IMG-LOGO
Daerah

LPBINU Pekalongan dan Kudus Tanam Pohon dan Bersih-bersih Sungai

Senin 21 Januari 2019 10:20 WIB
Bagikan:
LPBINU Pekalongan dan Kudus Tanam Pohon dan Bersih-bersih Sungai
Pekalongan, NU Online
Sejumlah Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) wilayah Jawa Tengah, yaitu Pekalongan dan Kudus melakukan tanam pohon hingga bersih-bersih sungai, Ahad (20/1).

Di Kabupaten Pekalongan dilakukan penananaman 200 bibit pohon dan tebar bibit ikan sebanyak 5.000 ekor di sungai yang berada di kawasan Lebaklaran.

Ketua LPBINU Kabupaten Pekalongan, Muhammad Eko Prasetyo mengatakan, kegiatan ini merupakan peluncuran gerakan NU peduli, sekaligus sosialisasi keberadaan lembaganya.

"Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian NU dalam menjaga keharmonisan alam sebagai langkah preventif pengurangan bencana," ujarnya.

Mereka yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain, relawan LPBINU, lembaga PCNU bidang sosial, Banom NU, BPBD kabupaten Pekalongan, Polsek Lebakbaran, dan Pramuka peduli. Acara dibuka oleh Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslikh Khudori.

Eko menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar manusia dalam menjaga keharmonisan lingkungan. Apalagi tugas LPBINU tidak hanya bertugas ketika ada musibah bencana.

"Semoga sedikit yang dilakukan LPBINU ini bisa menjadi stimulan masyarakat untuk swadaya menjaga keseimbangan  lingkungan masing-masing," terangnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslikh Khudori menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepekaan NU terhadap masalah sosial umat. "Semoga dengan kepedulian kita terhadap alam, alam juga akan merespon positif," tandasnya.  

Kegiatan bersih-bersih sungai juga dilakukan LPBINU Kudus. Mereka membersihkan enceng gondok di sungai di desa Karangrowo, Undaan, Kudus. (Red: Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Senin 21 Januari 2019 23:0 WIB
Pesantren Baitul Qur'an Pringsewu Luluskan Santri Yatim Piatu Hafiz dan Sarjana
Pesantren Baitul Qur'an Pringsewu Luluskan Santri Yatim Piatu Hafiz dan Sarjana
H Fauzi bersama Santri Pesantren Baitul Qur'an
Pringsewu,  NU Online
Setelah mewujudkan niat suci mendirikan pesantren khusus bagi anak yatim dan piatu yang ingin menghafalkan Al-Qur'an, Wakil Bupati Pringsewu H Fauzi merasa bahagia karena pondok pesantren yang ia beri nama Baitul Qur'an berhasil meluluskan santrinya.

Setelah berdiri pada 2015 lalu, Pesantren Baitul Qur'an yang para santrinya juga diberi beasiswa kuliah tingkat sarjana ini berhasil mewisuda dua santri angkatan pertama yang berhasil menghafalkan 30 juz. Kemudian pada wisuda angkatan kedua yang direncanakan dilaksanakan pada tanggal 7 April 2019 mendatang, ada tiga santri yang berhasil menjadi hafiz dan hafizah 30 juz.

"Sementara untuk jenjang formalnya, Alhamdulillah sudah ada empat santri yatim piatu yang berhasil menjadi sarjana," kata pria peraih doktor Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada ini, Senin (21/1).

Niat memberi beasiswa kepada para yatim piatu berupa pendidikan pesantren dan perguruan tinggi ini terangnya, berawal dari kegelisahannya terhadap fenomena gersangnya akhlak dan ilmu agama para mahasiswa di zaman sekarang.

Awalnya ia sudah secara rutin membantu mahasiswanya dalam bentuk pendidikan secara gratis. Seiring berjalannya waktu, ia menilai bahwa hasil perubahan yang didapat kurang maksimal. Sehingga pria yang pernah  menjadi Ketua LP Ma'arif NU Lampung ini pun mengubah metode penyaluran beasiswa dengan cara mengasramakan para penerima beasiswa tersebut.

"Langkah ini saya ambil agar para anak yatim piatu yang mendapat beasiswa bisa lebih fokus dalam pendidikan," jelasnya kepada NU Online.

Dalam mengelola Pesantren Baitul Quran, ia menggandeng salah satu putra terbaik Pringsewu yang juga seorang hafiz Qur'an, Abdul Hamid Al-Hafiz untuk mengasuhnya.

Ditemui di kediamannya Ustadz Hamid yang juga Pengurus Jamiyyatul Qurro Wal Huffazh NU Pringsewu ini menjelaskan, kurikulum di Pesantren Baitul Qur'an terdiri atas banyak mata kuliah. Semua difokuskan  pada pendalaman keilmuan para santri di bidang agama khususnya Ilmu Al-Qur'an.

"Perkuliahan dilaksanakan di komplek pondok yang statusnya bekerjasama dengan STIT Pringsewu. Ini masih merupakan satu yayasan," jelas alumni S3 UIN Raden Intan Lampung ini.

Kurikulum yang diajarkan mengarah kepada 10 Kompetensi yang harus dimiliki para santri saatnya nanti lulus dan berkiprah di masyarakat menjadi para da'i. Kompetensi tersebut yakni memiliki Aqidah yang benar, berakhlaq mulia, taat beribadah, mandiri, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki semangat juang tinggi, dinamis, disiplin dan bermanfaat bagi sesama.

"Jika ada anak yatim atau piatu yang ingin masuk Pesantren Baitul Qur'an bisa menghubungi saya langsung melalui HP 081369740662 atau datang langsung ke Pesantren yang beralamatkan di Jalan SMA 2 Perum Podomoro Indah Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Senin 21 Januari 2019 22:0 WIB
Hadapi Tantangan Berat, Madrasah Harus Miliki Daya Saing
Hadapi Tantangan Berat, Madrasah Harus Miliki Daya Saing
Pengukuhan Pengurus Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Jepara
Jepara, NU Online
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah H Nor Rosyid mengajak seluruh elemen madrasah di wilayahnya untuk terus berupaya dan berkomitmen lebih memajukan serta meningkatkan kualitas madrasah dalam rangka menghadapi tantangan masa depan.

"Kualitas pendidikan harus semakin ditingkatkan dan tidak boleh jalan di tempat," kata pria asal Kudus ini usai mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 periode 2019-2023 yang berlangsung di aula gedung LP Maarif NU Jepara, Senin (21/1).

Menurutnya saat ini persaingan semakin kompetitif sehingga setiap madrasah harus memiliki daya saing baik dengan sesama madrasah maupun dengan sekolah umum. Sehingga diperlukan kekompakan dengan menjaga komunikasi dan koordinasi di antara elemen madrasah.

Komunikasi antar elemen madrasah lanjutnya, tidak boleh terganggu oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar. Ia menyontohkan, jangan sampai terjadi perpecahan dalam madrasah hanya karena beda pilihan politik.

"Di tahun politik ini harus rukun dengan kiai dan dengan siapa pun. Walau beda politik. Setelah selesai ya selesai. Kalo bertengkar ya tidak selesai-selesai," katanya seraya mengajak elemen madrasah untuk bersatu dan rukun di tahun politik.

Sementara Ketua KKMA 02 Sarwadi mengatakan, setelah kepengurusan yang dipimpinnya dikukuhkan, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan KKMA 01 utamanya terkait dengan kebijakan pemerintah. Berbagai kekurangan madrasah di wilayahnya saat ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Dengan ini lanjutnya, kualitas madrasah akan semakin baik dan madrasah bisa menjadi alternatif utama para orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU KH Hayatun Abdullah Hadziq dan Ketua LP Maarif NU Jepara Fatkhul Huda. (Syaiful Mustaqim/Muhammad Faizin)
Senin 21 Januari 2019 21:45 WIB
Ikhtiar IPNU-IPPNU Mojokerto Bentuk Kepengurusan Ranting
Ikhtiar IPNU-IPPNU Mojokerto Bentuk Kepengurusan Ranting
Pengurus Ranting IPNU dan IPPNU Lengkong, Mojoanyar, Mojokerto.
Mojokerto, NU Online
Kaderisasi lewat model blusukan terus dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jawa Timur. Para pengurus melakukan silaturahim hingga ke pelosok desa. 

“Upaya tersebut dilakukan guna membangun kader NU yang siap berkiprah melawan tantangan global dalam wadah IPNU dan IPPNU sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja an-Nahdliyah,” kata Syaiful al-Fuad, Ahad (20/1).
Hal tersebut disampaikan Ketua PAC Mojoanyar ini saat melantik kader Pengurus Ranting IPNU dan IPPNU Desa Lengkong, Mojoanyar. 

Menurutnya, IPNU dan IPPNU adalah sarana tepat dalam menentukan jati diri sebagai warga NU. "Berproseslah di IPNU-IPPNU, karena di sinilah wadah kita untuk belajar berorganisasi, berjuang membela agama, dan selalu bertakwa kepada Allah SWT,” ujar Fuad, sapaan akrabnya.

Banyak manfaat yang bisa direngkuh saat aktif di kepengurusan IPNU dan IPPNU. "Seperti slogan kita yakni salam 3B yakni belajar, berjuang, bertakwa," tegasnya.

Keberadaan kepengurusan di Desa Lengkong tersebut disambut meriah berbagai kalangan. “Ini adalah wadah untuk adik-adik berjuang di jalan Allah,” ujar Siti Maysaroh, Ketua Fatayat NU Mojoanyar.

Pembina IPPNU Mojoanyar tersebut juga berpesan menjaga komunikasi. “Untuk menjalin hubungan baik antara NU dan Banom agar organisasi berjalan lancar,” katanya.

Meski demikian, dalam perjalananya pastilah ada halangan dan rintangan. “Tapi tetaplah semangat untuk berjuang demi kejayaan NU khususnya di Ranting Lengkong sebagai kader militan,” pesannya. 

Pengukuhan Pimpinan Ranting Lengkong dihadiri Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Mojokerto dan berlangsung di TPQ Darul Falah. Dipercaya sebagai Ketua PR IPNU adalah Doni, beserta Vadia sebagai Ketua PR IPPNU Desa Lengkong beserta puluhan pengurus lain. (Chafidha/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG