IMG-LOGO
Daerah

Karya Siswa YPM 1 Taman Sidoarjo Pukau Ribuan Wali Murid

Senin 14 Januari 2019 9:0 WIB
Bagikan:
Karya Siswa YPM 1 Taman Sidoarjo Pukau Ribuan Wali Murid
Sidoarjo, NU Online
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma'arif (YPM) 1 Taman Sidoarjo, Jawa Timur menggelar Open House dan Pameran Karya Cipta Siswa-siswi SMK YPM 1 Taman. Baru tahun ini, pameran karya siswa dilaksanakan dengan meriah dan diikuti dengan penuh antusias.

Panitia penyelenggara Moh Nasir mengatakan, para siswa telah menyiapkan karyanya sebaik mungkin. Mereka pun memanfaatkan waktu liburan dengan mengerjakan karya dari masing-masing jurusan di SMK YPM 1 Taman Sidoarjo.

"Kegiatan open house ini dilaksanakan dalam rangka memperlihatkan karya cipta dan hasil praktikum siswa-siswi SMK YPM 1 Taman Sidoarjo, serta dalam upaya penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2019/2020," kata Nasir, Ahad (13/1).

Pameran ini diikuti siswa-siswi SMK YPM 1 Taman mulai dari jurusan teknik instalasi tenaga listrik, teknik pemesinan, teknik komputer dan jaringan, teknik elektronika industri, dan teknik pengelasan.

Selama kegiatan, panitia menyediakan 30 stan. Berbagai tropi dan medali pun juga dipamerkan guna memberi rasa bangga kepada wali murid atas prestasi yang telah diraih.

Pameran tersebut dipertontonkan kepada ribuan wali murid yang hadir di sekolah. Mereka sangat antusias dalam melihat hasil karya dan mengaku sangat bangga dengan karya cipta teknologi yang luar biasa.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman sekolah setempat itu mampu menampung ribuan wali murid yang hadir pada saat pameran. "Respons dari wali murid sangat baik, sampai-sampai ada yang memberi saran untuk alat yang diciptakan siswa  agar lebih baik lagi dalam penggunaannya,” katanya. Bahkan ada wali murid yang minta dibuatkan mesin perontok kedelai untuk usahanya di rumah, lanjutnya.

Sekolah berharap, melalui kegiatan ini lebih banyak lagi karya yang diciptakan siswa-siswi dan mampu membawa prestasi untuk sekolah dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Dan juga mampu menambah animo masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya di SMK YPM 1 Taman Sidoarjo,” harapnya.

Adapun karya siswa-siswi yang ditampilkan di antaranya berbagai prestasi yang diraih sekolah, demo modul lift PLC, demo aplikasi autocad, mesin penyerut kelapa, mesin perajang bawang, demo modul traffic light, modul control berbasis PLC, demo modul electro Pneumatic.

Ada juga running text berbasis wireless, demo aplikasi master cam, demo Aplikasi Innventor, karya CNC miling dan turning, voip (telepon berbasis jaringan internet), antenna poin to poin, perakitan komputer, internet gateway, smart home, hingga smart garbage.

Ada pula demo las MIG, demo Las SM-AW, demo Las Acetylin, mesin pencacah ketel, box panel electrical, instalasi penerangan dan motor, animasi 3D, HMI dan PLC, fiber to the home (FTTH), smart Vase, smart Trash dan rol perekat sol sepatu. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 14 Januari 2019 22:0 WIB
Pagar Nusa Harus Hadir di Masyarakat
Pagar Nusa Harus Hadir di Masyarakat

Jember, NU Online
Pagar Nusa tidak boleh ketinggalan dari institusi silat yang lain. Sebab, NU yang merupakan induk  Pagar Nusa, mempunyai massa cukup besar.  Sehingga Pagar Nusa tidak akan pernah kekurangan pesilat jika rekruitmennya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Hal tersebut diungkapkan Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin saat memberikan pengarahan dalam Harlah Pencak Silat Pagar Nusa ke-33 & Pengesahan Pelatih Baru 2019 di halaman Kantor PCNU Jember, Ahad (13/1).

Menurutnya, secara kultural  pencak silat memang tidak asing di kalangan warga NU. Dulu, di desa-desa pencak silat begitu digandrungi masyarakat. Bahkan banyak kelompok silat mengadakan semacam arisan yang isinya adalah atraksi silat.  Sehingga pencak silat tampak hidup.

“Karena itu, kami berharap agar Pagar Nusa terus merekrut anggota sebanyak mungkin agar kemeriahan pencak silat seperti yang sudah-sudah, bisa terulang lagi,” jelasnya.

Walaupun bidang garapannya adalah olah raga bela diri, namun  Gus Aab, sapaan  akrabnya, berharap agar Pagar Nusa selalu hadir dalam kehidupan masyarakat. Ketika warga menghadapi kesulitan,  maka pesilat Pagar Nusa tidak boleh tinggal diam. Tapi harus bergerak untuk mencari solusi bagi  kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Misalnya ada bencana, tolong Pagar Nusa turun. Ada warga tertimpa  musibah, Pagar Nusa harus ambill  inisiatif untuk membantu,” ucapnya (Red: Aryudi AR)

Senin 14 Januari 2019 21:30 WIB
Pesilat Pagar Nusa Harus Tetap Tawadhu'
Pesilat Pagar Nusa Harus Tetap Tawadhu'
H. Rozi saat menyerahkan sertifiikat pelatih baru

Jember, NU Online
Pesilat Pagar Nusa diharapkan tetap tawadhu’ (rendah hati) dan senantiasa menjaga akhlaqul karimah dalam bergaul dengan siapapun dan di manapun. Sebab, itulah ciri utama pesilat organisasi bela diri di bawah naungan NU tersebut. Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Jember, Jawa Timur, H Fathorrozi saat memberikan sambutan dalam  Harlah Pencak Silat Pagar Nusa ke-33 & Pengesahan Pelatih Baru 2019 di halaman Kantor PCNU Jember, Ahad (13/1).

Menurut H Rozi, sapaan akrabnya, pesilat Pagar Nusa sehebat apapun kemampuannya, tidak ada artinya jika sombong dan tak berakhlaq. Silat dipelajari bukan untuk kesombongan ataupun sok jago dan sebagainya.

“Setinggi apapun kelasnya, saya berharap tetap redah hati. Jauhi sikap sombong, dan jaga citra NU. Sebab, kemana-mana kalian membawa nama NU,” tuturnya.

Alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Asembagus, Sukarejo, Situbondo, itu mengingatkan bahwa salah satu tujuan utama ddirikannya Pagar Nusa adalah untuk berkhidmah kepada NU. Pagar Nusa, selain untuk melestarikan kesenian pencak silat yang bertebaran di mana-mana, juga sebagai wahana syiar Islam Ahlissunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui olah raga bela diri.

“Karena itu, tunduk kepada ulama adalah satu keharusan bagi pesilat Pagar Nusa,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Jember, Kusworo Wibowo  mengaku bangga dengan semangat dan kekompakan pesilat Pagar Nusa. Ia berharap agar semangat dan kekompakan tersebut terus dijaga, sehingga  selalu solid dan bermanfaat untuk kepentingan keamanan masyarakat.

“Saya juga berharap agar Pagar  Nusa bisa bekerjasama dengan polisi untuk menjaga keamanan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Fathorrozi juga mengesahkan 113 pelatih baru yang ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada mereka (Red: Aryudi AR)

Senin 14 Januari 2019 20:0 WIB
Mimika Gebyar Shalawat Awali Perayaan Amole Maulid dan Harlah NU
Mimika Gebyar Shalawat Awali Perayaan Amole Maulid dan Harlah NU
Mimika, NU Online
Kegiatan perayaan Amole Maulid dan hari lahir atau Harlah NU adalah perayaan gabungan seluruh jamaah istighatsah an-Nahdliyah Mimika, Papua dan warga NU lain. Acara ini adalah lanjutan acara maulid dua belasan, yakni pembacaan maulid dua belas malam berturut-turut di beberapa lokasi.

“Rangkaian acara tersebut disempurnakan dengan acara gabungan berupa Amole Maulid dan Harlah NU,” kata Sugiarso, Senin (14/1). Amole adalah bahasa Amungme artinya selamat untuk tunggal, jika selamat untuk jamak sebutannya amolongong, lanjut Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Mimika, Papua ini.

Tampil pada gebyar shalawat tersebut grup IPNU dan IPPNU SP2 Wanagon dan Timika Jaya, Grup Celebes dari Kadun Jaya, grup Maqbula SP4. Juga grup Pagar Nusa di Pondok pesantren Darussalam Mimika, km14, Mimika Paoua pada Sabtu, (12/1) lalu. 

Acara dimulai sehabis isya. "Antusiasme jamaah yang hadir pada gebyar shalawat luar biasa," kata Hj Asmawati, pembina grup IPNU IPPNU SP2. 

Walaupun mobilnya mogok, tetap semangat dan disilakan grup yang datang lebih dulu untuk tampil," ucap Andri, pembina grup IPNU IPPNU SP2. Grup Maqbula tampil penuh semangat. 

Pada waktu yang sama, di masjid Baitul Maghfirah SP3, kampung Karang Senang, diadakan pengajian umum. Penceramahnya adalah KH Hisyam Syafaat, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi dan KH Ali Mahfudz Syafaat.

"Tugas kita adalah beribadah sehingga tidak ada alasan untuk tidak beribadah. Alasan sakit, repot, sibuk adalah tidak bisa diterima," urai KH Ali Mahfudz Syafaat yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jakarta ini.

Sementara itu, KH Hisyam Syafaat memberikan resep untuk hidup sejahtera. Yakni dengan istikamah membaca  Ya Allah sebanyak lima ribu kali. Jika berat, katanya, bisa diganti Ya Wadud sebanyak seratus kali. 

Sarat berikutnya adalah istikamah. “Bapak saya bisa istikamah selama 23 tahun  dan hanya dua kali absen subuh di belakang kiai,” katanya. 

Yang ketiga adalah membaca bismillah di air sebanyak 786 kali. “Dan diminumkan kepada anak, insya Allah anak cerdas," urai putra sulung KH Mukhtar Syafaat ini.

Hadir dalam acara tersebut para tokoh NU Mimika, Wakil Syuriah PCNU H Sudjianto, dan warga NU Karang Senang. (Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG