IMG-LOGO
Daerah

Ada 'Gelis' di SMPQT Yanbuul Quran 1 Pati

Senin 7 Januari 2019 11:0 WIB
Bagikan:
Ada 'Gelis' di SMPQT Yanbuul Quran 1 Pati
Pati, NU Online
Dalam rangka meningkatkan minat baca, menulis, dan berkarya di sekolah dan pesantren, SMPQT Yanbuul Quran 1 Pati, Jawa Tengah mengadakan kegiatan literasi yang diberi nama Gelis (Gerakan Literasi Sekolah).

Kegiatan yang diawali sejak tahun 2018 ini diperuntukkan bagi guru dan murid di lembaga tersebut. Program ini rutin dilaksanakan Sabtu pagi pukul 08.00-09.00 WIB  untuk para siswa dan siswi serta pukul 11.00-12.30 WIB untuk para dewan guru.

Kegiatan yang di pusatkan di perpustakaan Baitul Hikmah ini diikuti oleh seluruh guru dan para siswa-siswi yang tergabung dalam kelas peminatan jurnalistik.

Kepala SMPQT Yanbuul Quran 1, Sahal Mahfudh menjelaskan alasan kenapa kegiatan Gelis dilaksanakan di Perpustakaan Baitul Hikmah. Semasa Daulat Abbasiyah jelasnya, terdapat perpustakaan yang bernama Baitul Hikmah sebagai tempat para ulama menghimpun karya, menulis, dan menerjemahkan karya berbahasa Yunani kuno. Disanalah para ulama menerbitkan dan menyimpan hasil karyanya.

Begitu juga dengan perpustakaan Baitul Hikmah di tempatnya, pria kelahiran Jepara ini berharap Perpustakaan Baitul Hikmah mampu menjadi mercusuar peradaban Yanbuul Quran serta menjadi tempat lahirnya karya emas para guru dan siswa.

“Gelis sudah menerbitkan 3 karya. Pertama, Santri Meneliti Desa (Buku Kumpulan Riset Santri Yanbuul Quran 1 Pati) yang isinya meneliti manfaat dana desa di Kelurahan Sukoharjo, Jontro, dan Margorejo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Kedua, Kamus Kecik Basa Jawi. Dan ketiga, Buku Saku 60 Hadits Quraniyyah," jelasnya.

Sedangkan tahun ini lanjutnya, Gelis berencana menerbitkan 18 lebih buku, baik karya guru maupun siswa sekolah tersebut.

Di antara buku-buku yang terbit yakni Buku Pedoman Integrasi Nilai-nilai Quran dalam setiap Mapel, Modul Akhlak Al-Bustan (Ringkasan Kitab At-Tibyan Fi Adab Hamalatil Quran), Buku Saku Mufrodat Quraniyyah Juz 1-3, Modul Fikih Kitab Fathul Qarib, dan Pembelajaran PAI Metode Contextual Teaching & Learning.

Kepala Sekolah yang juga seorang penulis dengan nama pena Sahal Japara itu menambahkan, dengan adanya Gelis ini diharapkan mampu mendorong guru menulis karya literatur sehingga bisa mengembangkan kompetensi dan kemampuan diri.

"Sehingga tujuannya bukan semata-mata untuk mencari kepangkatan seperti sertifikasi dan lain-lain," tegasnya dan berharap kerja keras yang dilakukan guru dan siswa untuk menyalakan peradaban Yanbuul Quran diberkahi, diridlai, dan dikabulkan Allah SWT. (Syaiful Mustaqim/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Senin 7 Januari 2019 22:45 WIB
Santri Batang Perkuat Pondasi Kebangsaan Pemuda dengan Buku
Santri Batang Perkuat Pondasi Kebangsaan Pemuda dengan Buku
Batang, NU Online
Komunitas Santri Batang, Jawa Tengah mengawali tahun baru dengan menggelar bedah buku dengan judual Islam Kita, Islam Mereka: Ente Islam yang Mana? karya Slamet Tuhari. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Galeri & Workshop Rifa'iyah, Kalipucangwetan. 

Acara dipenuhi dengan diskusi-diskusi hangat tentang tema-tema keislaman yang sedang "hits", seperti hakikat jihad, demokrasi, dan lain sebagainya. Slamet Tuhari yang merupakan mantan Pengurus Pusat IPNU ini memaparkan beberapa pendapat ulama mengenai permasalahan-permasalahan yang sedang jadi perbincangan hangat di publik baik dari sisi pro maupun kontranya.  

Slamet Tuhari yang kini menjabat sebagai Direktur Bidang Penyaluran NUCare-LazisNU Pusat ini juga mengajak para peserta bedah buku untuk terus meningkatkan rasa keingintahuannya lewat belajar dan membaca. Sebab, dengan itu masyarakat akan terhindar dari merasa benar sendiri dan mudah menghakimi juga menyalahkan sesama umat Islam.

"Karena semakin tinggi cakrawala dan keilmuan seseorang maka semakin sulit ia menyalahkan orang lain," jelas pria asal Kabupaten Batang ini, pada diskusi Sabtu (5/1) kemarin. 

Ketua Panitia acara, M Aris Yusuf mengatakan, kegiatan-kegiatan semacam ini bisa memperkuat pondasi kebangsaan dan keislaman para generasi milenial di tengah arus hoaks yang getol sekali membenturkan antara keislaman dan kebangsaan di Indonesia.

"Diskusi ini kami gelar dalam rangka mengokohkan kembali pondasi kebangsaan sekaligus keislaman kita yang akhir-akhir ini sering dibenturkan. Karena seperti ajaran para kiai kita bahwa kita adalah orang Indonesia yang beragama Islam bukan orang Islam yang sedang numpang berada di Indonesia. Indonesia ini rumah kita bersama," ungkap Aris di sela-sela diskusi.

Kegiatan kajian dan diskusi seperti ini akan terus diadakan oleh Komunitas Santri Batang.  Sebelumnya Kajian Pelajar dan Remaja Aswaja (Kopdar Aja) juga telah dilangsungkan pada Desember lalu dengan mengkaji "Kebenaran Argumentasi Amaliah Aswaja" yang diambil dari kitab Hujjatu Ahlussunnah wal Jama'ah karya KH Ali Maksum Jogjakarta.

Salah satu peserta bedah buku, Unang, mengaku senang dengan acara tersebut bahkan ia berharap acara-acara bertajuk diskusi keislaman dan kebangsaan ini dapat terus digelar, khususnya di Batang. 

"Saya senang dengan acara bedah buku ini.  Apalagi acara seperti ini sangat kami butuhkan khususnya sebagai pemuda yang sedang mencoba mengenali jati diri bangsa dan agamanya", terangnya. (Ahmad Rodif Hafidz/Abdullah Alawi)

Senin 7 Januari 2019 22:42 WIB
PMII Ciputat Luncurkan Aplikasi Informasi Berbasis E-Database Keanggotaan
PMII Ciputat Luncurkan Aplikasi Informasi Berbasis E-Database Keanggotaan
Tangerang Selatan, NU Online
Dunia telah memasuki revolusi industri 4.0. Pelbagai macam hal berbasis digital. Generasi milenial tentu sudah tak asing dengan dunia itu mengingat mereka sebagai warga asli digital. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat tidak ingin ketinggalan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang begitu cepat itu.

Mengingat hal itu, PMII Cabang Ciputat meluncurkan Sistem Informasi Anggota dan Kader Online. Sistem tersebut sebagai bentuk tata kelola internal organisasi.

“Tujuannya (pembuatan sistem) adalah bentuk respon positif dalam menghadapi era digital, terutama bagi kader-kader PMII yang kreatif. Paling tidak, bisa meningkatkan performa tata kelola internal organisasi. Pun juga dalam hal memanfaatkan potensi SDM yang ada.”, ungkap Fahmi Dzakky, Ketua PMII Cabang Ciputat, pada Sabtu (7/1).

Data anggota dan kader berbasis digital tersebut, lanjut Fahmi, perlu dalam hal kaderisasi di era digital ini. Bahkan, menurutnya, hal itu sudah menjadi kebutuhan.

Sementara itu, Reza Ardiansyah, Wakil Ketua 1 Bidang Internal PMII Cabang Ciputat mengungkapkan bahwa pembuatan sistem pendataan daring (online) itu merupakan bagian dari program besar kaderisasi. Hal ini juga, jelasnya, sebagai dorongan bagi komisariat untuk juga memperbaiki pendataan anggota dan kadernya.

“Iya, ini merupakan program besar kita di kaderisasi PMII Cabang Ciputat. Dan ini memang langkah kita untuk menstimulus masing-masing komisariat di PMII Ciputat untuk pendataan anggota dan kader yang lebih baik” ucapnya.

Lebih dari itu, Reza berharap bahwa sistem informasi ini juga dapat memaksimalkan distribusi anggota dan kader. “Dan ini juga diharapkan dapat melahirkan output berupa distribusi anggota dan kader yang lebih baik. Sehingga pendistribusian anggota dan kader bisa lebih baik kedepannya” lanjut Reza.

Oleh karenanya, PMII Cabang Ciputat membuat terobosan program kerja yang berbasis digital. Hal tersebut dikarenakan tuntutan zaman dan sudah waktunya untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada.

Peluncuran aplikasi berbasis online ini dihadiri 12 ketua komisariat yang ada di bawah naungan Cabang PMII Ciputat. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Senin 7 Januari 2019 22:0 WIB
Pendidikan Berkualitas Jadi Fokus Program NU Ajibarang
Pendidikan Berkualitas Jadi Fokus Program NU Ajibarang
Foto: Musykerancab MWC NU Ajibarang
Banyumas, NU Online
Di era revolusi industri sekarang ini, pendidikan tak sekedar lagi menjadi suatu kewajiban, melainkan sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Karenanya, layanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat adalah salah tugas yang harus dilakukan oleh pengurus Jamiyyah NU.

Demikian dikatakan Zaenudin, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah ketika ditemui NU Online disela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Anak Cabang (Musykerancab) MWC NU Ajibarang, Ahad (6/1) di SMP Ma'arif NU 2 Ajibarang.

"Pendidikan sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hak memperoleh pendidikan yang layak tentunya harus didapatkan oleh semua lapisan masyarakat. Dan tugas kita sebagai pengurus Jamiyyah NU adalah menyediakan layanan pendidikan yang baik kepada masyarakat," katanya.

Untuk mewujudkan hal ini, lanjutnya, MWC NU Ajibarang akan menyiapkan sistem pendidikan yang terintegrasi dengan baik dari semua jenjang  pendidikan NU di Kecamatan Ajibarang. Pendidikan ini pun jelasnya, terintegrasi mulai dari pendidikan non formal seperti pesantren, maupun pendidikan formal yakni sekolah atau madrasah.

Selain pendidikan, pengembangan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi umat juga menjadi hal penting yang harus terus dilakukan oleh pengurus NU. Ini mengingat banyak sekali potensi warga NU yang belum dikembangkan secara optimal semisal di daerahnya banyak pengrajin gula jawa yang masih melakukan usaha secara individu dan tidak terorganisir dengan baik.

"Kami menginginkan NU bergerak ke hal yang lebih luas lagi, yaitu pemberdayaan umat, baik melalui pelatihan-pelatihan keterampilan, maupun melalui seminar kewirausahaan yang dilakukan melalui jalinan kerjasama dengan semua pihak," tambahnya.

Sedangkan untuk pengembangan internal organisasi, Zaenudin mendorong semua badan otonom dan lembaga di bawah naungan NU Ajibarang dapat saling bersinergi dalam program maupun dalam gerakan.

Sinergitas yang terjalin antara pengurus NU, lembaga dan badan otonom menurut pria asal Desa Tipar Kidul Ajibarang itu sangat penting dilakukan demi kemajuan bersama. Sinergitas ini akan menjadikan program dapat dilaksanakan lebih efektif dan tidak terjadi tumpang tindih.

"Jika semuanya sudah saling bersinergi dengan baik, maka semua program kerja yang dilakukan akan lebih mudah  untuk direalisasikan," pungkas Kepala SMK Ma'arif NU 1 Ajibarang ini. (Kifayatul Ahyar/Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG