IMG-LOGO
Daerah

Menjaga Al-Qur'an di Rumah Petakan


Rabu 2 Januari 2019 23:00 WIB
Bagikan:
Menjaga Al-Qur'an di Rumah Petakan
Santri Pesantren Al Husna Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Sekilas tidak ada yang berbeda dari komplek perumahan warga yang berada di Kelurahan Pringsewu Barat Kabupaten Pringsewu, Lampung ini.  Bangunan rumah berarsitektur minimalis-futuristik mencerminkan gaya hidup modern dipadu warna warni cat tembok ini dihuni oleh para pegawai dan pekerja lepas. Ditambah lagi lahan tanah dan badan jalan yang sempit menjadikan lokasi perumahan ini terasa padat.

Namun suasana terasa berbeda saat memasuki jalan utama perumahan tersebut. Tidak seperti biasanya perumahan yang banyak terparkir mobil di bahu jalan. Diperumahan ini banyak ditemui anak-anak muda berpeci dan bersarung hilir mudik masuk dari rumah satu ke rumah lain.

Rumah yang ditempati mereka tampak berbeda karena hanya rumah petak yang disekat menjadi beberapa ruang. Sebagian dari mereka duduk membaca Al-Qur'an sambil sesekali menutup mata mereka.

Para pemuda ini adalah para santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al Husna asuhan KH Abdul Hamid Al Hafidz yang berlokasi di komplek perumahan tersebut. Para santri ini terpaksa tinggal di sebuah rumah petakan berupa kos-kosan yang disewa untuk mereka tinggali.

"Di sini lahannya terbatas. Rumah saya pun sudah saya modifikasi. Bagaimana caranya para santri yang putri bisa tinggal nyaman dan khusyuk untuk menghafal Al-Qur'an," kata KH Abdul Hamid yang juga seorang hafidz Al-Qur'an ini kepada NU Online, Rabu (2/1).

Kiai muda ini pun mengisahkan awal mula ia bersama istrinya yang juga seorang hafidzah, tinggal di perumahan tersebut bersama para santrinya.

"Tadinya saya tinggal di Masjid Sunan Giri Pringsewu Barat yang tak jauh jaraknya dari sini. Saya dan istri mengajar anak-anak di TPA masjid tersebut. Setelah itu beberapa orang tua datang dan ingin menitipkan anaknya untuk belajar dan tinggal bersama saya. Saya sudah sampaikan saya tidak punya rumah. Namun mereka tidak mempermasalahkannya dan tetap ingin anaknya bersama saya," katanya.

Semakin hari, semakin banyak para santri yang ikut dengan pria yang saat ini tercatat sebagai Rais Syuriyah Ranting NU Pringsewu Barat ini. Kondisi ini pun "memaksanya" untuk memiliki tempat sendiri untuk menampung para santri.

Dengan tabungan yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun akhirnya ia bisa membeli satu kapling tanah perumahan yang saat ini ia tinggali bersama istri, anak dan para santrinya. Tidak mudah menabung uang di tengah kehidupan yang pas-pasan hanya sebagai penunggu masjid. Keinginan kuat untuk hidup mandiri dan rumah sendiri, membuat Kiai Hamid berjuang dengan melamar sebagai guru honor di beberapa sekolah. Dengan ini, ia berhasil juga membangun rumah sederhana di atas tanah yang ia beli.

"Untuk santri putra terpaksa saya sewakan rumah tetangga yang dibuat berpetak-petak ukuran 3x3 meter persegi. Alhamdulillah selalu saja ada rezeki saatnya jatuh tempo membayar sewa rumah," ungkapnya.

Ada lima puluh lebih santri yang sekarang tinggal bersama kiai muda penyandang doktor hafidz pertama dari UIN Raden Intan Lampung ini. Dari sejumlah para santri yang harus tinggal berdesak-desakan di rumah petakan tersebut, ada 11 santri diantaranya yang sudah menyelesaikan hafalan 30 juz.

"Secara pribadi saya bersyukur bisa mendidik dan membimbing para hafidz dan hafidzah ini. Namun di sisi lain saya kasihan dengan mereka yang harus tinggal dengan kondisi seadanya," tuturnya.

Melihat kondisi semakin banyaknya santri yang mendaftarkan diri ke pesantrennya, Kiai Hamid pun sedang berusaha untuk mencari lokasi tepat untuk pengembangan pesantrennya.

"Minta doa dan dukungan mudah-mudahan niatan untuk terus mengembangkan pesantren tahfidz ini diijabah oleh Allah SWT," pintanya.

Kedepan Kiai Hamid memimpikan para santri asuhannya nanti memiliki tempat yang nyaman untuk menjaga Al-Qur'an dengan menghafalkannya. Sekarang ia harus bersabar bersama para santrinya menjaga Al-Qur'an di rumah petakan. (Muhammad Faizin)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG