IMG-LOGO
Humor

Gus Dur Sengaja Tertipu

Ahad 6 Januari 2019 5:29 WIB
Bagikan:
Gus Dur Sengaja Tertipu
Katib Aam PBNU KH Yahya C. Staquf di akun Facebooknya menulis status cerita antara KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika bersama dengan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Kemudian ada orang ketiga. Siapa dia? 

Begini cerita yang oleh Gus Yahya diberi judul Kebangetan tersebut:  

Gus Dur dan Gus Mus sedang mengobrol berdua ketika seseorang datang dengan wajah memelas. Orang itu mengadu dan berkeluh-kesah panjang-lebar kepada Gus Dur. Gus Mus tidak perlu menggunakan kecerdasannya untuk menandai bahwa segala omongan orang itu bohong belaka. 

Maka Gus Mus pun jadi kaget sendiri ketika ujung-ujungnya orang memelas itu minta uang. Gus Dur tanpa ragu-ragu serta-merta memenuhinya dan memberikan uang dalam jumlah yang cukup banyak.


"Kok dikasih to, Gus?" Gus Mus menggugat setelah orang itu berlalu, "wong omongan dia jelas-jelas bohongnya gitu kok!"

"Justru karena bohong itu, perlu dikasih", Gus Dur berkata ringan, "Dia nekad bohong itu 'kan sangking butuhnya. Kalau tidak bohong berarti tidak terlalu butuh."


(Abdullah Alawi)

Bagikan:
Rabu 2 Januari 2019 16:32 WIB
Korupsi Doa
Korupsi Doa
Dalam hal mendukung pemberantas korupsi, Gus Dur secara tegas memberikan semangat kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak takut kepada siapa pun.

Gus Dur mengatakan di dalam Gedung KPK pada Oktober 2009, “KPK harus berani dan jujur untuk berpegang pada tugas pemberantasan korupsi. Kenapa takut? Polisi juga orang.”

Kala itu, Gus Dur benar-benar menekankan pentingnya pemberantasan korupsi. Dalam momen tersebut, Maman Imanulhaq bertugas melantunkan doa.

Selesai mengunjungi KPK, ketika berada di dalam mobil menuju Kantor PBNU, Gus Dur sempat bergurau kepada Maman, “Kiai, kalau doa jangan korupsi. Masa doa rabbana taqabbal minna-nya tidak ada watub ‘alaina-nya,” ucap Gus Dur disambut tawa Maman. (Fathoni)
Senin 31 Desember 2018 20:0 WIB
Proyek Jembatan Surga-Neraka
Proyek Jembatan Surga-Neraka
ilustrasi: jurusapuh.com
Suatu hari di akhirat pengguni neraka dan penghuni surga melakukan musyawarah.Mereka sepakat ingin membangun jembatan yang menghubungkan surga dan neraka.

Apa fungsinya? Katanya, biar gampang silaturrahmi dan biar mudah saling mengunjungi antarpenghuni kedua tempat.

Walhasil, jembatan di neraka selesai terlebih dulu, sedangkan yang di surga belum selesai. Jangankan jembatannya, rancangannya saja belum terpasang.

Penghuni neraka marah-marah ke penghuni surga.

“Hei penghuni surga cepet kerjain, jembatannya kita sudah selesai.”

Mendengar itu, penghuni surga lantas membalas,“Mas, bagaimana kita mau ngerjain jembatan,sedangkan pimpinan proyek, pemborong, sama menterinya kan disana semua.”(Zidni)

Senin 31 Desember 2018 9:11 WIB
Sapi dan Anggota Dewan
Sapi dan Anggota Dewan
Pada siang yang cukup terik tapi angin berhembus sepoi-sepoi, Rohim beranjak dari sawahnya agar tidak ketinggalan jamaah sholat dzuhur di masjid dekat tempat tinggalnya.

Seperti biasa selepas shalat berjamaah, Rohim ikut bersantai menemani Pak Kiai yang sedang duduk di emperan masjid.

“Kiai sudah dengar berita aneh dari DPR?” tanya Rohim yang memang cukup update mengikuti perkembangan berita di televisi.

“Berita aneh apa, Kang?” ujar kiai menanggapi.

“Katanya anggota dewan mau ke Australia untuk belajar soal sapi. Kan aneh, Kiai?” ucapnya.

“Ah, biasa aja kang, malah bagus kok.”

“Kan di sini aja banyak sapi, Kiai, kok jauh-jauh sampai ke Australia.”

“Lah, kalau di Indonesia percuma, toh Kang.”

“Percuma gimana, Kiai?” tanya Rohim heran.

“Kalau di Indonesia, sapi pun gak percaya sama anggota DPR itu, tapi kalau sapi di Australia kan belum kenal. Jadi masih bisa dikadali,” jawab Kiai. (Ahmad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG