IMG-LOGO
Daerah

Musibah Longsor Landa Sukabumi Selatan, 107 Orang Tertimbun

Selasa 1 Januari 2019 16:14 WIB
Bagikan:
Musibah Longsor Landa Sukabumi Selatan, 107 Orang Tertimbun
Jakarta, NU Online 
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, musibah kembali melanda. Kali ini longsor terjadi di Sukabumi selatan, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12). 

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho akibat longsor 30 unit rumah dan 107 jiwa tertimbun, 60 orang selamat dan 4 orang luka-luka. 

Menurut Sutopo, musibah tersebut menyebabkan 9 orang meninggal dunia dan 34 orang masih dalam pencarian.

“Tim SAR gabungan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian. Kendalanya adalah alat berat tidak bisa menjangkau lokasi longsor sampai saat ini,” jelasnya melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (1/1). 

Sementara itu, Banser wilayah Pelabuan Ratu sebagaimana dilaporkan akun Twitter NU Care Lazisnu, juga turut serta dalam evakuasi korban longsor tersebut. (Abdullah Alawi)

Bagikan:
Selasa 1 Januari 2019 23:55 WIB
Tutup Tahun, Anak Muda NU Cicantayan Ziarahi Makam Para Kiai
Tutup Tahun, Anak Muda NU Cicantayan Ziarahi Makam Para Kiai
Sukabumi, NU Online 
Sejumlah  anak muda NU Kabupaten Sukabumi menziarahi makam para kiai, di antaranya KH Muhammad Masthuro, pendiri Pesantren Al-Masthuriah Tipar Cisaat, Habib Syekh bin Salim Alatas, KH Abdullah Mahfud pendiri Pesantren Assyalafiyah Babakan Tipar, KH Dadun Sanusi di kompleks Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, KH Kholilullah di Pesantren Sirojul Athfal. 

Ketua MWCNU Kecamatan Cicantayan Ustadz Jihad memimpin ziarah yang dimulai selepas maghrib Senin (31/12) malam tersebut.  

Menurut dia, generasi muda NU yang diharapkan sebagai pelopor dalam kebaikan di tengah-tengah masyarakat memanfaatkan pergantian tahun dengan aktivitas kurang bermanfaat. Padahal mereka bisa memaksimalkan peranannya sebagai pelopor perubahan menuju masyarakat lebih maju, sejahtera dan berkeadilan.

“Tahun baru dengan kegiatan ziarah sebagai momentum bangkitnya gerakan generasi muda NU yang memiliki pandangan ke depan sebagai generasi penerus bangsa sebagai titipan dari terdahulunya yang tidak jumawa yang melepaskan sumbu nasab keilmuannya dan perjuangannya kepada guru-guru agung,” jelasnya kepada NU Online 

Para guru tersebut, menurutnya, telah mengajari dan membimbing dan menyebarkan kebaikan dengan penuh kedamaian tanpa merusak tatanan sosial budaya yang. Cara-cara semacam itu hendaknya menjadi pembelajaran yang sangat berharga dan patut ditiru oleh generasi muda NU. 

“Ziarah kubur membangun kesadaran generasi muda NU sebagai penyambung rasa dalam semangat perjuangan, yakni bercermin dari tokoh agung yang dipandang sukses dalam menjalankan misi dakwah,” katanya. 

Ziarah juga menjadi ajang untuk mengingat kematian. Mengingat kematian bisa menyebabkan orang bersemangat dalam mengisi kehidupan dengan karya untuk agama dan negara dan masyarakat umum.

“Pergantian tahun baru ini sebagai media tasyakur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan-Nya.” 

Kegiatan ini diakhiri dengan santapan kabuli Nusantara ala NU, yakni nasi liwet di atas daun pisang secara berjamaah. Kemudian mereka menyantap semangka Tasikmalaya dan durian khas Cijalingan. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)


Selasa 1 Januari 2019 23:15 WIB
Pergantian Tahun, Pelajar NU Cikarang Utara Adakan Kaderisasi
Pergantian Tahun, Pelajar NU Cikarang Utara Adakan Kaderisasi
Bekasi, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di awal tahun ini.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Bekasi, Nur Arfah mengatakan, Makesta tersebut baru kali pertama diadakan di Cikarang Utara. 
"Kegiatan ini juga digagas bersama dengan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Cikarang Utara," katanya.

Sebab, lanjut Arfah, kondisi pemahaman pelajar di kecamatan tersebut masih sangat rentan terhadap berbagai doktrin keagamaan yang ekstrem.

"(Dan) pemahaman itu jelas tidak mencerminkan NU yang berakidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah," jelas Mpok Arfah, demikian ia akrab disapa.

Selain itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Cikarang Utara KH Munajib berpesan kepada para peserta Makesta yang berusia remaja, bahwa kegiatan kaderisasi organisasi ini sangat bermanfaat.

"Selain itu juga agar malam tahun baru tidak keluyuran atau melakukan kegiatan yang tidak berfaedah," tegas Kiai Munajib.

Ia juga mengatakan, pelajar NU hari ini merupakan pengurus NU di masa mendatang.

"Kalian, yang sekarang adalah pelajar NU, nanti kalau sudah besar akan menjadi meneruskan menjadi pengurus NU, khususnya di Cikarang Utara," pungkas Kiai Munajib.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin-Selasa (31/12/18-1/1/19). Pada malam tahun baru, peserta makesta diajak nonton bareng film Sang Kiai di malam jelang pergantian tahun.

Selain itu ada dzikir dan doa bersama, serta Shalat Tahajud berjamaah dengan tujuan agar tahun 2019 menjadi lebih baik. (Aru ELgete/Abdullah Alawi)

Selasa 1 Januari 2019 23:0 WIB
NU PEDULI BANTEN-LAMPUNG
Awali Tahun 2019, PCNU Tanggamus Bantu Korban Tsunami
Awali Tahun 2019, PCNU Tanggamus Bantu Korban Tsunami
Penyerahan Bantuan PCNU Tanggamus melalui NU Peduli
Lampung Selatan, NU Online
Mengawali tahun baru 2019, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tanggamus melakukan aksi sosial dengan menyerahkan bantuan kepada para korban terdampak tsunami yang telah memporakporandakan kawasan pantai di Lampung Selatan beberapa waktu lalu.

Bantuan berupa logistik dan uang ini disalurkan melalui NU Peduli Lampung di Pos Utama komplek kantor PCNU Lampung Selatan, Jalan Lintas Timur Sumatera, Selasa (1/1).

H Samsul Hadi, Katib Syuriyah PCNU Tanggamus yang memimpin rombongan menjelaskan, bantuan tersebut merupakan penggalangan dana yang dilakukan PCNU Tanggamus sesaat setelah mendengar informasi tsunami yang telah mengakibatkan banyak korban meninggal dunia dan kehilangan harta benda.

“Barang yang disalurkan berupa sembako, obat-obatan, pakaian, sayur mayur senilai 20 juta dan uang tunai sebesar 15 juta,” kata Kiai Samsul saat menyerahkan bantuan yang diterima oleh Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Kabupaten Lampung Selatan, M Zaenal Mustofa.  

Sementara itu H M Saifudin Juhri, Sekretaris PCNU Tanggamus yang ikut dalam rombongan mengungkapkan rasa syukurnya karena PCNU Tanggamus dapat mengawali tahun baru dengan berbuat kebaikan. Ia berharap amal yang dilakukan tersebut membawa keberkahan di tahun 2019.

Membantu sesama manusia menurutnya menjadi ciri dari sebaik-baik manusia. Hal ini sudah ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya yang menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Semoga bantuan yang kami berikan mampu memberikan manfaat kepada para korban dan meringankan beban mereka dalam upaya menata kehidupan mereka kembali,” pungkasnya

Setelah menyalurkan bantuan di posko NU peduli, rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju lokasi pengungsian untuk melihat langsung kondisi warga yang mengungsi di dataran tinggi sekitar pantai. Di lokasi bencana, para anggota Banser masih terlihat membantu warga setempat untuk membersihkan puing-puing bangunan yang rusak diterjang ombak. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG