IMG-LOGO
Humor

Gus Dur dan Teks Pidato

Rabu 16 Januari 2019 12:30 WIB
Bagikan:
Gus Dur dan Teks Pidato
Saat itu, warga di sebuah desa berbondong-bondong menuju ke sebuah tempat yang dijadikan warga desa untuk mendirikan lumbung padi.

Lumbung yang dibangun atas swadaya, kerja keras, dan gotong royong warga desa tersebut menjelang diresmikan oleh kepala desa (kades).

Gus Dur pernah berkisah soal cerita ini. Singkatnya, hari peresmian lumbung padi tersebut sudah tiba. Pak Kades dipersilakan memberikan sambutan. Ibu Kades setia di sampingnya.

Hari masih pagi tapi hujan sudah mulai mengguyur wilayah desa tersebut. Pak Kades membuka secarik kertas membacakan pidatonya yang sudah disiapkan oleh seorang staf setianya.

Pak Kades mengawali pidatonya, "Bapak ibu yang kami hormati, pada pagi yang cerah ini, marilah.... " (Fathoni)


*) Disarikan dari cerita A. Khoirul Anam (santri Gus Dur) di akun facebooknya
Tags:
Bagikan:
Ahad 13 Januari 2019 22:0 WIB
Ketika Rasulullah ‘Dikerjai’ Nu’aiman
Ketika Rasulullah ‘Dikerjai’ Nu’aiman
Nu’aiman bin Amr bin Rafa’ah adalah sahabat Rasulullah dari kalangan Anshar yang terkenal iseng dan ‘jahil’. Ia kerap kali melakukan hal-hal yang menjengkelkan, tapi menghibur. Meski demikian, Nu’aiman adalah seorang mujahid sejati Islam. Ia menjadi Ashabul Badr karena ikut terlibat dalam Perang Badar bersama Rasulullah dan para sahabat yang lainnya. 

Nu’aiman banyak melakukan hal-hal konyol dan jahil hingga membuat Rasulullah dan para sahabat lainnya terpingkal-pingkal, tidak kuat menahan tawa. Yang menjadi target keusilannya tidak hanya para sahabat, tapi bahkan juga Rasulullah.

Merujuk buku Yang Jenaka dari M Quraish Shihab (Quraish Shihab, 2014) dan buku Dari Canda Nabi & Sufi Sampai Kelucuan Kita (A Mustofa Bisri, 2016), dikisahkan suatu ketika Nu’aiman ingin menghadiahi Rasulullah seguci madu. Nu’aiman lantas mendatangi penjual madu dan menyuruhnya untuk menghantarkan madunya itu kepada Rasulullah. 

“Nanti kamu minta juga uang harganya,” kata Nu’aiman kepada penjual madu itu. 

Penjual madu gembira karena barang dagangannya laku. Ia akhirnya menuruti apa yang diucapkan Nu’aiman. Ia datang menghadap Rasulullah dengan membawa seguci madu, hadiah dari Nu’aiman. Ketika itu, Rasulullah senang karena mendapatkan hadiah madu dari sahabatnya itu. 

Namun keriangan Rasulullah itu langsung berubah menjadi sebuah ‘keterjekejutan’ ketika penjual madu juga menyodorkan tagihan. “Ini madunya Rasulullah. Harganya sekian,” kata penjual madu.

Rasulullah langsung sadar memang seperti itulah kelakukan Nu’aiman. Memberi hadiah, tapi beliau malah yang harus membayarnya. Mau tidak mau, beliau akhirnya memberikan sejumlah uang kepada penjual madu itu. Jadilah Rasulullah mendapatkan hadiah madu, sekaligus tagihan harganya.

Beberapa saat setelah kejadian itu, Rasulullah memanggil Nu’aiman. Ia bertanya kepadanya sahabatnya itu mengapa melakukan hal itu. 

“Saya ingin berbuat baik kepada Anda ya Rasulullah, tapi saya tidak punya apa-apa,” jawab Nu’aiman. Rasulullah lalu tersenyum setelah mendengar jawaban sahabatnya itu. 

Demikianlah Rasulullah. Beliau biasa saja ketika menjadi sasaran kejahilan Nu’aiman. Tidak tersinggung, apalagi marah. (Muchlishon)
Sabtu 12 Januari 2019 10:23 WIB
Kisah Suami dan Istri di Akhirat
Kisah Suami dan Istri di Akhirat
Seperti biasa, suatu sore Gus Dur menerima beberapa tamu dan ngobrol santai. Tema kongkow sore itu soal kehidupan suami dan istri yang berlanjut di akhirat.

Kala dikumpulkan di akhirat, sang malaikat memberikan sebuah aba-aba kepada para suami. Malaikat membagi mereka ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama yaitu kelompok suami yang takut istri, sedangkan kelompok kedua merupakan kelompok suami yang tidak takut pada istrinya.

Di akhirat malaikat berteriak, "Yang takut kepada istri, maju.”

Spontan seorang laki-laki maju sesuai instruksi malaikat.

"Loh, kok kamu maju. Bukankah dulu kamu tidak takut pada istrimu?" tanya malaikat.

"Anu Pak Malaikat, ini disuruh istri agar maju,” jawab lelaki itu. (Fathoni)


Disarikan dari cerita Mohammad Mahfud MD di twitternya.
Ahad 6 Januari 2019 5:29 WIB
Gus Dur Sengaja Tertipu
Gus Dur Sengaja Tertipu
Katib Aam PBNU KH Yahya C. Staquf di akun Facebooknya menulis status cerita antara KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika bersama dengan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Kemudian ada orang ketiga. Siapa dia? 

Begini cerita yang oleh Gus Yahya diberi judul Kebangetan tersebut:  

Gus Dur dan Gus Mus sedang mengobrol berdua ketika seseorang datang dengan wajah memelas. Orang itu mengadu dan berkeluh-kesah panjang-lebar kepada Gus Dur. Gus Mus tidak perlu menggunakan kecerdasannya untuk menandai bahwa segala omongan orang itu bohong belaka. 

Maka Gus Mus pun jadi kaget sendiri ketika ujung-ujungnya orang memelas itu minta uang. Gus Dur tanpa ragu-ragu serta-merta memenuhinya dan memberikan uang dalam jumlah yang cukup banyak.


"Kok dikasih to, Gus?" Gus Mus menggugat setelah orang itu berlalu, "wong omongan dia jelas-jelas bohongnya gitu kok!"

"Justru karena bohong itu, perlu dikasih", Gus Dur berkata ringan, "Dia nekad bohong itu 'kan sangking butuhnya. Kalau tidak bohong berarti tidak terlalu butuh."


(Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG