IMG-LOGO
Humor

Proyek Jembatan Surga-Neraka

Senin 31 Desember 2018 20:0 WIB
Bagikan:
Proyek Jembatan Surga-Neraka
ilustrasi: jurusapuh.com
Suatu hari di akhirat pengguni neraka dan penghuni surga melakukan musyawarah.Mereka sepakat ingin membangun jembatan yang menghubungkan surga dan neraka.

Apa fungsinya? Katanya, biar gampang silaturrahmi dan biar mudah saling mengunjungi antarpenghuni kedua tempat.

Walhasil, jembatan di neraka selesai terlebih dulu, sedangkan yang di surga belum selesai. Jangankan jembatannya, rancangannya saja belum terpasang.

Penghuni neraka marah-marah ke penghuni surga.

“Hei penghuni surga cepet kerjain, jembatannya kita sudah selesai.”

Mendengar itu, penghuni surga lantas membalas,“Mas, bagaimana kita mau ngerjain jembatan,sedangkan pimpinan proyek, pemborong, sama menterinya kan disana semua.”(Zidni)

Tags:
Bagikan:
Senin 31 Desember 2018 9:11 WIB
Sapi dan Anggota Dewan
Sapi dan Anggota Dewan
Pada siang yang cukup terik tapi angin berhembus sepoi-sepoi, Rohim beranjak dari sawahnya agar tidak ketinggalan jamaah sholat dzuhur di masjid dekat tempat tinggalnya.

Seperti biasa selepas shalat berjamaah, Rohim ikut bersantai menemani Pak Kiai yang sedang duduk di emperan masjid.

“Kiai sudah dengar berita aneh dari DPR?” tanya Rohim yang memang cukup update mengikuti perkembangan berita di televisi.

“Berita aneh apa, Kang?” ujar kiai menanggapi.

“Katanya anggota dewan mau ke Australia untuk belajar soal sapi. Kan aneh, Kiai?” ucapnya.

“Ah, biasa aja kang, malah bagus kok.”

“Kan di sini aja banyak sapi, Kiai, kok jauh-jauh sampai ke Australia.”

“Lah, kalau di Indonesia percuma, toh Kang.”

“Percuma gimana, Kiai?” tanya Rohim heran.

“Kalau di Indonesia, sapi pun gak percaya sama anggota DPR itu, tapi kalau sapi di Australia kan belum kenal. Jadi masih bisa dikadali,” jawab Kiai. (Ahmad)
Ahad 30 Desember 2018 3:21 WIB
Humor Gus Dur: Anak-anak Presiden yang Ingin Menyenangkan Rakyat
Humor Gus Dur: Anak-anak Presiden yang Ingin Menyenangkan Rakyat
KH Abdurrahman Wahid memiliki koleksi humor yang melimpah. Dalam berbagai pertemuan, baik formal maupun nonformal, tak jarang ia melempar humor hingga membuat hadirin ger-geran. 

Seorang peneliti asal Jepang Hisanori Kato, seorang profesor dari Chuo University pernah mendengar langsung humor Gus Dur saat bertemu di sebuah hotel, di masa-masa berakhirnya kekuasaan Orde Baru. 

Alkisah, di sebuah negara yang luas dan berpenduduk ratusan juta, dipimpin seorang presiden yang koruptor. Ia berkuasa selama puluhan tahun. Rakyat sebetulnya sudah tidak menghendakinya, tapi ia terlalu kuat untuk digulingkan. 

Hasil koruptor sang presiden dinikmati keluarga dan kroni-kroninya. Tentu saja anak-anaknya juga. 

Pada suatu ketika, beberapa anak presiden naik pada sebuah pesawat. Mereka duduk di dekat pilot. Entah bagaimana mulanya, anak-anak presiden itu kemudian berlomba untuk menyenangkan rakyat negara yang dipimpin ayahnya tersebut. 

"Apa yang membuat rakyat senang," tanya satu anak presiden kepada pilot.

"Uang. Ya, rakyat diberi uang," jawab pilot. 

Kemudian anak-anak presiden itu berlomba menghamburkan uang dari atas pesawat tersebut. Siapa yang terbanyak, dia yang menang.

Satu anak presiden melemparkan uangnya sebanyak lima koper di atas sebuah kota. Lalu rakyat berebutan uang itu dengan bersuka cita. Senang mereka.

Anak presiden yang satu lagi tak mau kalah. Ia melemparkan uang dua kali lipat dari saudaranya di atas kota lain. Sama persis, rakyat bersuka cita dan mengucapkan terima kasih.

Kemudian entah kenapa, tiba-tiba pilot melempar anak-anak presiden itu di sebuah kota. Dan ternyata, rakyat lebih senang. (Abdullah Alawi)
  

Jumat 28 Desember 2018 14:30 WIB
Obrolan Para Istri tentang Poligami Usai Pengajian
Obrolan Para Istri tentang Poligami Usai Pengajian
Ilustrasi (via shutterstock)
Jumat siang sekitar pukul 13.30, ibu-ibu di Kompleks Mutiara rutin mengadakan pengajian. Selain melantunkan dzikir, wirid, dan tahlil, wadah pengajian tersebut digunakan di antaranya untuk membahas problem keluarga sehari-hari.

Kali ini, mereka membahas tentang poligami dalam sudut pandang Islam. Dari pengajian tersebut, sedikit-banyak mereka sudah memahami tentang konsep poligami.

Namun, pembahasan tentang poligami tidak berkahir begitu saja di forum pengajian, tetapi mereka juga membahasnya setelah pengajian usai.

Jamaah bernama Entin membuka obrolan, “Saya tidak pernah menolak laki-laki berpoligami!” kata Entin.

“Wah, hebat Bu Entin ini,” sahut Romlah.

“Saya juga tidak akan pernah melarang jika seorang suami ingin nikah lagi!” imbuh Entin melontarkan kembali pandangannya.

“Betul-betul bijak dan taat Bu Entin ini. Yang penting adil ya bu?!” kata perempuan bernama Bu Ema menanggapi.

“Bukan...! Yang penting bukan suami saya!” seloroh Entin. (Ahmad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG