IMG-LOGO
Daerah

Begini Cara NU Membawa Warganya Masuk Surga

Kamis 3 Januari 2019 9:0 WIB
Bagikan:
Begini Cara NU Membawa Warganya Masuk Surga
Pasuruan, NU Online
Ada dua cara yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) kepada warga dan jamiyahnya untuk bisa masuk surga. Yakni lewat ibadah, serta rendah hati.

Penegasan tersebut disampaikan KH Muzakki Birrul Alim pada acara haul akbar aulia Syaich Abdul Qadir al-Jilani sekaligus selametan desa. Kegiatan diselenggarakan Pengurus ranting NU Karanganyar, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Rabu (2/1). 

"Kita digiring oleh NU untuk masuk surga dengan cara amal ibadah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Tampung Desa Kalirejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan tersebut. Yang namanya surga bisa didapatkan dengan ibadah, lanjutnya.

Yang kedua adalah dengan rendah hati. “Surga buat siapa? Yakni untuk orang yang tidak berharap, baik di bumi  dan di surga,” urai Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan tersebut.

Dalam acara tersebut, Kiai Muzakki, sapaan akrabnya, mencerikan sifat rendah hatinya Syaikh Abdul Qodir al-Jilani.

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani berpesan, orang lain itu lebih mulia dari pada dirinya. Seperti kalau Syaikh Abdul Qadir menemui anak kecil, maka harus punya perasaan bahwa anak kecil tersebut lebih baik dibandingkan dengan dirinya.

"Karena manusia baligh banyak dosa bila dibandingkan dengan anak kecil," jelasnya di hadapan hadirin, termasuk aparatur Desa Karanganyar. (Dayat/Makhfud/Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Kamis 3 Januari 2019 21:0 WIB
LDNU Jombang: Petakan Potensi Dai Sesuai Kapasitas
LDNU Jombang: Petakan Potensi Dai Sesuai Kapasitas
Jombang, NU Online
Sejumlah Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dikukuhkan, Rabu (2/1) malam.

Pengukuhan yang berlangsung di Mushala Al-Hikmah, Desa Manunggal Lor, Ngusikan itu dilakukan bersamaan dengan acara Lailatul Ijtima MWCNU Ngusikan. Pada kesempatan ini pula dibagikan buku Amaliah Aswaja yang disusun LDNU bekerja sama dengan Aswaja NU Center Jombang.

Ketua Pengurus Cabang (PC) LDNU Jombang, Aang Fatihul Islam mengatakan, PC LDNU selama ini gencar membentuk sejumlah LDNU di tingkat kecamatan atau tingkat MWCNU. Dan yang terbaru adalah LDNU Ngusikan yang sudah resmi dikukuhkan.

Di masing-masing kepengurusan tingkat kecamatan, kata dia, potensi para pengurus LDNU dipetakan sesuai kapasitas mereka dalam hal berdakwah. Ini dilakukan untuk menjawab tantangan dunia dakwah yang dinilai terus berkembang.

"Karena dai sekarang harus mampu menjawab tantangan zaman, sehingga LDNU Jombang memetakan potensi dai sesuai dengan peta yang diperlukan, misal dakwah bil lisan, bil qolam, bil medsos, bil hal dan seterusnya," ucapnya.

Dengan demikian, imbuhnya, dunia dakwah akan terus diperhatikan dan tetap menarik di tengah masyarakat meski arus perkembangan zaman tak bisa dibendung. "Mereka harus menjadi basis kekuatan LDNU di tingkat MWCNU dan ranting untuk ikut mendakwahkan ajaran NU," ungkapnya.

Namun demikian menurut dia, dakwah yang paling utama adalah menyampaikan ajaran-ajaran Aswaja an-nahdliyah kepada masyarakat luas. Pasalnya, hal itu dianggap mampu membentengi mereka dari ideologi yang menyimpang dari nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dan.

"Tak kalah penting pula mereka para dai bersama-sama membentengi masyarakat dari ideologi yang tidak sesuai Aswaja dengan menyebarluaskan ajaran Aswaja itu, " jelasnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Kamis 3 Januari 2019 19:0 WIB
Teh Bintang Sembilan, Upaya Pengembangan Ekonomi NU Wonosobo
Teh Bintang Sembilan, Upaya Pengembangan Ekonomi NU Wonosobo
Teh Bintang Sembilan
Wonosobo, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo, Jawa Tengah Kiai Ngarifin Shiddiq mengatakan NU Wonosobo melalui Lembaga Perekonomian NU saat ini sedang menggerakkan lini ekonomi berbasis potensi lokal yang ada.

Hal tersebut dikatakannya kepada NU Online, Rabu (2/1) terkait Launching Produk Teh Bintang Sembilan yang dilaksanakan 30 Desember 2018 lalu pada kegiatan Harlah Muslimat se-Karesidenan Kedu di Kecamatan Kepil, Wonosobo.

Menurut Abah Arifin, begitu ia biasa disapa, jika lini ekonomi berbasis lokal sudah bergerak, nantinya akan muncul produk-produk yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.

"Utamanya warga NU yang tentu baik secara kualitas, kuantitas dan harga yang mampu bersaing di pasaran," ujarnya.

Abah Arifin juga mengatakan, selain ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Wonosobo pada khususnya dan Indonesia kelak pada umumnya, usaha ekonomi ini juga mendorong warga NU untuk bisa ikut andil dalam semua sisi pengembangan ekonomi.

Teh Bintang Sembilan, tambah Abah Arifin, merupakan awal dari beberapa program yang nantinya akan dijalankan.

"Utamanya menyangkut peningkatan capacity building (kemampuan organisasi), kelembagaan, sistem maupun jejaring ekonomi. Kami memiliki peluang yang cukup potensial dengan kekuatan seluruh elemen yang ada. Hanya saja perlu dirumuskan sejak awal dari yang kecil-kecil untuk tumbuh menjadi besar,” jelasnya.

Teh Bintang Sembilan ini adalah produk baru yang nantinya akan menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi dan penguatan organisasi serta hasilnya akan kembali kepada warga NU.
 
Produk ini terus dikembangkan dengan menggandeng berbagai pihak untuk bekerjasama di antaranya dengan PT Perkebunan Tambi.

"Dan sedang kami komunikasikan juga dengan pihak-pihak lain untuk produk-produk yang berbeda yang nanti akan dimunculkan," lanjutnya.
 
Abah Arifin berharap khususnya kepada warga NU dan umumnya kepada masyarakat untuk bisa ikut andil sebagai jejaring pemasaran dengan pola yang saling menguntungkan. Hal ini ia yakini akan semakin menumbuhkan kesadaran berwirausaha untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga maupun lembaga. (Nahru/Muhammad Faizin)
Kamis 3 Januari 2019 17:45 WIB
Ini Harapan Guru Madrasah di Hari Amal Bakti Ke-73
Ini Harapan Guru Madrasah di Hari Amal Bakti Ke-73
Banyumas, NU Online
Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-73 Kementerian Agama (Kemenag) tingkat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tahun 2019 berlangsung meriah. Momentum yang selalu diperingati setiap tanggal 3 Januari itu, kali ini diselenggarakan upacara yang dipusatkan di Alun-alun Purwokerto, Kamis (3/1).

Dengan mengusung tema Jaga Kebersamaan Umat diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Terus saling menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathoniyah.

Acara yang dipimpin Bupati Banyumas itu, dihadiri ribuan peserta dari berbagai utusan. Tak terkecuali para guru perwakilan dari madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah dibawah naungan Kemenag. Mereka yang ikut serta dalam barisan upacara, memiliki harapan besar perubahan Kemenag terutama dalam kebijakan pendidikan di madrasah.

Peserta guru dari MI Ma’arif NU 1 Langgongsari, Cilongok, Banyumas, Endro Suharyanto berharap dengan peringatan HAB Kemenag tahun ini lahir terobosan baru dalam pengelolaan pendidikan di bawah naungan Kemenag. Karena madrasah membutuhkan kecepatan data dan informasi kependidikan, harap Endro dan guru yang lain.

“Untuk itu, lanjut Endro diperlukan penyegaran dalam peningkatan kapasitas pengelola data informasi di madrasah secara periodik. Sehingga pengelolaan sistem data informasi kependidikan dapat tersaji secara cepat dan akurat melayani kebutuhan pendidik,” terangnya.

Harapan lain juga disampaikan guru MI Ma’arif NU 1 Karangnangka, Kedungbanteng, Aris Hidayat menyampaikan ke depan perlu transparansi dalam kebijakan regulasi tentang guru honorer, aturan PLPG tidak harus sepuluh tahun mengabdi, namun cukup enam tahun sebagaimana aturan yang lama.

“Saya berharap Kemenag tidak memberlakukan PPG dengan waktu yang panjang. Karena waktu tiga bulan dirasa cukup lama guru yang bersangkutan meninggalkan tugas di madrasah,” jelas Aris.

Kepala MI Ma’arif NU 1 Pancurendang, Ajibarang, Ali Ma’ruf menjelaskan ke depan Kemenag lebih serius meningkatkan bantuan bidang sarana dan prasarana sehingga madrasah memiliki daya tampung yang representatif untuk belajar mengajar.

“Terlebih bantuan yang sifatnya fisik akan sangat membantu bagi madrasah yang tergolong baru. Untuk itu, perlu skala prioritas bantuan yang akan diberikan sehingga tepat sasaran,” ungkap Ali yang juga alumnus Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Purwokerto itu.

Senada dengan harapan diatas, Kepala MI Ma’arif NU 1 Lebeng, Sumpiuh, Ahmad Muhtarom mengungkapkan bahwa kebijakan yang sudah berjalan baik untuk lebih ditingkatkan. Bantuan insentif guru wiyata bakti lebih diprioritaskan. Karena itu sangat membantu meningkatkan kesejahteraan pendidik, harap Muhtarom. 

“Dengan kehidupan pendidik yang sejahtera, diharapkan memajukan kinerja pendidik. Pada akhirnya dapat meningkatkan mutu madrasah agar semakin hebat, bermartabat dan membanggakan,” pungkasnya. (Musmuallim Ma’arif/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG