::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Nabi Muhammad Mencintai Tanah Airnya

Selasa, 08 Januari 2019 20:30 Nasional

Bagikan

Nabi Muhammad Mencintai Tanah Airnya
Bekasi, NU Online
Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj menerangkan, ketika akan meninggalkan Makkah untuk hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW membicarakan Makkah.

“Kata Nabi, Ya Makkah wallahi innaki la-ahabbul ardli ilayya wa lawla anni ukhrijtu minki maa khorijtu. Wahai Makkah, sumpah demi Allah, engkau bumi yang paling aku cintai. Kalau saja aku tidak dizolimi. Aku tidak mungkin meninggalkan engkau. Hadits riwayat Imam Ahmad,” jelas Kiai Mustofa, mauidzah hasanah dalam peringatan Haul ke-9 Gus Dur, di Pesantren Motivasi Indonesia, Kampung Cinyosog, Desa Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (7/1) malam.

Dari situ kemudian, imbuhnya, ia mengajak hadirin untuk memahami bahwa Nabi sangat mencintai Makkah. Bahkan sampai mengucap, wallahi.

“Kenapa mencintai Makkah? Karena Makkah adalah tempat tinggal. Berarti Nabi mencintai tempat tinggal alias Nabi mencintai tanah air,” terang Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon ini.

Kiai Mustofa melanjutkan, setibanya di Madinah Nabi kemudian berdoa, Allahumma habbib ilainal Madinah kamaa habbabta ilaina Makkata aw asyadda.

“Ya Allah jadikanlah saya bisa mencintai Madinah sebagaimana saya mencintai Makkah. Ini Nabi berusaha mencintai Madinah karena Madinah akan dijadikan tempat tinggal alias Nabi mencintai tanah air. Ini hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim,” jelas Kiai Mustofa.

Dari hadits ini, lanjutnya, ulama-ulama NU zaman pra-kemerdekaan Indonesia membuat jargon, Hubbul Wathon Minal Iman.

“Mencintai tanah air adalah unsur keimanan,” pungkas Ketua Umum PB Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) ini.

Dalam kesempatan Haul Gus Dur ke-9 ini, selain Kiai Mustofa, hadir juga beberapa tokoh. Di antaranya Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Agus Salim, salah seorang pendiri PMII KH Nuril Huda, dan perwakilan dari Katolik Romo Antonius Antara Pr.

Acara ini dihibur Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Bekasi, Musik Jalanan Center, dan cucu Mbah Surip sekaligus Penasihat Iwan Fals, Farid Surip. (Aru Elgete/Fathoni)