IMG-LOGO
Internasional

KJRI Jeddah Kawal Pemulangan Jenazah Paman Presiden RI

Jumat 4 Januari 2019 8:30 WIB
Bagikan:
KJRI Jeddah Kawal Pemulangan Jenazah Paman Presiden RI
Konjen RI beserta staf dan jamaah menyalati jenazah.
Jeddah, NU Online
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengurus pemulangan jenazah Mulyono Herlambang. Almarhum meninggal di Jeddah, Arab Saudi, menjelang kepulangan ke tanah air, Rabu (2/1) usai menunaikan ibadah umrah.

Almarhum Mulyono merupakan salah satu paman Presiden Jokowi, yaitu adik kandung dari ayahnya, Notomiharjo. 

KJRI Jeddah menurunkan tim pelindungan yang bertugas secara paralel untuk mempercepat penyelesaian dokumen izin pemulangan jenazah yang dikeluarkan oleh sejumlah instansi Arab Saudi. 

"Pengurusan jenazah di Arab Saudi harus melalui beberapa tahapan,” jelasnya. Dari mulai dari tablig wafat (laporan kematian), surat pernyataan persetujuan dari ahli waris atau keluarga jenazah, surat pengantar kepolisian untuk penyerahan jenazah dari rumah sakit, koordinasi dengan magsalah al-amwat (pusat pemandian dan pengkafanan jenazah) dan lain-lain. 

Dan seluruh proses tersebut membutuhkan waktu. “Alhamdulillah tim kami bergerak cepat untuk menyelesaikan itu dalam tempo singkat," ucap Konjen usai mengiringi pemindahan jenazah.

Konjen Hery menambahkan, pemulangan jenazah harus memperoleh izin dari pemerintah kota setempat, dalam hal ini Jeddah. Surat persetujuan tersebut kemudian diteruskan ke kepolisian wilayah, jawazat (imigrasi), dan al-tib al-syar'e (medical forensic).

"Selanjutnya kami mengurus surat pengantar pengambilan jenazah dari rumah sakit dan surat pengantar yang ditujukan ke Ahwal Madani (Dukcapil) untuk pengurusan syahadah wafat (akta wafat)," jelas Konjen yang turut mengawal pengurusan jenazah.

Pada saat yang sama tim pelindungan mengurus proses pembalsaman jenazah dan berkoordinasi dengan maskapai untuk pemesanan cargo. Sementara petugas lainnya mengurus exit permit dari kantor imigrasi setempat.
 
Jenazah diterbangkan dari Jeddah Kamis (3/1) malam, dengan Maskapai Garuda Indonesia GA973 yang berangkat 21.30 Waktu Arab Saudi di bawah pengawalan Pelaksana Fungsi Konsuler-1, Safaat Ghofur, yang merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga KJRI Jeddah. (Fauzy Chusny/Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
Jumat 4 Januari 2019 18:30 WIB
Rashida Tlaib, Muslimah Anggota DPR AS Pakai Baju Adat Palestina saat Dilantik
Rashida Tlaib, Muslimah Anggota DPR AS Pakai Baju Adat Palestina saat Dilantik
Rashida Tlaib (berbaju merah).Foto: Adam Shapiro via Reuters
Washington, NU Online
Rashida Tlaib yang mewakili Partai Demokrat berhasil memenangi pemilihan umum sela Amerika Serikat (AS) pada Selasa 6 November. Hal itu membuat Rashida menjadi wanita Muslim yang terpilih menjadi anggota Kongres AS, selain Ilhan Omar yang juga dari Partai Demokrat.

Rashida Tlaib mengenakan baju adat Palestina yang dijahit ibunya sendiri ketika ia dilantik menjadi anggota dewan AS pada Kamis (3/1) waktu setempat, sebagaimana dilaporkan BBC. Baju yang dikenakan Tlaib berwarna merah dengan motif tertentu, khas Palestina. 

Sebelumnya, Tlaib juga memiliki keinginan untuk disumpah dengan Al-Qur'an milik Thomas Jefferson, Presiden AS ke-3, saat dilantik. Namun kemudian ia berubah pikiran.

“Saya bersumpah dengan Al-Qur’an untuk menunjukkan bahwa orang Amerika terdiri dari berbagai latar belakang dan kita semua mencintai keadilan dan kebebasan," kata Tlaib saat diwawancarai media Detroit Free Press.  

Menurut Tlaib, banyak orang AS yang menganggap kalau Islam adalah agama yang asing bagi AS. Padahal, orang Islam sudah ada di AS sejak negeri tersebut berdiri.

“Orang Islam sudah berada di sini sejak awal. Sejumlah bapak bangsa AS tahu lebih banyak soal Islam dibandingkan anggota DPR AS saat ini," katanya. 

Rashida Tlaib merupakan wanita keturunan Palestina-Amerika. Ia dikenal sebagai seorang pekerja sosial. Saat kampanye, Rashida Tlaib mengampanyekan tiga program unggulannya. Yaitu menjaga upah minimum 15 dolar AS, reformasi regulasi imigrasi, dan perawatan medis untuk semua warga.

Rashida Tlaib berhasil menang telak di pemilu sela AS di distrik 13 Michigan.

“Hal pertama yang saya pikirkan ketika orang berkata saya akan menjadi 'Muslim pertama' adalah merayakan momen ini," kata Rashida saat diwawancarai CBS sepekan sebelum pemilu sela.

Tidak hanya ini, pada 2008 silam Rashida juga berhasil mencetak sejarah dengan memenangi kursi legislatif di Michigan. Pada saat itu, ia juga menjadi wanita Muslim pertama yang berhasil duduk di kursi legislatif Michigan. (Red: Muchlishon)
Jumat 4 Januari 2019 9:0 WIB
NU Tiongkok Galang Dana Peduli Tsunami Selat Sunda
NU Tiongkok Galang Dana Peduli Tsunami Selat Sunda
Changchun, NU Online
Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok melakukan penggalangan dana. Seluruh donasi diberikan kepada para korban tsunami yang terjadi di Selat Sunda beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara PCINU Tiongkok, PPIT Cabang Changchun, Permic, Permusim, Himma, IPMI Chongqing, LPB, dan Bait al-Muslihin Changzhou.

Nurwidiyanto, Ketua PCINU Tiongkok mengemukakan bahwa kegiatan sebagai wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. “Kegiatan semacam ini adalah bentuk kepedulian sesama manusia, terutama kepada yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya pada NU Online, Rabu (2/1).

Ia melanjutkan, hingga akhir Desember 2018, total ada sebesar RMB 26.039,58 (Renminbi, mata uang resmi Republik Rakyat Tiongkok, red) atau jika dikurskan ada sekitar Rp 54.422.722,2. “Total donasi yang masuk melalui kegiatan ini sebesar RMB 26.039,58 atau sekitar Rp 54.422.722,2 jika dikonversi ke dalam rupiah,” ujarnya.

“Donasi tadi terkumpul melalui dua cara. Pertama melalui WeChat, ada sebesar 13.153,18. Kedua melalui Alipay sejumlah 12.886,40,” imbuhnya.

Pria yang merupakan dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang ini mengatakan, donasi yang diterima sudah dan akan didistribusikan ke tiga tempat. Ketiganya adalah pesisir utara Banten yang meliputi Serang dan sekitarnya yang disalurkan melalui kerja sama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Banten.

Untuk wilayah selatan Banten yang meliputi Pandeglang, Kecamatan Sumur, dan sebagainya, mereka bekerja sama dengan Yayasan Rumah Cahaya Pandeglang. “Total ada 120 paket yang sudah terdistribusi,” paparnya.

“Sedangkan untuk wilayah Lampung dan sekitarnya, kami bekerja sama dengan NU Care – LAZIZNU,” lanjutnya.

Widi mengatakan, setelah semua donasi tersalurkan, laporan akhir akan disampaikan melalui website resmi PCINU Tiongkok. “Laporan akhir donasi akan kami tampilkan di web PCINU Tiongkok (nutiongkok.com) setelah semua donasi tersalurkan,” jelasnya.

Dirinya berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut serta menyukseskan kegiatan ini. “Kami dari PCINU Tiongkok, PPIT Cabang Changchun, Permic, Permusim, Himma, IPMI Chongqing, LPB, dan Bait Al Muslihin Changzhou mengucapkan terima kasih, jazakumullahu ahsanal jaza,” pungkasnya. (Hanan/Ibnu Nawawi)

Kamis 3 Januari 2019 22:45 WIB
11 Terdakwa Kasus Pembunuhan Khashoggi Diadili, 5 Diancam Hukuman Mati
11 Terdakwa Kasus Pembunuhan Khashoggi Diadili, 5 Diancam Hukuman Mati
Foto: Middleeastmonitor
Riyadh, NU Online
Para terdakwa dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi mulai diadili di Pengadilan Tinggi di Riyadh, Kamis (3/1). Jaksa Agung Arab Saudi menuntut lima orang dari 11 terdakwa dengan hukuman mati. Belum diketahui apa tuntutan bagi enam terdakwa sisanya. 

Sebagaimana diberitakan kantor berita resmi Saudi, SPA, Kamis (3/1), 11 terdakwa pembunuh Khashoggi hadir bersama pengacara mereka masing-masing dalam sidang perdana tersebut. Namun demikian, tidak disebutkan secara rinci siapa saja nama dari 11 terdakwa tersebut.

Jaksa Agung Saudi juga mengemukakan kalau pihak telah mengajukan kepada Turki agar memberikan bukti-bukti yang berkaitan dengan pembunuhan Khashoggi. Namun demikian, Jaksa Agung Saudi menyebut kalau permintaan tersebut belum mendapatkan tanggapan dari Turki. 

Sementara itu, otoritas Turki meminta agar Saudi mengekstradisi para pembunuh Jamal Khashoggi agar bisa diadili di Turki, tempat dimana Khashoggi dibunuh. Turki juga mendorong agar kasus Khashoggi ini dibawa ke pengadilan internasional agar proses penyelidikannya berjalan dengan transparan.

Jamal Khashoggi (59) merupakan jurnalis yang banyak mengkritisi kebijakan Saudi, terutama dalam hal kebebasan berpendapat, hak asasi manusia di Saudi, dan keterlibatan Saudi pada Perang Yaman. Dia dibunuh di Gedung Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu ketika hendak mengurus dokumen pernikahannya dengan Hatice Cengiz, tunangannya. 

Meski sudah dua bulan lebih berlalu, keberadaan jenazah Jamal Khashoggi belum ditemukan hingga kini. Pihak Turki menduga kalau jenazah Khashoggi dimutilasi dan kemudian dilarutkan dengan zat asam. (Red: Muchlishon) 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG