IMG-LOGO
Nasional

Aswaja NU Punya Nasab Keilmuan

Kamis 3 Januari 2019 10:30 WIB
Bagikan:
Aswaja NU Punya Nasab Keilmuan

Jombang, NU Online
Direktur Aswaja Center Jawa Timur,  KH Ma'ruf Khozin menegaskan bahwa ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)  yang ditawarkan NU berbeda dengan Aswaja kelompok lain yang belakangan juga ramai  bermunculan. Aswaja versi  NU punya nasab keilmuan dan bermazhab.

"Kita patut bersyukur dilahirkan di NU, karena semua amal dan ajarannya ada gurunya. Kita shalat ada tuntunan dari guru. Jadi besok di akhirat kita bisa jawab bahwa ikut shalatnya KH Hasyim Asy'ari,  bukan YouTube," ujarnya saat menjadi nara sumber di Pengajian Aswaja Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (02/01).

Menurutnya, saat ini  banyak kelompok Jamaah yang dengan mudah menyalahkan amaliah NU. Mereka bahkan menuding amaliah NU sebagai bid’ah. Tidak hanya itu,  muncul anggapan bahwa warga NU hanya hafal surat Yasin karena hanya surat itu yang rutin dibaca dalam berbagai kelompok pengajian masyarakat. Padahal nyatanya banyak santri NU yang hafal Al-Quran.

"Sekarang itu ada tulisan yang disebarkan kemana-mana yang memuat hadits tentang anjuran baca surat kahfi di hari jumat. Dalam tulisan tersebut ada narasi ikut NU malam jumat baca yasin dan ikut nabi baca kahfi. Padahal baca yasin dan kahfi sama-sama ada haditsnya. Dan pesantren-pesantren mengamalkan dua-duanya," beber Kiai Maruf.

Dikatakannya, sikap yang menyalahkan amalan NU seperti tahlilan dan pembagian 'berkat' masih ada. Walaupun sudah dijelaskan dengan dalil aqli dan naqli, namun mereka tetap menuding  amaliah NU adalah sesat. Padahal amaliah  NU memiliki  nasab yang jelas hingga sampai kepada Rasulullah SAW.

"Islam masuk ke Indonesia tidak datang secara mudah. Harus dibawa oleh para da’i terbaik zaman itu dan strategi terbaik pula. Kita bersyukur ajaran NU nyambung ke mereka hingga nabi Muhammad SAW. Ini membuat NU berbeda dan harus dipertahankan," tandasnya.

Sementara itu,  Ketua Yayasan Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, KH Wafiyul Ahdi menegaskan bahwa pembekalan tersebut sebagai langkah untuk memastikan semua elemen Bahrul Ulum tetap berada di jalur Nahdlatul Ulama.

"Kita tidak ingin ada yang menyimpang dari NU, peserta kegiatan ini adalah para ustaz dan guru yang setiap hari berinteraksi dengan santri. Jadi istilahnya acara ini seperti isi ulang baterai. Biar semangat lagi dan hidup terus ajaran Aswajanya," jelasnya (Syarif Rahman/Aryudi AR) .



Tags:
Bagikan:
Kamis 3 Januari 2019 21:45 WIB
Kata Mahfud MD soal Hukuman Mati bagi Koruptor
Kata Mahfud MD soal Hukuman Mati bagi Koruptor
Mohammad Mahfud MD
Jakarta, NU Online
Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Mohammad Mahfud MD menegaskan bahwa hukuman mati bagi para pelaku korupsi harus memperhatikan dua hal, yaitu peran dan besaran korupsi.

“Lihat tingkat peran dan besaran korupsinya saja,” ujar Mahfud dikutip NU Online, Kamis (3/1) lewat twitternya ketika menanggapi persoalan koruptor dihukum mati.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) 2008-2013 ini, ada korupsi yang karena tanggung jawab administratif.

“Misal, terlibat karena tanda tangan dokumen yang sudah jadi,” jelasnya.

Tetapi, imbuhnya, ada juga korupsi karena memang ingin menggarong kekayaan negara dalam jumlah besar.

“Ada yang menjual hukum melalui penyuapan,” ungkap Mahfud. (Fathoni)
Kamis 3 Januari 2019 21:30 WIB
NU Peduli Terjunkan Mobile Clinic Tangani Kesehatan Korban Tsunami
NU Peduli Terjunkan Mobile Clinic Tangani Kesehatan Korban Tsunami

Lampung Selatan, NU Online
Menggandeng Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), NU Peduli menerjunkan pelayanan mobile clinic untuk menangani kesehatan para pengungsi yang terdampak tsunami di Kabupaten Lampung Selatan. Pelayanan ini menerjunkan empat tim, dua dokter, dua perawat dan beberapa relawan kesehatan yang terus memantau kesehatan di berbagai titik lokasi pengungsian.

Bendahara Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dr. H. Makki Zamzami yang terjun langsung ke lokasi pengungsian di kawasan perbukitan Rajabasa mengatakan, pelayanan kesehatan mobile clinic merupakan bentuk mekanisme penanganan bencana cluster kesehatan yang telah dirumuskan beberapa waktu lalu oleh Emergency Medical Team LKNU Pusat.


Foto: Tim Kesehatan LKNU bersama Wakil Gubernur Lampung Terpilih, Hj. Chusnunia


“Kita telah memiliki prosedur pelayanan tetap (Protap) dalam memberikan standar mekanisme pelayanan berdasarkan evaluasi bencana yang telah terjadi seperti di Lombok dan Palu,” kata dokter muda ini di Posko Utama NU Peduli di Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (3/1)

Adapun pelayanan kesehatan yang diberikan oleh mobile clinic NU Peduli seperti perawatan luka akibat bencana dan home visit (kunjungan) kepada korban yang tidak sanggup datang ke lokasi dikarenakan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Menurut dr. Makki, berdasarkan berbagi pengalaman menangani bencana, keluhan kesehatan yang dirasakan oleh para pengungsi biasanya terjadi sepekan setelah bencana melanda. Beberapa gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernafasan, batuk, pilek dan sejenisnya sering dikeluhkan oleh para korban.


Foto: Pelayanan Kesehatan Mobile Clinic LKNU dan NU Peduli


“Kita akan melakukan pelayanan kesehatan selama seminggu mulai 3 sampai 9 Januari 2019 dengan mengaplikasikan Protap yang telah dirumuskan di Makassar,” tambah dr. Makki kepada NU Online melalu sambungan telepon.

Pada hari pertama di Lampung Selatan, LKNU dengan mobile clinic nya telah melakukan pelayanan kesehatan di tiga titik lokasi pengungsian. Kendala yang dihadapi di lapangan di antaranya seperti berbagai aktifitas pengungsi yang tidak menentu sehingga terkadang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan yang diberikan.

“Kita sedang mencari teknik bagaimana para pengungsi ini bisa berkumpul. Karena kebanyakan pada pagi hari mereka bekerja atau pergi mengunjungi saudara lain yang tertimpa musibah sehingga perlu mencari timing (waktu) yang tepat,” pungkasnya. (Muhammad Faizin)

Kamis 3 Januari 2019 20:15 WIB
PBNU: Kunjungan Plt Dubes Saudi Ingin Perkuat Persaudaraan
PBNU: Kunjungan Plt Dubes Saudi Ingin Perkuat Persaudaraan
Kiai Said dan Plt Dubes Saudi
Jakarta, NU Online
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menegaskan bahwa kehadiran Yahya Al-Qahtani di Kantor PBNU sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dubes Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia yang sebelumnya dijabat Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi.

“Posisi Yahya Al-Qahtani sendiri saat ini merupakan kepala deputi di Kementerian Luar Negeri Saudi Arabia,” jelas Helmy, Kamis (3/1).

Pertemuan tersebut, imbuhnya, dalam rangka mempererat tali persaudaraan antara Kerajaan dan rakyat Arab Saudi dengan warga Indonesia, khususnya Nahdliyin.

“Kami saling membangun kespahaman antara satu dengan yang lain,” ujar Helmy.

Pada kesempatan tersebut, Plt Dubes Arab Saudi diterima langsung oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj yang didampingi Waketum H Maksoem Mahfoedz dan Bendahara Umum H Bina Suhendra.

Hadir juga jajaran Ketua PBNU, yakni KH Abdul Manan Ghani, H Marsudi Syuhud, H Robikin Emhas, H Aizuddin Abdurrahman, H Eman Suryaman, H Umar Syah. Kiai Said mengenalkan satu persatu jajarannya kepada Yahya Qahtani. (Red: Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG