IMG-LOGO
Daerah

Pentingnya Seni dan Budaya Bagi Santri

Selasa 15 Januari 2019 16:30 WIB
Bagikan:
Pentingnya Seni dan Budaya Bagi Santri
Jombang, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aqobah Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur KH Akhmad Kanzul Fikri menyebutkan santri di tahun 2019 harus berbudaya dan berjiwa seni.

Dengan seni jiwa kehidupan para santri lebih indah dan berwarna. Dan dengan budaya, santri tidak hilang jati diri sebagai bangsa Indonesia. Kekayaan budaya di nusantara juga harus dirawat oleh santri terutama berkaitan dengan pesantren dan Islam secara umum.

"Santri di era revolusi Industri 4.0 harus berbudaya dan berjiwa seni. Akan tak mudah terbawa arus. Di lembaga kita budaya dan seni kita rawat Melayu Fantastic Final Grade (FFG) yang diadakan setiap awal tahun. Kegiatan tersebut mengusung tiga tema besar yaitu kepesantrenan, budaya dan nasionalisme. 

Semua diwujudkan dalam puluhan stage performance," katanya saat ditemui di kediamannya, Senin (14/1).

Lewat FFG, Pesantren Al-Aqobah ingin melatih para santri untuk secara mandiri mengurus segala hal yang berkaitan dengan funding, planning, konsep acara, hingga backdrop panggung yang megah.

Semua dikonsep dan dikerjakan secara bersama-sama oleh santri. Dari budaya juga akan menata perilaku dan sikap seorang santri dalam berpendidikan dan berkarakter. 

"Santri sekarang itu hebat-hebat dan punya jiwa seni yang bagus. Mereka butuh kesempatan dan kepercayaan dari orang dewasa. Saya telah membuktikan lewat kegiatan FFG. Santri butuh aktualisasi diri guna mengekspresikan sisi kreatifitas," tambah pria yang biasa dipanggil Gus Fikri ini.

Gus Fikri mengatakan jika ia kurang setuju bila santri hanya dibatasi pada kegiatan akademik saja (belajar dan mengaji). Karena menurutnya santri juga harus belajar tentang organisasi dan membangun kreativitas. Salah satu cara membangun kreativitas adalah lewat seni.

Selain itu, mencintai keanekaragaman seni dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab semua warga Negara Indonesia. Keanekaragaman ini merupakan suatu kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak dicuri atau ditiru oleh bangsa lain. 

"Melestarikan kebudayaan bangsa tidak dapat di batasi oleh usia maupun golongan manapun. Santri juga harus ikut terlibat. Caranya dengan memberi materi budaya dan seni di pesantren dan mempersilakan para santri untuk menunjukkan kreativitasnya. Kalau bisa difasilitasi," ujarnya.

Gus Fikri juga menyebutkan saat ini terjadi perang kebudayaan di dunia. Setiap negara berusaha mempengaruhi negara lainnya. Ada yang lewat musik seperti Korea Selatan, ada juga lewat dagang seperti China.

Salah satu ciri terjadinya perang kebudayaan adalah munculnya upaya masif untuk menghilangkan keyakinan atau ideologi sebuah bangsa. Untuk menghadapi ancaman itu, terutama dengan makin maraknya hoaks dan ujaran kebencian, ia menegaskan bahwa santri harus diberikan pemahaman kebudayaan Indonesia dan dipadukan dengan tatanan Islam. 

"Kita bisa berharap pada seni untuk menjaga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Sementara budaya menunjukkan pentingnya kita memiliki pegangan atau penuntun. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia perlu memiliki pegangan yang kuat, terutama ditengah tahun politik yang masif ujaran kebencian dan hoaks," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Fathoni)
Bagikan:
Selasa 15 Januari 2019 23:0 WIB
Peringati Hari Jadi Ke-341, Pemkab Brebes Adakan Ziarah Makam
Peringati Hari Jadi Ke-341, Pemkab Brebes Adakan Ziarah Makam
Pemkab Brebes berziarah (Foto: Wasdiun)
Brebes, NU Online
Memperingati hari jadi ke-341 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti didampingi Wakil Bupati Brebes Narjo beserta Forkopimda dan para Kepala SKPD berziarah ke makam para mantan Bupati. Mereka memanjatkan doa, tahlil dan tabur bunga, Selasa (15/1).

“Kami setiap tahun memanjatkan doa dan tahlil sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada para pendahulu, para Bupati terdahulu,” ujar Idza di sela ziarah.

Idza menjelaskan, kegiatan tahlil dan tabur bunga di makam para bupati terdahulu menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes.

“Sebagai penerus, kita sudah sepantasnya memberikan penghargaan dan penghormatan kepada mereka para pendahulu kita, salah satunya dengan acara tahlil dan tabur bunga,” jelasnya.

Selain mantan Bupati, kata Idza, yang diziarahi juga para sesepuh Brebes yang dimakamkan di Kabupaten Brebes dan Tegal. Tahlil dipimpin ulama setempat.

Mengawali ziarah, rombongan memanjatkan doa dan tahlil di ruang Mbah Joko Poleng yang ada di Pendopo Kabupaten. Selanjutnya rombongan berziarah secara maraton ke kompleks makam aulia Mbah Rubi di Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Brebes.

Di kompleks tersebut terdapat makam Bupati Brebes Raden Aria Singasari Panatayuda II yang memerintah Brebes pada tahun 1838-1856. Juga makam Raden Aria Singasari Panatayuda III yang menjadi Bupati Brebes tahun 1856-1876.

Dari Makam Mbah Rubi Rombongan kemudian melanjutkan acara ke Makam Desa Kertabesuki, Wanasari, di mana Bupati ke 27 Tadjudin Nooraly dimakamkan.

Dalam sejarah singkat tentang Bupati Tadjudin yang dibacakan camat Wanasari Nuruddin dijelaskan, Tadjudin merupakan Bupati pertama yang mewakili partikelir (swasta) karena sebelumnya sebagai wirausahawan dan Ketua PUSKUD Jateng. 

Selain itu Tadjudin Nooraly juga terkenal sebagai Kepala Daerah yang suka  blusukan. Putra Sawojajar ini meninggal saat masih menjabat Bupati pada 19 November 2001 di rumah sakit Advent Bandung. 

Perjalanan ziarah dilanjutkan ke makam R. Adipati Aryo Singasari Pranatayuda I yang ada di Dalem Sura, Desa Suro Kidul, Kecamatan Pagerbarang Tegal dan Makam KH Syatori yang ada di Desa Pesayangan, Talang, Kabupaten Tegal.

Keturunan dari Bupati KH Syatori, Khozanah menyambut baik ziarah yang dilakukan Bupati Brebes beserta rombongan. Dia tidak menyangka kalau tahun ini berziarah ke makam KH Syatori di Pesayangan Tegal. 

“Sungguh akhlak mulia yang ditujukan Bupati Idza beserta rombongan dengan berziarah. Orang yang sudah meninggal saja diperhatikan apalagi kepada yang masih hidup,” ungkap Khozanah ketika menyambut rombongan di pemakaman keluarga di Desa Pesayangan. (Wasdiun/Fathoni)
Selasa 15 Januari 2019 22:30 WIB
Wagub Jateng Ingatkan LPBI NU Libatkan Santri
Wagub Jateng Ingatkan LPBI NU Libatkan Santri
Audiensi LPBI NU Jateng dengan Wagub Taj Yasin
Semarang, NU Online
Pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, Selasa (15/1).

Dalam kesempatan itu, Wagub memberikan apresiasi karena LPBI NU Jateng bisa bersinergi membantu tugas pemerintah dalam hal penanganan bencana.

"Tentu kita harapkan ke depannya bisa terus bersinergi dengan baik," ujarnya.

Pemprov, kata Wagub, akan terus mendorong sinergi LPBI NU dan pemerintah sampai pada tingkat kabupaten dan kota.

"Saya juga ingin LPBI NU dalam rekrutmen relawan melibatkan pesantren. Ambil relawan dari santri-santri," sebutnya.

Kabid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Agus Waluyo yang ikut hadir menyatakan, pemerintah butuh mitra dalam bekerja.

"Tentu kita menyambut baik akan hadirnya LPBI, karena BPBD tidak bisa bekerja sendiri. Ke depan kita butuh ketahui bersama tentang data kebencanaan yang ada di Jawa Tengah," katanya.

Kepala Kesbangpol Linmas Jateng Achmad Rofai menyatakan siap memfasilitasi LPBI NU dengan berbagai program pelatihan dan pembinaan lainnya.

"Mengingat peran dan fungsi LPBI sebagai mitra pemerintah sangat strategis dan efektif," imbuhnya.

Ketua LPBI NU Jateng Winarti mengatakan, kegiatan ini untuk memperkenalkan diri kepada sejumlah pihak.

"Sekaligus kita mengucapkan terima kasih kepada BPBD yang sudah membantu LPBI NU Jateng dalam proses penyaluran bantuan pada saat tsunami Selat Sunda," katanya. (Red: Kendi Setiawan)
Selasa 15 Januari 2019 21:0 WIB
SMAU Hafsha Genggong Ikuti Kompetisi Internasional di Thailand
SMAU Hafsha Genggong Ikuti Kompetisi Internasional di Thailand
Tim SMAU Hafshawaty Zainul Hasan Genggong
Probolinggo, NU Online
Sekolah Menengah Atas Unggulan (SMAU) Hafshawaty Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Probolinggo Jawa Timur kembali mengikuti kompetisi level internasional di Thailand.

Tim SMAU Hafsha Genggong diterbangkan ke Phatthalung, Thailand, Senin (14/1) untuk mengikuti kompetisi karya ilmiah Biologi, Kimia, Fisika dan Matematika bersama tiga tim dari Indonesia lainnya.

Pada ajang yang bertajuk The Second Phatthalung International Science Fair 2019 tersebut, SMAU Hafsha Genggong menunjukkan kemampuannya dengan membawa Beras Analog karya siswa kelas X dan XI IPA di bidang ilmu Biologi.

Salah satu guru pembimbing Yenny Rahma mengungkapkan, kompetisi karya ilmiah yang sangat bergengsi di tingkat internasional ini diikuti 26 tim dari 4 negara. Yakni, Indonesia, Vietnam, Thailand dan Malaysia.

"Alhamdulillah, persiapan yang sudah dilakukan oleh para santri sudah mencapai 98%. Sementara sisanya sebanyak 2% adalah dengan memperbanyak doa supaya diberikan kesuksesan oleh Allah SWT," katanya.

Sementara Kepala SMAU Hafsha Genggong M. Inzah memohon doa ikhlas kepada segenap pihak untuk kelancaran tim dari SMAU Hafsha agar senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan selama berada di Thailand sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan.

"Semoga tim SMAU Hafsha senantiasa diberikan kelancaran oleh Allah SWT, barakah almarhum masyayikh Genggong. Sambung doanya semoga kita mendapat kabar baik dari Thailand untuk tim-tim Indonesia, khususnya SMA Unggulan Hafsha," pintanya.

Sebelumnya pada akhir tahun 2018, tim SMAU Hafsha Genggong juga mengikuti kompetisi internasional di Kuala Lumpur, Malaysia. Hasilnya kedua tim yang dikirim ke kompetisi tersebut berhasil menyabet piala perak setelah menyisihkan ratusan peserta dari negara-negara peserta se-ASEAN. (Syamsul Akbar/Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG