

KH Mas’ud Ali juga salut dengan terobosan bupati yang justru mengemas tahun baru dengan pengajian umum serta menghadirkan Shalawat Benning. “Ini awal baik bagi kita khususnya masyarakat Bondowoso untuk tidak larut dalam kegiatan yang tak ada manfaatnya,” jelasnya. Pengajian di malam tahun baru adalah mengubah kebiasaan sebelumya,  lanjutnya.

Dirinya berharap visi-misi bupati kian dikuatkan dengan memberikan maslahah serta manfaat kepada masyarakat. “Sekaligus kebijakannya dapat menolak sejumlah kemudharatan,” tandasnya. 

Sebelumnya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin mengeluarkan edaran dengan nomor: 140/861/430.10.1/2018. Pada surat tertanggal 28 Desember tersebut berisi tentang instruksi terkait pergantian tahun. 

Dalam suratnya, bupati menyampaikan hal yang harus diperhatikan masyarakat khususnya di Bondowoso. Antara lain, tidak merayakan tahun baru dengan menggelar hiburan yang bersifat hura-hura, juga menyalakan kembang api maupun petasan.

Masih dalam surat tersebut, seluruh organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa atau lurah, alim ulama, tokoh masyarakat dan semua pihak terkait lainnya diinstruksikan agar mengingatkan anak muda, remaja dan masyarkat untuk tidak melakukan kegiatan sebagaimana poin di atas.

Secara khusus, bupati berharap pada pergantian tahun baru ini agar diisi dengan kegiatan keagamaan. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 31 Desember 2018 23:30 WIB
Refleksi Akhir Tahun GP Ansor Pringsewu; Kanapa Harus Ikut NU?
Refleksi Akhir Tahun GP Ansor Pringsewu; Kanapa Harus Ikut NU?
Pringsewu, NU Online 
Di pengujung tahun 2018, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun sekaligus memperingati Haul Gus Dur Ke-9 di Aula Gedung PCNU Pringsewu, Senin malam (31/12).

Hadir dalam acara tersebut, ketua PCNU Pringsewu H. Taufiqurrohim untuk memberikan sambutan dan motivasi kepada para peserta Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser dan Denwatser Angkatan IX yang pelaksanaanya sudah dimulai sejak Sabtu (29/12/2018).

Dalam sambutannya, ketua PCNU Pringsewu menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan DTD Banser dan Denwatser yang diselenggarakan oleh PC GP Ansor Kabupaten Pringsewu tersebut.

Menurutnya kaderisasi di NU merupakan gerbang untuk mulai mengenal dan memahami NU secara struktural, karena diluar sana banyak orang yang mengaku NU tetapi tidak tahu dan tidak mau mengamalkan aqidah Ahlussunah wal Jamaah an-nahdliyah.

“Bahkan yang lebih parah lagi banyak yang bilang ‘tidak usah NU-NU an, tidak usah Yasinan, Tahlilan dan sebagainya’. Yang bilang seperti itu biasanya karena mereka belum pernah ikut kaderisasi di NU. Jadi tidak tahu NU itu seperti apa. Jadi, berbanggalah kalian yang sedang mengikuti kaderisasi ini karena kalian sudah menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama (NU)", ucap ketua PCNU Pringsewu.

Mengapa harus bangga, tanyanya. Lalu ia menjawab sendiri, karena ulama-ulama NU sejak zaman dahulu, sejak zamannya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari sudah paham bahwa kelak (termasuk hari ini) akan banyak sekali terjadi guncangan-guncangan di kalangan masyarakat bahkan bangsa dan negara.

Maka, lanjutnya, diperlukan sebuah wadah seperti NU untuk tetap menjaga kedamaian dan mempertahankan NKRI.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Tahlilan dan Do'a bersama untuk mengenang 9 tahun wafatnya Sang Guru Bangsa, Gus Dur.

Sebagai penutup rangkaian acara tersebut, diakhiri dengan pembacaan Maulid Simtut Duror yang diiringi Hadrah sambil menunggu malam pergantian tahun masehi daru 2018 ke 2019 yang diikuti oleh anggota Ansor, Banser, Denwatser, Jama'ah Grup Hadrah dan peserta Diklat Terpadu Dasar Angkatan IX. (Henudin/Abdullah Alawi) 

Senin 31 Desember 2018 23:15 WIB
100 Guru NU akan Mengikuti Madrasah Kader di Jawa Barat
100 Guru NU akan Mengikuti Madrasah Kader di Jawa Barat
Bandung, NU Online
Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat tengah mempersiapkan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) angkatan kesatu bagi para guru. Kegiatan yang akan diselenggarakan pada pertengahan Januari tahun 2019 ini, akan diikuti seratus peserta. 

Rifa Anggyana selaku Sekretaris Panitia menjelaskan bahwa kegiatan MKNU Pergunu Jawa Barat Angkatan 1 akan dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 12-13 Januari 2019 di Hotel Lingga Bandung dengan 100 peserta yang merupakan perwakilan dari pengurus Pimpinan Wilayah dan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Jawa Barat H Saepuloh menjelaskan bahwa kegiatan MKNU Pergunu Jawa Barat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang posisi, strategi, dan taktik gerakan dakwah Aswaja An Nahdliyah melalui pendidikan  

"Melalui Madrasah Kader ini, diharapkan semua peserta dalam hal ini pengurus Pergunu bisa memahami peran dan fungsi guru yang sangat strategis dalam pergerakan dakwah Aswaja An Nahdliyah" tutur Saepuloh selepas rapat kegiatan tersebut di Kantor PWNU Jawa Barat Jl Terusan Galunggung No. 9 Bandung, Senin, (31/12).

Selain itu, Saepuloh mengatakan, melalui Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Pergunu Jawa Barat dapat mempertegas peranan lembaga pendidikan dalam proses kaderisasi di tubuh NU.

"Jika guru-guru di lembaga pendidikan faham dan menjadikan Aswaja an-nahdliyyah bukan hanya sebagai ideologi tapi menjadi sebuah gerakan, maka lembaga pendidikan tersebut dapat menghasilkan kader NU  yang berkualitas" tutur Saepuloh

Manager Hotel Lingga Rezka yang ikut hadir pada rapat persiapan MKNU mengatakan bahwa panitia sudah mem-booking Hotel Lingga pada tanggal 12-13 Januari 2019 untuk pelaksanaan MKNU Pergunu angkatan 1 untuk 100 orang peserta.

Lebih lanjut Rezka mengatakan bahwa pihak management Hotel Lingga sangat senang dan akan membantu semaksimal mungkin untuk terlaksananya kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama Pergunu.

"Kami atas nama management dengan senang hati akan membantu terlaksananya kegiatan MKNU tersebut" tutur Rezka. (Red: Abdullah Alawi)


Senin 31 Desember 2018 19:30 WIB
Pemkot Bandung Larang Mushala di Basement, Ini Tanggapan NU Jabar
Pemkot Bandung Larang Mushala di Basement, Ini Tanggapan NU Jabar
Jakarta, NU Online
Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terkait bangunan dan gedung untuk menyediakan tempat ibadah yang layak, salah satu poinnya adalah melarang mushala di basement.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah berpendapat, perda tersebut baik jika dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam beribadah.

"Menurut saya sah dan baik jika dalam rangka niatnya untuk mendudukan shalat menjadi lebih diperhatikan oleh masyarakat, sehingga meningkatkan kesadaran mereka untuk lebih religius dalam hidupnya," kata Gus Hasan kepada NU Online, Senin (31/12) melalui sambungan telepon.

Pria yang juga Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah 3 Cilamaya, Karawang, Jawa Barat ini mengungkapkan kesan dirinya ketika berkunjung ke sejumlah gedung.

Menurutnya, di beberapa gedung masih terdapat sejumlah mushala yang layak, baik secara letak maupun fasilitas.

"Bagi pengelola yang telah memperhatikan kebutuhan umat Islam dalam menjalankan kewajibannya, kita ucapkan terima kasih. Dan bagi yang belum, semoga pengelola dibukakan pintu hatinya untuk memberikan perhatian lebih," ucapnya.

Pemkot Bandung mengesahkan peraturan daerah (Perda) baru terkait bangunan dan gedung. Perda ini merevisi aturan sebelumnya yang tercantum dalam Perda Nomor 5 Tahun 2010.

Dalam aturan baru, salah satunya melarang sarana ibadah dalam gedung dibangun tidak layak. Aturan ini berlaku untuk gedung yang berfungsi sebagai gedung komersial, pusat perbelanjaan, hotel, hunian rusun dan apartemen.

Dalam perda tersebut juga disebutkan luas sarana ibadah di dalam gedung, yakni lima persen dari luas lantai tempat dibangun. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG