IMG-LOGO
Daerah

Persiapkan Wirausahawan Muda di Era Revolusi Industri 4.0

Sabtu 12 Januari 2019 19:0 WIB
Bagikan:
Persiapkan Wirausahawan Muda di Era Revolusi Industri 4.0
Workshop SMK Manbaul Huda Genukwatu
Jombang, NU Online
Sekolah dan madrasah serta semua komponen di dalamnya harus kian intens mendampingi segenap siswa-siswinya. Semua komponen tersebut saat ini dituntut bisa mengembangkan sejumlah bakat dan potensi siswa melalui pendampingan-pendampingan juga pemberian modal. Ini dinilai sangat diperlukan lantaran mereka harus bersiap diri menghadapi revolusi industri 4.0.

Demikian ini menjadi salah satu topik utama dalam perhelatan Workshop Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Manbaul Huda Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (12/1).

SMK berbasis pesantren ini menyelenggarakan workshop dengan fokus membahas upaya menciptakan wirausahawan siswa dan para pemuda setempat di tengah revolusi industri 4.0.

Kepala SMK Manbaul Huda Genukwatu, Sholihur Rosyid mengatakan, revolusi industri 4.0 merupakan situasi yang tak bisa dinafikan oleh lembaga pendidikan itu sendiri. Sebuah perubahan besar-besaran di berbagai bidang melalui perpaduan teknologi tersebut harus disambut dengan pengembangan potensi juga bakat siswa-siswi.

Oleh karenaya para guru khususnya harus sadar akan terjadinya situasi perubahan ini. Untuk itu, paparnya, tak ada pilihan kecuali lembaga pendidikan harus mendukung penuh akan peningkatan potensi dan bakat yang dimiliki anak didiknya.

"Nah, di SMK sini, kita beri pendampingan dan juga modal untuk meningkatkan potensi sejumlah siswa," ungkapnya.

Dari pendampingan dan modal tersebut, ada beberapa hasil karya siswa-siswi yang cukup menyita perhatian publik. Di antaranya tata busana dengan beragam model dan seni kayu.

"Salah satunya tata busana membuat pakaian dengan beberapa model yang berbeda. Kemudian seni kayu, kaligrafi, membuat logo, souvenir dan lain sebagainya," urainya.

Menurutnya, bakat-bakat anak didiknya akan terus ditingkatkan guna memastikan kesiapan mereka menghadapi revolusi industri 4.0. "Dan sekolah menyediakan alat lengkap dan biaya atau modal," jelasnya.

Ia menambahkan, selain pendampingan dan pemodalan, setiap sekolah, khususnya SMK hendaknya juga meberikan arahan terkait pemasaran hasil karya siswa-siswinya. Ia mengaku SMK Manbaul Huda sedang gencar memanfaatkan teknologi digital yang berkembang saat ini.

"Selain harus bisa dijual secara langsung, dunia digital juga harus bisa dimanfaatkan sehingga juga bisa dijual secara online," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Sabtu 12 Januari 2019 21:30 WIB
Darah Perempuan Jadi Bahan Diskusi PMII IAIN Pontianak
Darah Perempuan Jadi Bahan Diskusi PMII IAIN Pontianak
Pontianak, NU Online
Kajian fiqih ibadah menjadi perhatian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Syeikh Mahfudz at-Tirmasi Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Pontianak, Kalimantan Barat. Memanfaatkan taman terbuka kampus, mereka membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan darah perempuan.

Kegiatan dipandu Mutiatun yang merupakan peserta terpilih pada Pengabdian Pada Masayarakat (PPM)  ke Malaysia beberapa waktu berselang.

Tak hanya diikuti peserta dari Rayon Syeikh Mahfudz at-Tirmasi, kegiatan juga dihadiri Rayon Abu Hanifah dan az-Zarnuji kampus setempat. Mereka tampak bersemangat mengikuti diskusi, karena selain tema yang dibahas sangat akrab, pemateripun sangat mengusai bidang ini. 

Karena kebanyakan peserta diskusi adalah perempuan maka dipilihlah bahasan tentang haid dan istihadlah. Di antaranya tentang pengertian haid dan istihadlah, lama masa haid, hingga cara bersuci dari haid. 

“Darah haid adalah darah yang keluar secara sehat, bukan karena melahirkan ataupun penyakit,” kata Mutiatun, Jumat (11/1). 
Menurutnya, durasi dari darah haid mulai dari sehari semalam dan yang paling lama lima belas hari,” jelasnya. Dan bila lebih dari itu, dihukumi darah istihadlah atau darah penyakit, lanjutnya. 

Kendati demikian, antara darah haid dan istihadlah biasanya sulit dibedakan. “Sehingga perlu adanya kajian terkait itu,” jelasnya. 

Menurutnya, kajian fiqih ini sangat sederhana, akan tetapi perlu hati-hati. “Karena ini merupakan persoalan keseharian bagi perempuan, kajian yang sederhana ini perlu diadakan,” katanya. 

Diskusi berjalan dengan kondusif dengan dihadiri Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak, Tiara Sari dan ketua rayon, Abu Achmad Syafawi. 

Di akhir diskusi diisi pertanyaan hingga berbagi pengalaman terkait tema juga menghiasi keseruan diskusi. Karena kebanyakan peserta adalah perempuan, maka diskusi lebih mengarah kepada sharing masalah keseharian, mulai dari waktu haid sampai tanda istihadlah. (Fitriah/Ibnu Nawawi)

Sabtu 12 Januari 2019 20:45 WIB
Ma'arif NU Kota Pontianak Lakukan Pergantian Pimpinan Madrasah
Ma'arif NU Kota Pontianak Lakukan Pergantian Pimpinan Madrasah
Pontianak, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Maa’rif NU) Kota Pontianak, Kalimantan Barat melakukan sejumlah penyegaran terhadap pimpinan lembaga pendidikan. Serah terima jabatan dipusatkan di MINU 2 Kota Pontianak. 

Sumargi menyampaikan bahwa pergantian tersebut dimaksudkan untuk penyegaran. “Juga menambah laju serta sinergisitas madrasah dengan program-program LP Ma’arif NU,” kata Ketua PC LP Ma’arif NU Kota Pontianak ini, Sabtu (13/1).

Sementara Sekretaris Pimpinan Wilayah LP Ma’arif NU Kalimantan Barat mendukung penuh apa yang telah dilakukan kepengurusan setempat. “Kami sangat mensupport sekolah-sekolah Ma'arif, berbagai program pusat dan wilayah harus direspon dengan baik agar bisa lebih maju,” kata Didi Darmadi.

Dalam amanatnya, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pontianak mengingatkan tanggung jawab yang diemban pimpinan baru. “Kepala madrasah wajib memasukkan kurikulum Aswaja dan ke-NU-an serta melaporkan perkembangan madrasah yang dipimpinnya kepada pengurus Ma'arif NU," pesan H Ahmad Faruki.

KH Rustamaji selaku Rais PCNU Kota Pontianak turut memberikan harapan bagi pergantian sejumlah pimpinan di lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU tersebut. "Amalan-amalan Ahlussunnah wal Jamaah harus diajarkan di madrasah NU, para guru juga harus menanamkan karakter mulia dan membangun mental moderat dan rahmatan lil'alamin," tandasnya.

Kegiatan dihadiri PW Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, Didi Darmadi, Rais PCNU  Kota Pontianak, KH Rustamaji, dan Ketua PCNU Kota Pontianak, H Ahmad Faruki, serta para pengurus dan guru di lingkungan LP Ma'arif NU setempat.

Kepala yang dilantik adalah dari MTs Ma'arif yaitu Husin menggantikan Chardiansyah, dan Kepala Madrasah MINU 2 Ilya menggantikan Johar Arifin. (Ibnu Nawawi)
Sabtu 12 Januari 2019 14:0 WIB
Jadi Korban Tabrak Lari, Warga Kepatihan Dapat Bantuan dari UPZISNU
Jadi Korban Tabrak Lari, Warga Kepatihan Dapat Bantuan dari UPZISNU
UPZISNU Kepatihan Bantu Korban Tabrak Lari

Jombang, NU Online
Petugas Unit Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali bergerak untuk membantu warganya yang sedang membutuhkan. Ini setelah sebelumnya memberikan santunan kepada dua warganya yang meninggal dunia dan satu warganya yang melahirkan.

Beberapa petugas UPZISNU Kepatihan memberikan bantuan dana sebesar 3 juta rupiah kepada salah satu pasangan suami istri (Pasutri) yang menjadi korban tabrak lari, yakni Yudiono dan Khomsati. Bantuan diberikan di kediamannya di Jalan Tugu Utara, Gg Baru 10C RT 002 RW 004, Desa Kepatihan, Jumat (11/1) malam.

"Alhamdulillah, berkat dukungan bantuan masyarakat tadi malam kami bersama-sama bisa sedikit meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah Pasutri yang menjadi korban tabrak lari," Ketua Pengurus Ranting NU Kepatihan, H Muhammad Manshur.

Ia memaparkan, sepasang suami istri tersebut memang masih tergolong sebagai warga tidak mampu. Profesinya hanya sekedar penjual tahu lontong di pinggir jalan.

"Mungkin memang sudah waktunya, NU melayani umat, berangkat dari keprihatinan tersebut kami pengurus UPZISNU Desa Kepatihan tergerak ikut berusaha meringankan beban saudara kita," lanjutnya.

Manshur menjelaskan, dana 3 juta rupiah tersebut bersumber dari kaleng koin sedekah yang diedarkan kepada warga setempat dan sumbangan beberapa petugas UPZISNU Kepatihan. Selain itu, pengurus LAZISNU, khususnya yang menjadi pembimbing UPZISNU Kepatihan ikut serta membantu sebesar 1 juta rupiah.

"Terimakasih kepada para donatur, sehingga semua terkumpul 3 juta rupiah," ucapnya.

Ia berharap, bantuan bisa meringankan beban warga yang bersangkutan. "Semoga program dari NU ini semakin membawa manfaat di masyarakat," ujar dia. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG