TWEET GUS ALI

Pesta Demokrasi Harusnya Gembira dan Penuh Kedamaian

KH Agoes Ali Masyhuri (via istimewa)
KH Agoes Ali Masyhuri (via istimewa)
KH Agoes Ali Masyhuri (via istimewa)
Jakarta, NU Online
Dalam itungan minggu, masyarakat Indonesia menuju pemilihan umum 2019 yang mencakup pemilihan presiden dan pemilihan calon legislatif. Namun, pesta demokrasi tersebut kerap menimbulkan konflik, suasana tegang dan panas antar-pendukung pasangan calon, terutama pilpres.

Terkait hal itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri menekankan bahwa seharusnya pesta demokrasi membawa kegembiraan.

Pasalnya menurut Gus Ali, sapaan karibnya, yang namanya pesat suasana harus bahagia, penuh kedamaian, dan keakraban.

“Pemilu adalah pesta demokrasi. Wong namanya pesta suasana harus bahagia, penuh kedamaian, keakraban,” ujar Gus Ali dikutip NU Online, Senin (21/1) lewat akun twitternya, @gusali_bsh.

Menurutnya, suasana sejuk dan damai dalam pesta demokrasi harus diwujudkan, bukan suasana sebaliknya yang penuh dengan amarah dan teriakan caci maki.

“Pesta demokrasi harus menciptakan suasana gembira dan penuh damai, bukan melahirkan kemarahan dan permusuhan serta mabuk dalam teriakan dan caci-maki sesama,” tegasnya.

“Jayalah Bangsaku, Jayalah Negeriku!” imbuhnya.

Gus Ali berpesan bahwa kerukunan membawa kedamaian. Sebaliknya, pertengkaran membawa perpecahan.

“Dulur, rukun agawe santoso congkra agawe bubra. Ora usah tukaran lan gegeran marang sa podho-podho. Seng rukun supaya seger waras awake, jembar rezeki ne, lan dowo umure.”

“Saudara, rukun membuat sentosa, bertengkar membuat perpecahan. Tidak usah bertengkar dan membenci terhadap sesama. Yang rukun supaya segar sehat badannya, luas rezekinya, dan panjang umurnya,” pesannya. (Fathoni)
BNI Mobile