IMG-LOGO
Pustaka

Istana Prawoto Pusat Kerajaan Demak?


Sabtu 5 Januari 2019 03:00 WIB
Bagikan:
Istana Prawoto Pusat Kerajaan Demak?
Belum genap dua bulan, sebuah buku yang cukup menarik berjudul 'Istana Prawoto: Jejak Pusat Kesultanan Demak' diterbitkan. Menarik, karena sang penulis, Ali Romdhoni, tidak memakai tanda tanya (?) di belakang judul.

Ada dua hal yang bisa dicermati dalam pemakaian judul yang tanpa tanda tanya (?) itu. Pertama; sebagai penegas. Buku karya Wakil Rais Syuriyah PCINU Tiongkok yang juga dosen Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) ini ''seakan meyakini'' bahwa Istana Prawoto memang menjadi (salah satu) jejak pusat Kesultanan Demak, tempo dulu.

Kedua, klaim yang merangsang riset-riset lanjutan. Saya menduga, pemakaian judul dalam buku ini tidak sekadar ingin ''mengklaim'' Istana Prawoto sebagai jejak pusat Kesultanan Demak semata, melainkan hendak memancing penulis, akademisi dan peneliti lain, untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait Istana Prawoto itu.

Dengan kata lain, bukan klaim, sebenarnya, yang ingin dimunculkan dalam buku mantan jurnalis Surat Kabar Mahasiswa (SKM) AMANAT di IAIN (kini: UIN) Walisongo Semarang itu, melainkan merangsang para pakar, akademisi, peneliti dan lainnya untuk melakukan penelitian lain, mencari bukti-bukti baru, tentang Istana Prawoto yang berada di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Tidak mudah untuk menggali berbagai informasi dan data tentang Prawoto. Butuh ketekunan untuk melakukan kajian literatur secara mendalam, juga cerita-cerita lokal yang hidup (berkembang) di tengah masyarakat Prawoto. (hal. 7)

Dan melalui penggalian data yang melelahkan itu, Ali Romdhoni sampai pada pembacaan pada identitas Desa Prawoto, di mana menurut kepercayaan masyarakat setempat, setiap tempat, memiliki sejarah dan cerita yang mengiringi ''kelahiran'' tempat-tempat di desa tersebut. (hal. 16)

Brentolo, salah satunya. Oleh penulis buku ini, Brentolo diduga sebagai ''cikal bakal'' penyebutan dari ''Bintoro'', yang sangat terkait dengan kata ''Demak'' yang kemudian dikenal sebagai ''Demak Bintoro''.

Wallahu a'lam. Lepas dari apapun, kehadiran buku ''Istana Prawoto: Jejak Pusat Kesultanan Demak'' ini sangat menarik, selain memberikan wacana baru terkait jejak Kesultanan  Demak, juga menginspirasi para pihak untuk melakukan penelitian-penelitian lain. 


Peresensi adalah pemimpin redaksi Suaranahdliyin.com, anggota Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Kudus dan guru MA. NU. Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus

Data Buku
Judul Buku      : Istana Prawoto, Jejak Pusat Kesultanan Demak
Penulis             : Ali Romdhoni MA.
Penerbit           : Pustaka Compass
Cetakan I          :  November 2018
Tebal                 : 126 + xx
ISBN                 : 978-602-52458-2-4


Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG