IMG-LOGO
Daerah

Ketua NU Sumenep: Tugas Banser Teruskan Perjuangan Ulama

Sabtu 19 Januari 2019 7:30 WIB
Bagikan:
Ketua NU Sumenep: Tugas Banser Teruskan Perjuangan Ulama
Sumenep, NU Online
Perjuangan ulama terdahulu harus menjadi cerminan dalam hidup bernegara dan beragama bagi generasi muda. Sehingga para kader memiliki totalitas perjuangan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Harapan tersebut disampaikan Kiai Panji Taufiq di hadapan peserta Pendidikan dan Latihan Dasar atau Diklatsar II Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gapura, Sumenep, Jawa Timur, Jumat (18/1).

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ini mengingatkan perjuangan KH Abdullah Sajjad selaku pendiri Pondok Pesantren an-Nuqayah Guluk-guluk Sumenep. Ulama kharismatik ini bahkan rela mati di tangan Belanda. 

“Bahkan dari salah satu saksi mata menceritakan, bahwa sebelum dibunuh oleh Belanda, KH Abdullah Sajjad meminta izin untuk shalat dua rakaat,” ungkap Kiai Panji. 

Setelah itu KH Abdullah Sajjad berkata kepada pasukan Belanda. "Jika kalian ngotot akan membunuh saya, maka tembaklah mulut saya,” jelasnya. Setelah itu beliau benar-benar meninggal di hadapan pasukan Belanda demi memperjuangkan hidup bernegara dan beragama, lanjutnya.

Menurut Kiai Panji, peserta Diklatsar II Satkoryon Banser harus siap dan berani berjuang lahir batin dalam meneruskan perjuangan para ulama, kiai dan demi menjaga utuhnya Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI). 

Sedangkan Ketua Pimpinan Anak Cabang Ansor Gapura, Marzuki berharap peserta bersiap diri menjadi kader NU militan. “Juga ikhlas dan siap menjadi benteng terdepan NKRI ini,” harapnya. 

Hadir dalam acara tersebut Kiai Amar, KH Moh Ma'ruf selaku Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura, Kiai Muhammad Syahid sebagai Ketua MWC NU Gapura), M Muhri selaku Ketua Pimpinan Cabang Ansor Sumenep. Juga hadir Polsek Gapura, dan sejumlah Banser senior. 

Diklat diikuti puluhan peserta utusan dari beberapa kecamatan di Sumenep, Gapura, Guluk-Guluk, Dungkek dan Batang- Batang. Acara berlangsung di lembaga Raudlatul Ulum, Banjar Timur Gapura. (Jhody/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Sabtu 19 Januari 2019 22:30 WIB
Pagar Nusa Magelang Jaring Pesilat Berbakat melalui Kejurcab
Pagar Nusa Magelang Jaring Pesilat Berbakat melalui Kejurcab
Magelang, NU Online
Sebanyak 350 pesilat berlaga dalam kejuaraan cabang (Kejurcab) Pencak Silat 2019 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Acara yang berlangsung 19-20 Januari 2019 di Aula PCNU Kabupaten Magelang ini dalam rangka menjaring atlet-atlet berbakat yang dimiliki Pagar Nusa Magelang.

"Kejurkab ini kita laksanakan sebagai ajang penjaringan atlet-atlet Pagar Nusa di Magelang. Juga sebagai ajang silaturahim sesama santri Pagar Nusa," ujar ketua panitia, Azis Rofi’i, Sabtu (19/1).

Pria yang akrab disapa Kang Azis ini menuturkan pada Kejurcab ini terdapat beberapa kategori yang dipertandingkan, yaitu usia dini, pra remaja, remaja, dan dewasa, baik putra maupun putri, serta seni. Kejurjab diagendakan dilaksanakan setiap tahun.

"Meski Kejurcab ini baru pertama kali dilaksanakn di Kabupaten Magelang, antusiasme para atlet sangat bagus. Terbukti dari jumlah peserta yang mencapai 350, dari target awal 200 peserta," tutur Kang Azis.

Ketua Cabang Pagar Nusa Kabupaten Magelang, Gus Khamid Zen mengatakan berdasarkan informasi yang digali dari IPSI Kabupaten Magelang, Pagar Nusa di Kabupaten Magelang masih tergolong baru. Namun, sudah menjadi pencak silat terbesar kedua di Magelang.

"Maka ini merupakan salah satu prestasi, yang perlu kita tingkatkan. Harapan kami, dalam tahun 2019 ini, Pagar Nusa harus menjadi pencak silat terbesar di Magelang," imbuhnya.

Pembukaan dihadiri Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah Harun Heru Prasetyo, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Magelang KH Said Asrori, Sekretaris PCNU Kabupaten Magelang Kiai Masruhan, dan Ketua IPSI Kabupaten Magelang Nurhadi Abas. (Naser Chalimi/Kendi Setiawan)

Sabtu 19 Januari 2019 21:30 WIB
Perkuat Kemampuan Menulis, LTN NU Kalbar Gelar Pelatihan Jurnalistik
Perkuat Kemampuan Menulis, LTN NU Kalbar Gelar Pelatihan Jurnalistik
Pontianak, NU Online
Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kalimantan Barat mengadakan pelatihan jurnalistik kedua. Kegiatan diselenggarakan di gedung NU setempat, jalan Veteran, Pontianak. Pelatihan diikuti sebanyak puluhan peserta yang datang dari berbagai daerah. 

Pelatihan menghadirkan beberapa pemateri sangat kompeten dalam bidang jurnalistik, seperti Yusriadi, selaku mantan wartawan senior dan juga Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kalbar, serta Rosadi Jamani, mantan wartawan yang juga ketua YouTubers Kabar. Kegiatan dibagi menjadi dua kelompok, yakni menulis berita dan menulis wacana pendek.

Ketua PW LTN NU Kalbar, Ibrahim berharap para peserta yang telah mengikuti pelatihan nantinya bisa menjadi penulis andal. “Baik menulis berita maupun wacana pendek,” katanya. 

Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa pentingnya informasi dan kemampuan mengolah informasi di era digital terutama tentang NU. Maka, PW LTNNU Kalbar dengan dukungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyelenggarakan pelatihan ini.

Sementara Yusriadi selaku pemateri berharap pelatihan berhasil menumbuhkan motivasi menulis bagi peserta. “Semoga setelah adanya pelatihan ini kader muda NU mampu memanfaatkan peluang di dunia jurnalistik dan mau belajar menulis lebih serius," ujarnya.

Menurutnya, teori penting  dikuasai, namun  bukan satu-satunya syarat untuk bisa menulis. "Semakin kalian dapat banyak teori tentang menulis, itu membuat kalian semakin bingung untuk menulis,” sergahnya.  

Narasumber kedua, Rosadi Jamani menegaskan kalau ingin jadi penulis syaratnya adalah menulis. “Abaikan dulu teori tentang menulis agar lebih mudah dalam menulis,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian sertifikat kepada masing-masing peserta oleh panitia pelaksana. (Abdullah/Ibnu Nawawi)

Sabtu 19 Januari 2019 20:30 WIB
RSI Siti Hajar Gelar Khitanan Massal bagi Ratusan Duafa
RSI Siti Hajar Gelar Khitanan Massal bagi Ratusan Duafa
Petugas RSI Siti Hajar mendata peserta khitan dengan didampingi orang tua.
Sidoarjo, NU Online
Sekitar 106 anak kurang mampu (duafa) di Sidoarjo, Jawa Timur mengikuti sunat atau khitan yang diselenggarakan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar. Kegiatan dipusatkan di ruang Darun Na’im, Sabtu (19/1) pagi.

Saat proses khitan berlangsung, tak sedikit anak-anak yang berteriak kesakitan hingga menangis histeris. Bahkan ada juga yang bersembunyi di belakang ibunya karena merasa ketakutan saat akan disuntik.

Tampak sejumlah orang tua merangkul erat anaknya dan petugas rumah sakit berusaha menenangkan anak-anak yang menangis dengan menghibur. Meski begitu, ada juga sebagian anak yang sedang khusu membaca ayat al-Quran dan memainkan game online untuk mengurangi rasa takut.

Salah seorang peserta khitan, Noval mengaku takut saat akan disuntik, sehingga dirinya membaca surat pendek al-Quran seperti surat an-Nas dan al-Ikhlas. “Saya tadi takut, akhinya saya membaca surat pendek al-Quran agar tidak sakit,” ucapnya singkat.

Khitanan massal gratis ini merupakan kegiatan untuk memperingati hari lahirnya RSI Siti Hajar yang ke-56 tahun. Setiap tahunnya, rumah sakit milik Nahdlatul Ulama setempat ini telah memberikan berbagai layanan kepada masyarakat. Salah satunya khitanan massal gratis bagi anak kurang mampu atau duafa.

Ketua Badan Pelaksana Mabarot Nahdlatul Ulama atau BPMNU Siti Hajar Sidoarjo, Nur Lutfiah mengatakan, animo peserta tahun ini mengalami peningkatan. Sehingga pihak rumah sakit hanya membatasi sekitar 106 anak yang mendaftar.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami ingin berbagi kepada sesama yang berada di sekitar rumah sakit, sehingga mereka bisa merasakan keberadaan rumah sakit milik NU ini,” ungkapnya. Dirinya berharap ke depan RSI Siti Hajar jauh lebih baik dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, lanjutnya.

Anak-anak yang mengikuti khitanan massal berusia antara lima hingga 12 tahun, yang berasal Sidoarjo, Surabaya dan Pasuruan. Selain dikhitan secara gratis, peserta juga mendapatkan sarung, baju koko, uang saku, obat dan kontrol hingga sembuh dari rumah sakit. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG