IMG-LOGO
Humor

Ketika Rasulullah ‘Dikerjai’ Nu’aiman

Ahad 13 Januari 2019 22:0 WIB
Bagikan:
Ketika Rasulullah ‘Dikerjai’ Nu’aiman
Nu’aiman bin Amr bin Rafa’ah adalah sahabat Rasulullah dari kalangan Anshar yang terkenal iseng dan ‘jahil’. Ia kerap kali melakukan hal-hal yang menjengkelkan, tapi menghibur. Meski demikian, Nu’aiman adalah seorang mujahid sejati Islam. Ia menjadi Ashabul Badr karena ikut terlibat dalam Perang Badar bersama Rasulullah dan para sahabat yang lainnya. 

Nu’aiman banyak melakukan hal-hal konyol dan jahil hingga membuat Rasulullah dan para sahabat lainnya terpingkal-pingkal, tidak kuat menahan tawa. Yang menjadi target keusilannya tidak hanya para sahabat, tapi bahkan juga Rasulullah.

Merujuk buku Yang Jenaka dari M Quraish Shihab (Quraish Shihab, 2014) dan buku Dari Canda Nabi & Sufi Sampai Kelucuan Kita (A Mustofa Bisri, 2016), dikisahkan suatu ketika Nu’aiman ingin menghadiahi Rasulullah seguci madu. Nu’aiman lantas mendatangi penjual madu dan menyuruhnya untuk menghantarkan madunya itu kepada Rasulullah. 

“Nanti kamu minta juga uang harganya,” kata Nu’aiman kepada penjual madu itu. 

Penjual madu gembira karena barang dagangannya laku. Ia akhirnya menuruti apa yang diucapkan Nu’aiman. Ia datang menghadap Rasulullah dengan membawa seguci madu, hadiah dari Nu’aiman. Ketika itu, Rasulullah senang karena mendapatkan hadiah madu dari sahabatnya itu. 

Namun keriangan Rasulullah itu langsung berubah menjadi sebuah ‘keterjekejutan’ ketika penjual madu juga menyodorkan tagihan. “Ini madunya Rasulullah. Harganya sekian,” kata penjual madu.

Rasulullah langsung sadar memang seperti itulah kelakukan Nu’aiman. Memberi hadiah, tapi beliau malah yang harus membayarnya. Mau tidak mau, beliau akhirnya memberikan sejumlah uang kepada penjual madu itu. Jadilah Rasulullah mendapatkan hadiah madu, sekaligus tagihan harganya.

Beberapa saat setelah kejadian itu, Rasulullah memanggil Nu’aiman. Ia bertanya kepadanya sahabatnya itu mengapa melakukan hal itu. 

“Saya ingin berbuat baik kepada Anda ya Rasulullah, tapi saya tidak punya apa-apa,” jawab Nu’aiman. Rasulullah lalu tersenyum setelah mendengar jawaban sahabatnya itu. 

Demikianlah Rasulullah. Beliau biasa saja ketika menjadi sasaran kejahilan Nu’aiman. Tidak tersinggung, apalagi marah. (Muchlishon)
Bagikan:
Sabtu 12 Januari 2019 10:23 WIB
Kisah Suami dan Istri di Akhirat
Kisah Suami dan Istri di Akhirat
Seperti biasa, suatu sore Gus Dur menerima beberapa tamu dan ngobrol santai. Tema kongkow sore itu soal kehidupan suami dan istri yang berlanjut di akhirat.

Kala dikumpulkan di akhirat, sang malaikat memberikan sebuah aba-aba kepada para suami. Malaikat membagi mereka ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama yaitu kelompok suami yang takut istri, sedangkan kelompok kedua merupakan kelompok suami yang tidak takut pada istrinya.

Di akhirat malaikat berteriak, "Yang takut kepada istri, maju.”

Spontan seorang laki-laki maju sesuai instruksi malaikat.

"Loh, kok kamu maju. Bukankah dulu kamu tidak takut pada istrimu?" tanya malaikat.

"Anu Pak Malaikat, ini disuruh istri agar maju,” jawab lelaki itu. (Fathoni)


Disarikan dari cerita Mohammad Mahfud MD di twitternya.
Ahad 6 Januari 2019 5:29 WIB
Gus Dur Sengaja Tertipu
Gus Dur Sengaja Tertipu
Katib Aam PBNU KH Yahya C. Staquf di akun Facebooknya menulis status cerita antara KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika bersama dengan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Kemudian ada orang ketiga. Siapa dia? 

Begini cerita yang oleh Gus Yahya diberi judul Kebangetan tersebut:  

Gus Dur dan Gus Mus sedang mengobrol berdua ketika seseorang datang dengan wajah memelas. Orang itu mengadu dan berkeluh-kesah panjang-lebar kepada Gus Dur. Gus Mus tidak perlu menggunakan kecerdasannya untuk menandai bahwa segala omongan orang itu bohong belaka. 

Maka Gus Mus pun jadi kaget sendiri ketika ujung-ujungnya orang memelas itu minta uang. Gus Dur tanpa ragu-ragu serta-merta memenuhinya dan memberikan uang dalam jumlah yang cukup banyak.


"Kok dikasih to, Gus?" Gus Mus menggugat setelah orang itu berlalu, "wong omongan dia jelas-jelas bohongnya gitu kok!"

"Justru karena bohong itu, perlu dikasih", Gus Dur berkata ringan, "Dia nekad bohong itu 'kan sangking butuhnya. Kalau tidak bohong berarti tidak terlalu butuh."


(Abdullah Alawi)

Rabu 2 Januari 2019 16:32 WIB
Korupsi Doa
Korupsi Doa
Dalam hal mendukung pemberantas korupsi, Gus Dur secara tegas memberikan semangat kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak takut kepada siapa pun.

Gus Dur mengatakan di dalam Gedung KPK pada Oktober 2009, “KPK harus berani dan jujur untuk berpegang pada tugas pemberantasan korupsi. Kenapa takut? Polisi juga orang.”

Kala itu, Gus Dur benar-benar menekankan pentingnya pemberantasan korupsi. Dalam momen tersebut, Maman Imanulhaq bertugas melantunkan doa.

Selesai mengunjungi KPK, ketika berada di dalam mobil menuju Kantor PBNU, Gus Dur sempat bergurau kepada Maman, “Kiai, kalau doa jangan korupsi. Masa doa rabbana taqabbal minna-nya tidak ada watub ‘alaina-nya,” ucap Gus Dur disambut tawa Maman. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG